Berita UtamaPeristiwa

Peringatan Dini Tsunami Berakhir, Warga Bitung Diminta Kembali ke Rumah dan Tetap Waspada

Kalaks BPBD Bitung Vivi Kadeke saat memberikan keterangan terkait berakhirnya peringatan dini tsunami di Pusdalops BPBD, Kamis (2/4/2026). (Foto: Ridho L Tobing)Kalaks BPBD Bitung Vivi Kadeke saat memberikan keterangan terkait berakhirnya peringatan dini tsunami di Pusdalops BPBD, Kamis (2/4/2026). (Foto: Ridho L Tobing)
Kalaks BPBD Bitung Vivi Kadeke saat memberikan keterangan terkait berakhirnya peringatan dini tsunami di Pusdalops BPBD, Kamis (2/4/2026). (Foto: Ridho L Tobing)

Bitung, SUDARA.ID – Pemerintah Kota Bitung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) secara resmi menyatakan bahwa peringatan dini tsunami akibat gempa bumi yang terjadi pada Kamis (2/4/2026) pagi telah berakhir. Masyarakat yang sempat mengungsi kini diperbolehkan kembali ke kediaman masing-masing.

​Kepala Pelaksana (Kalaks) BPBD Kota Bitung, Vivi Kadeke, menginformasikan bahwa status waspada tsunami dicabut pada pukul 10.13 WITA.

​”Peringatan dini tsunami sudah berakhir pada pukul 10.13 WITA. Masyarakat yang telah melakukan evakuasi secara mandiri, silakan untuk kembali ke rumah masing-masing,” ujar Vivi Kadeke saat di temui SUDARA.ID di Pusdalops BPBD Kota Bitung, Kamis (2/4/2026).

​Vivi mengimbau warga agar tidak termakan isu hoaks yang beredar di media sosial. Ia menekankan agar masyarakat hanya mempercayai kanal informasi resmi dari Pemerintah Kota Bitung maupun BMKG.

​”Jangan lagi mendengar informasi dari sumber yang tidak bisa dipercaya. Perkembangan selanjutnya tetap monitor informasi dari Pemerintah maupun BMKG,” tegasnya.

​Terkait dampak kerusakan, Walikota Bitung Hengky Honandar SE telah menginstruksikan jajaran Camat dan Lurah untuk segera melakukan pendataan di wilayah masing-masing. Hingga berita ini diturunkan, dilaporkan sejumlah gedung mengalami kerusakan, namun tidak ada korban jiwa.

​Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gempa susulan, Pemerintah Kota Bitung mengambil kebijakan khusus bagi para pegawai.

​Kebijakan ASN: Mengizinkan ASN pulang lebih awal dan melanjutkan pekerjaan di rumah (Work From Home).

​Imbauan Walikota: “Jika terdapat kerusakan akibat gempa bumi ini, kiranya masyarakat dapat melaporkan ke pemerintah setempat,” ujar Hengky Honandar.

​Tim tanggap darurat saat ini telah dikerahkan ke lapangan untuk memeriksa fasilitas umum dan membantu warga yang membutuhkan. Meskipun status tsunami berakhir, warga di wilayah pesisir tetap diminta waspada dan menjauhi bangunan yang strukturnya retak atau rusak akibat getaran gempa pukul 07.05 WITA tadi.

​”Kita tetap mengantisipasi bila terjadi gempa susulan. Jika ada peringatan dini lagi, kami akan segera menginformasikan agar warga tetap siaga mengantisipasi segala kemungkinan,” pungkas Vivi Kadeke.

Exit mobile version