Berita UtamaPemprov Sulut

Gubernur Yulius Dorong Inovasi Material Lokal Saat Buka Karya Bakti Skala Besar TNI AD 2026 di Talaud

Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus saat menyampaikan amanat pada pembukaan Karya Bakti Skala Besar TNI AD 2026 di Kabupaten Kepulauan Talaud, Rabu (15/7). Dalam arahannya, Gubernur mendorong pemanfaatan inovasi material lokal untuk pembangunan perbatasan. (Foto: Istimewa)Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus saat menyampaikan amanat pada pembukaan Karya Bakti Skala Besar TNI AD 2026 di Kabupaten Kepulauan Talaud, Rabu (15/7). Dalam arahannya, Gubernur mendorong pemanfaatan inovasi material lokal untuk pembangunan perbatasan. (Foto: Istimewa)
Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus saat menyampaikan amanat pada pembukaan Karya Bakti Skala Besar TNI AD 2026 di Kabupaten Kepulauan Talaud, Rabu (15/7). Dalam arahannya, Gubernur mendorong pemanfaatan inovasi material lokal untuk pembangunan perbatasan. (Foto: Istimewa)

Talaud, SUDARA.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) secara resmi menyatakan kesiapannya untuk memperkuat sinergi lintas sektor dengan TNI Angkatan Darat guna memacu pembangunan di wilayah terluar dan perbatasan. Komitmen ini ditegaskan langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, saat membuka secara resmi Upacara Pembukaan Karya Bakti Skala Besar Tahun 2026 yang berlangsung khidmat di Lapangan Rumah Dinas Bupati Kepulauan Talaud, Rabu (15/7) siang.

​Selain memprioritaskan akselerasi pembangunan infrastruktur dasar di beranda terdepan NKRI, Gubernur Yulius menaruh perhatian khusus pada optimalisasi dan inovasi pemanfaatan material lokal sebagai penopang kemandirian daerah.
​Program berskala nasional yang diinisiasi oleh Kodam XIII/Merdeka bekerja sama dengan Korem 131/Santiago ini mengusung tema “Bakti TNI AD untuk Rakyat dalam Rangka Menguatkan Ketahanan Wilayah”. Pelaksanaan operasi bakti kemanusiaan ini difokuskan secara serentak di dua wilayah perbatasan paling utara Indonesia, yakni Kabupaten Kepulauan Talaud dan Kabupaten Kepulauan Sangihe.

​Dalam sambutan dan amanatnya, Gubernur Yulius Selvanus menegaskan komitmen penuh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam menyinergikan program strategis pertahanan dan pembangunan bersama jajaran TNI AD. Kolaborasi taktis ini dirancang untuk menjawab tantangan riil di wilayah kepulauan dan perbatasan melalui percepatan pembangunan berkelanjutan.

​”Karya Bakti ini merupakan wujud nyata semangat gotong royong antara TNI, pemerintah, dan masyarakat. Kita ingin masyarakat di wilayah perbatasan juga merasakan pembangunan yang berkeadilan dan peningkatan kesejahteraan,” ujar Gubernur Yulius Selvanus di hadapan ratusan prajurit dan tamu undangan.

​Menurut Gubernur, Kabupaten Kepulauan Talaud dan Kabupaten Kepulauan Sangihe memiliki posisi geo-strategis yang sangat penting. Selain menjadi garda pengawal kedaulatan, kawasan ini menyimpan potensi luar biasa pada sektor kelautan, perikanan, pariwisata bahari, serta komoditas unggulan daerah. Oleh sebab itu, akselerasi pembangunan fisik maupun non-fisik di wilayah ini mendesak untuk terus dilakukan guna menghadirkan negara secara nyata di tengah-tengah rakyat.

Sorotan Utama: Inovasi Pemanfaatan Material Lokal
​Satu hal yang mendapatkan apresiasi tinggi dari Gubernur dalam program Karya Bakti Skala Besar tahun ini adalah lahirnya berbagai terobosan teknologi material baru yang mengoptimalkan kekayaan alam setempat. Salah satunya adalah upaya pemberdayaan potensi ekonomi lokal lewat pengolahan sabut kelapa, serta pengembangan genteng komposit.

​Gubernur Yulius menilai langkah ini merupakan lompatan strategis yang membuktikan bahwa pembangunan infrastruktur tidak melulu harus bergantung pada bahan baku konvensional dari luar daerah. Penggunaan genteng komposit berbasis potensi lokal ini menjadi solusi alternatif material bangunan yang lebih ringan, kuat, ekonomis, dan ramah lingkungan.

​”Saya berharap terobosan seperti ini terus dikembangkan karena selain membuka peluang ekonomi kreatif baru bagi masyarakat perbatasan, juga mendukung kemandirian daerah kita dalam mengelola potensi lokalnya secara cerdas dan berkelanjutan,” imbuh Gubernur Yulius.

Sasaran Pembangunan Fisik dan Pemberdayaan Non-Fisik
​Program kolaboratif yang akan berlangsung selama beberapa bulan ke depan ini menargetkan pemenuhan kebutuhan vital masyarakat setempat yang dikelompokkan ke dalam dua fokus operasional:
1. ​Sasaran Kegiatan Fisik (Peningkatan Infrastruktur): Mencakup pembangunan jembatan, pembuatan sumur bor air bersih, perbaikan rumah pompa, rehabilitasi rumah ibadah, pembenahan gedung sekolah, pembangunan fasilitas MCK umum, perintisan jalan produksi pertanian, renovasi rumah dinas tenaga kesehatan, hingga instalasi pembangkit listrik mikrohidro.
2. ​Sasaran Kegiatan Non-Fisik (Ketahanan Sosial): Meliputi pembagian paket sembako, bakti sosial pelayanan kesehatan gratis, gerakan penghijauan lingkungan, penyuluhan wawasan kebangsaan, serta edukasi pemberdayaan ekonomi masyarakat perbatasan.

​Gubernur juga secara khusus memuji keterlibatan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado yang mengutus para dosen dan mahasiswa dalam agenda ini. Kehadiran kalangan akademisi bersama para prajurit TNI dinilai memperkuat formulasi sinergi empat pilar pembangunan daerah: kedisplinan TNI, inovasi perguruan tinggi, regulasi pemerintah, serta partisipasi aktif masyarakat.

Exit mobile version