Berita UtamaPendidikan

Fakultas Pertanian Unsrat Sambut 4 Guru Besar Baru, Fokus Inovasi Pangan dan Green Economy

Empat Guru Besar yang baru dikukuhkan (samir hijau) bersama Civitas Academica Fakultas Pertanian Unsrat. (Foto: Ridho L Tobing)Empat Guru Besar yang baru dikukuhkan (samir hijau) bersama Civitas Academica Fakultas Pertanian Unsrat. (Foto: Ridho L Tobing)
Empat Guru Besar yang baru dikukuhkan (samir hijau) bersama Civitas Academica Fakultas Pertanian Unsrat. (Foto: Ridho L Tobing)

Manado, SUDARA.ID – Keluarga besar Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) tengah diselimuti awan sukacita yang mendalam. Dari 10 pakar yang dikukuhkan sebagai Guru Besar oleh Rektor Unsrat, Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng pada Kamis (7/5/2026), empat di antaranya merupakan pilar intelektual dari Faperta.

​Pencapaian luar biasa ini dirayakan dengan cara yang ikonik. Tabuh genderang sukacita mengiringi langkah rombongan empat Guru Besar baru saat berjalan kaki dari Auditorium Prof. Sumitro Djojohadikusumo menuju Gedung Faperta. Sepanjang jalan utama kampus, sorak-sorai dan sambutan hangat mahasiswa menjadi simbol kebanggaan atas hadirnya para teladan akademik baru di fakultas mereka.

​Keempat sosok Profesor tersebut adalah:
1. ​Prof. Ir. Dedie Tooy, M.Si., Ph.D. (Dekan Fakultas Pertanian Unsrat)
2. ​Prof. Dr. Ir. Dantje Tarore, MS.
3. ​Prof. Dr. Ir. Betsy Agustina Naomi Pinaria, MS.
4. ​Prof. Dr. Ir. Leonardus Ricky Rengkung, ME.

Sidang Senat dan Ibadah Syukur
​Setibanya di fakultas, rombongan disambut melalui Sidang Senat Fakultas Pertanian yang dirangkaikan dengan Ibadah Syukur bersama. Prosesi penyambutan dipimpin langsung oleh Ketua Senat Faperta, Prof. Jantje Pelealu, didampingi Sekretaris Senat, Ir. Teltje Koapaha.

​Dalam kesempatan tersebut, Dekan Faperta sekaligus Guru Besar yang baru dikukuhkan, Prof. Dedie Tooy, menyampaikan bahwa pencapaian ini adalah buah dari proses panjang yang penuh perjuangan. Ia menekankan bahwa gelar Profesor harus membawa dampak nyata sesuai semangat Mendiktisaintek.

​”Ini adalah jabatan tertinggi sekaligus penghargaan akademik. Harapannya, kehadiran kami bisa berdampak lebih besar bagi mahasiswa, rekan dosen, serta masyarakat Indonesia dan Sulawesi Utara, khususnya dalam sektor tanaman pangan dan green economy,” ujar Prof. Tooy.

​Ia menambahkan, keempat pakar ini membawa spesialisasi yang krusial bagi daerah, yakni di bidang Hama dan Penyakit (Proteksi Tanaman), Agribisnis, serta Teknik Pertanian. “Kami ingin menghasilkan inovasi teknologi yang mampu melindungi lapangan dan meningkatkan masa simpan hasil panen melalui sistem yang lebih modern,” tegasnya.

​Nilai Strategis bagi Akreditasi
​Ketua Senat Faperta, Prof. Jantje Pelealu, memberikan apresiasi tinggi atas bertambahnya kekuatan akademik ini. Menurutnya, keberadaan Guru Besar bukan hanya kebanggaan prestisius, melainkan instrumen vital dalam penilaian dokumen akreditasi program studi.

​”Secara administratif, jabatan akademik Guru Besar adalah nilai plus yang menentukan kualitas fakultas. Kami bersyukur Faperta kini semakin kaya secara sumber daya manusia. Ini menjawab harapan besar dari setiap jurusan yang mendambakan tambahan Guru Besar untuk memperkuat posisi akademik mereka,” ungkap Prof. Pelealu.

​Acara penyambutan yang penuh kekeluargaan ini ditutup dengan komitmen bersama untuk terus menjadikan Fakultas Pertanian Unsrat sebagai motor penggerak inovasi pertanian yang berkelanjutan di Sulawesi Utara.

Exit mobile version