Berita UtamaHukrimKesehatanManadoPendidikan

‎Garda Nusantara Sulut Bersama FISIP Unsrat Galang Gerakan Kampus Anti Narkoba

Sosialisasi bahaya narkoba Garda Nusantara Sulut bersama BNN di Menara Gedung FISIP Unsrat, Senin (28/9/2026). (Foto: Ridho L Tobing)Sosialisasi bahaya narkoba Garda Nusantara Sulut bersama BNN di Menara Gedung FISIP Unsrat, Senin (28/9/2026). (Foto: Ridho L Tobing)
Sosialisasi bahaya narkoba Garda Nusantara Sulut bersama BNN di Menara Gedung FISIP Unsrat, Senin (28/9/2026). (Foto: Ridho L Tobing)

Bahu (Manado), SUDARA.ID – Di tengah masifnya arus globalisasi dan tantangan zaman, benteng pertahanan moral generasi muda harus terus diperkuat. Komitmen nyata ini ditunjukkan oleh Dewan Pimpinan Daerah Garda Nusantara Sulawesi Utara (Sulut) bersama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado dalam gelaran akbar bertajuk Gerakan Kampus Anti Narkoba, yang digelar di Menara Gedung FISIP Unsrat, Senin (28/9/2026).

‎​Kegiatan ini mencetak sejarah penting, dimana FISIP Unsrat resmi dinobatkan sebagai fakultas pertama di Sulawesi Utara dan di lingkungan Unsrat yang menjadi pionir dalam gerakan kolaboratif bersama Garda Nusantara ini. Tak tanggung-tanggung, antusiasme mahasiswa yang hadir membludak hingga melampaui kapasitas daya tampung ruangan.

‎​Acara prestisius ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, mulai dari Dekan FISIP Unsrat Dr. Ferry Daud Liando, S.IP., M.Si., Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. Alfon Kimbal, S.IP., M.Si., hingga Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Dr. Donal Monintja, M.Si., bersama sekitar 300 mahasiswa.

‎​Garda Nusantara: Menjaga Masa Depan Bangsa dari Ancaman Nyata

‎​Sebagai komunitas yang konsisten mengawal masa depan pemuda, Garda Nusantara hadir membawa misi besar untuk menjadikan kampus sebagai zona steril dari barang haram tersebut.

‎​Dalam pemaparannya, Ketua Dewan Pembina Garda Nusantara Sulut, Standius Bara Prima, M.I.Kom., menegaskan bahwa narkoba bukan sekadar isu kesehatan atau kriminalitas biasa, melainkan ancaman sistemik yang merusak aspek biopsikososial manusia—mulai dari kerusakan organ vital secara biologis, kehancuran fungsi mental di tingkat psikologis, hingga kerenggangan relasi sosial dan kriminalitas.

‎​Oleh karena itu, Garda Nusantara memperkenalkan langkah taktis pencegahan berbasis Konsep 5P: Pencegahan melalui edukasi, Pengawasan lingkungan, Pendampingan sebaya, Pelaporan aktif kepada pihak berwenang, serta Partisipasi kolektif seluruh elemen kampus.

‎​Senada dengan hal tersebut, Dekan FISIP Unsrat, Dr. Ferry Daud Liando, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa peredaran narkoba merupakan strategi nonmiliter pihak asing untuk melemahkan Indonesia demi menguasai sumber daya alam.

‎​”Jika pemuda kita hancur karena narkoba, bangsa ini akan kehilangan calon pemimpin masa depan. Maka, kolaborasi dengan Garda Nusantara ini adalah langkah strategis untuk menjadikan FISIP sebagai ujung tombak dan trendsetter pencegahan narkoba di Sulawesi Utara,” tegas Ferry.

Langkah Konkret: Dari Edukasi Menjadi Aksi Nyata

‎​Kehadiran Ketua Garda Nusantara Sulut, Miracle Sengkey, didampingi Ketua Panitia Jessica Sendouw, serta narasumber Katim P2M BNN Manado Diane Kawatu, memberikan wawasan mendalam kepada mahasiswa terkait berbagai modus operandi pengedar yang kerap menyasar kerentanan emosional anak muda.

‎​Garda Nusantara memandang bahwa mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penonton, melainkan harus berada di garda terdepan sebagai agent of change. Semangat inilah yang mewarnai sesi diskusi interaktif, di mana para mahasiswa diajak untuk berani menolak, memiliki prinsip kuat, serta menyibukkan diri dalam komunitas dan kegiatan positif.

‎​Puncak acara ditandai dengan momen paling bersejarah bagi sivitas akademika FISIP Unsrat, yaitu ​Pelantikan Satuan Tugas (Satgas) Gerakan Anti Narkoba Garda Nusantara FISIP Unsrat dan Deklarasi Gerakan Sejuta Relawan Anti Narkoba Sulawesi Utara.

Melalui langkah progresif ini, Garda Nusantara Sulut bersama FISIP Unsrat tidak hanya berhenti pada seremoni atau slogan semata. Gerakan ini menjadi momentum kebangkitan moral untuk menyebarkan gelombang kesadaran (spread awareness) seluas-luasnya, demi mewujudkan visi besar Badan Narkotika Nasional (BNN) menuju Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba) yang dimulai dari jantung dunia akademik Sulawesi Utara. (Ridho L Tobing)

Exit mobile version