Berita UtamaPemprov Sulut

Bidik Daya Saing Daerah, Gubernur Yulius Pertajam Isu Strategis di Musrenbang RKPD Sulut 2027

Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, saat gelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2027, yang digelar di Gedung Mapalus, Kompleks Kantor Gubernur, Kamis (9/4/2026). (Foto: Ridho L Tobing)Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, saat gelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2027, yang digelar di Gedung Mapalus, Kompleks Kantor Gubernur, Kamis (9/4/2026). (Foto: Ridho L Tobing)
Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, saat gelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2027, yang digelar di Gedung Mapalus, Kompleks Kantor Gubernur, Kamis (9/4/2026). (Foto: Ridho L Tobing)

Manado, SUDARA.ID – Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, secara resmi memancang fondasi transformasi besar untuk mempertajam arah kebijakan pembangunan demi meningkatkan daya saing daerah, sebagaimana yang ditegaskan Gubernur saat gelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2027, yang dilaksanakan di Gedung Mapalus, Kompleks Kantor Gubernur, Kamis (9/4/2026) pagi.

​Momentum ini menjadi pijakan krusial bagi arah pembangunan Sulawesi Utara yang berkelanjutan di bawah nakhoda Gubernur Yulius. Kehadiran sejumlah tokoh nasional, mulai dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, hingga Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti, kian mempertegas posisi strategis Sulawesi Utara dalam peta pembangunan nasional.

​Dalam paparanya, Gubernur Yulius menekankan bahwa RKPD 2027 mengusung tema ambisius: “Percepatan Peletakan Fondasi Transformasi Sulawesi Utara yang Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan.” Visi ini tidak sekadar jargon, melainkan diterjemahkan ke dalam delapan poin prioritas pembangunan yang berfokus pada penguatan internal dan daya saing eksternal.

​“Fokus utama kita adalah penguatan tata kelola pemerintahan yang berintegritas untuk mencegah KKN dan peredaran narkoba, sembari terus meningkatkan kualitas SDM yang berdaya saing serta berkarakter,” ujar Gubernur Yulius dengan nada tegas di hadapan seluruh pemangku kepentingan.

​Selain reformasi birokrasi dan SDM, jenderal purnawirawan bintang dua ini juga merinci poin prioritas lainnya, yakni:

– ​Peningkatan daya saing daerah dan perluasan lapangan kerja.

– ​Optimalisasi sektor pertambangan berkelanjutan dan pengurangan ketimpangan wilayah.

– ​Memperkuat posisi tawar daerah di level global.

​Penguatan ketahanan pangan, energi, dan air.

– ​Mewujudkan stabilitas keamanan serta kenyamanan masyarakat.

– ​Peningkatan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan daerah.

– ​Menajamkan Isu Strategis: Maritim dan Kesenjangan.

​Gubernur menjelaskan bahwa Musrenbang ini bertujuan menyelaraskan kebijakan daerah dengan prioritas nasional, termasuk isu mendesak seperti penurunan angka stunting. Namun, Yulius memberikan penekanan khusus pada transformasi ekonomi berbasis maritim dan pariwisata sebagai motor penggerak utama.

​Ia membidik hilirisasi perikanan dan optimalisasi Pelabuhan Bitung agar benar-benar berfungsi sebagai hub internasional yang mampu memperluas pasar ekspor Sulawesi Utara ke mancanegara. Di sisi lain, isu kemanusiaan dan pemerataan infrastruktur dasar di wilayah kepulauan serta perbatasan tetap menjadi atensi utamanya.

​“Masih terdapat kesenjangan pembangunan antara wilayah perkotaan dan kepulauan. Bagi saya, penurunan kemiskinan ekstrem serta peningkatan akses layanan dasar di pelosok adalah harga mati yang harus kita tangani secara serius,” tegasnya.

​Menyadari tantangan pembangunan yang kian kompleks, Gubernur Yulius mengingatkan jajarannya untuk tidak hanya terpaku pada APBD. Ia mendorong kreativitas dalam mencari alternatif sumber pendanaan, seperti melalui skema KPBU, dana CSR, hingga hibah luar negeri.

​Menutup rangkaian pemaparan tersebut, Gubernur menyampaikan instruksi tegas yang ditujukan kepada seluruh Kepala Perangkat Daerah serta jajaran Pemerintah Kabupaten dan Kota di Sulawesi Utara. Beliau menekankan agar penyusunan program kerja tidak hanya terjebak pada pemenuhan aspek administratif semata, melainkan wajib berorientasi pada hasil yang memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.

Dalam kaitan tersebut, penyelarasan prioritas pembangunan di tingkat kabupaten dan kota dengan RKPD Provinsi menjadi keharusan demi terciptanya sinergi pembangunan yang terukur.

​Gubernur turut menggarisbawahi pentingnya pelaksanaan evaluasi secara berkala untuk memantau efektivitas setiap kebijakan yang diambil. Seluruh jajaran pemerintahan diminta melaporkan perkembangan Program Strategis Nasional secara rutin sebagai bagian dari upaya membangun kerja kolaboratif yang transparan. Langkah ini dipandang esensial guna memastikan bahwa setiap target yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan tepat sasaran dan akuntabel.

​Melalui rangkaian kebijakan strategis ini, Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Yulius Selvanus menunjukkan optimisme kuat untuk bertransformasi menjadi daerah yang memiliki daya saing kompetitif di tingkat global.

Visi besar ini diupayakan berjalan beriringan dengan komitmen pemerataan kesejahteraan, guna memastikan masyarakat di wilayah perbatasan dan kepulauan tetap merasakan manfaat nyata dari kemajuan pembangunan tersebut.

Exit mobile version