Wenang (Manado), SUDARA.ID – Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti Graha Gubernuran, Bumi Beringin, Manado, pada Rabu (26/8/2026) pagi. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menggelar agenda Coffee Morning yang mempertemukan Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E. dengan puluhan insan pers dari berbagai media lokal maupun nasional.
Dibalut konsep santai sembari menikmati kopi hangat serta kudapan khas Minahasa seperti kue tradisional dan dodol, ajang ini menjelma menjadi ruang diskusi yang cair namun sarat makna. Gubernur Yulius memanfaatkan momentum tersebut untuk berbicara blak-blakan mengenai dinamika roda pemerintahan, kedisiplinan pejabat, tantangan fiskal, hingga komitmen keterbukaan informasi publik.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur didampingi oleh Wakil Gubernur Dr. J. Victor Mailangkay, S.H., M.H., Asisten III Dr. Fransiscus Frangky Manumpil, S.Pi., M.Env.Mgmt., Koordinator Tim Ahli Gubernur Drs. Ferdinand E.M. Mewengkang, anggota Tim Ahli Januari Binilang, serta Kabid Komunikasi dan Informasi Publik DKISP Sulut, Clif Rigel Wangke.
Berikut adalah deretan catatan penting dan poin krusial yang disampaikan Gubernur Yulius di hadapan awak media:
1. Dorong Sinergi Media dan Evaluasi Kominfo: Gubernur menekankan pentingnya evaluasi berkala terhadap kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), khususnya Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (DKISP). Ia meminta jajarannya lebih proaktif merangkul media agar penyebarluasan informasi terkait program pembangunan daerah berjalan optimal, akurat, dan transparan.
2. Teguran Keras Soal Kesiapsiagaan OPD Hadapi El Nino: Di tengah ancaman fenomena El Nino yang melanda wilayah Sulut, Gubernur melayangkan sentilan pedas mengenai tingkat respons jajarannya saat situasi darurat. Ia menceritakan pengalamannya saat mencoba menghubungi para pimpinan dinas terkait insiden kebakaran di kawasan Malendeng pada malam sebelum acara.
”Tadi malam ada kebakaran di wilayah Malendeng. Saya hubungi, tapi satupun tidak angkat telepon,” ungkap Yulius.
Ia menegaskan bahwa rasa kemanusiaan dan kepedulian terhadap warga tidak boleh terhalang oleh batas-batas birokrasi. “Kepedulian tidak memandang Tupoksi. Bukan berarti karena bukan tugasnya, lalu saling menunggu untuk bertindak,” tambahnya.
3. Instruksi Evaluasi Kepala Dinas: Melihat minimnya kepekaan sebagian pimpinan OPD, Gubernur Yulius secara tegas langsung memerintahkan pimpinan internal untuk segera melakukan pembenahan.
”Pak Wagub, evaluasi para kadis! Kepedulian itu penting,” tegas Gubernur.
4. Buka Kartu Soal Keterbatasan Fiskal dan Beban Utang: Secara rinci, Yulius membeberkan realitas keuangan daerah yang saat ini dihadapkan pada efisiensi anggaran dan kewajiban pelunasan utang yang ditinggalkan dari periode pemerintahan sebelumnya.
”Gubernur itu banyak hutang. Saya ditinggal hutang banyak. Sekarang kalian ribut, waktu ngutang dulu gak ada yang ribut,” celotehnya secara blak-blakan yang disambut perhatian serius insan pers.
5. Edukasi Mekanisme Perbaikan Infrastruktur: Merespons masukan salah seorang wartawan terkait jalan provinsi yang rusak di beberapa titik, Gubernur menjelaskan adanya alur regulasi administrasi yang wajib dipatuhi sebelum anggaran dapat dieksekusi di lapangan.
”Saya itu pemikirannya sama dengan kalian. Kalau bisa begitu tahu ada jalan yang rusak, cek uangnya ada, langsung aspal. Tapi ternyata setelah saya perintahkan dinas terkait, ada regulasi yang harus dipenuhi, dan itu butuh waktu,” jelas Yulius. Kendati demikian, ia memastikan Pemprov telah memetakan seluruh ruas jalan rusak untuk segera diperbaiki.
6. Komitmen Pengabdian dan Pers yang Bertanggung Jawab: Mantan perwira tinggi TNI ini menegaskan bahwa komitmennya untuk memajukan Sulawesi Utara tidak akan luntur meski dihujani kritik. Ia mengingatkan kembali mandat besar dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengabdi di Sulut di tengah situasi efisiensi anggaran. Di akhir dialog, Gubernur mengimbau para wartawan pos liputan Pemprov Sulut untuk terus menyajikan berita yang benar, berimbang, dan bertanggung jawab demi kemajuan daerah.
