Manado, SUDARA.ID – Lantunan puisi perjuangan dan derap langkah Tari Mahamba Bantik sukses memukau ratusan pengunjung Atrium Manado Town Square (Mantos) 3, Jumat (21/8/2026). Dua perlombaan sengit tersebut menjadi pusat perhatian dalam gelaran Festival Seni Budaya Bantik 2026 yang dimulai pukul 11.00 WITA.
Perhelatan seni ini digelar dalam rangka memperingati 77 Tahun Gugurnya Pahlawan Nasional Robert Wolter Mongisidi (5 September 1949 – 5 September 2026). Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Yorry Rommy Lesawengen, M.Tr.A.P.
”Kegiatan ini menjadi momentum krusial agar seni, budaya, dan identitas Bantik terus hidup dan diwariskan secara turun-temurun kepada generasi muda,” tegas Yorry dalam sambutannya.
Lomba Baca Puisi Tingkat SMA/SMK Sederajat diikuti oleh 53 pelajar dari berbagai daerah di Sulawesi Utara yang membawakan bait-bait perjuangan sarat makna kebangsaan. Sementara itu, panggung utama makin semarak lewat penampilan 6 kelompok tari antar-desa Bantik yang membawakan gerak khas Tari Mahamba.
Acara yang diprakarsai oleh Ketua Panitia Albert Mokodongan, S.E., Sekretaris Rinna Moniaga, S.E., dan Bendahara Nova Tangkudung ini turut dihadiri oleh Ketua Lembaga Bantik Dr. Max Edward Tontey, M.Th., Sekretaris Lembaga Michael F. Kalonio, S.E., serta adik kandung pahlawan nasional, Letkol (Purn) Robby Mongisidi.
Berikut daftar lengkap pemenang kedua cabang lomba:
Pemenang Lomba Baca Puisi
Juara 1: Yustin Monika Makawekes (SMA Negeri 1 Manganitu)
Juara 2: Alga Princelia Lanes (SMA Negeri 7 Manado)
Juara 3: Pricillia Natalia Dacosta (SMA Negeri 4 Manado)
Juara Harapan 1: Kezia I. K. Mandang (SMA Katolik Theodorus Kotamobagu)
Juara Harapan 2: Nadine K. B. Kawangung (SMK Negeri 1 Bitung)
Juara Harapan 3: Aisyah R. Abbas (SMA Islam Terpadu Harapan Bunda)
Pemenang Lomba Tari Mahamba Bantik
Juara 1: Desa Buha
Juara 2: Desa Singkil
Juara 3: Desa Minanga
Perlombaan di Mantos 3 merupakan bagian dari rangkaian Festival Seni Budaya Bantik 2026 yang diawali Upacara Adat Manahumama di Bengkol (24/7) dan Aksi Social/Tabur Bunga di Malalayang (1/8). Acara puncak festival akan diselenggarakan pada 5 September 2026 di Lapangan Kantor Gubernur Sulut dan Pohon Kasih Megamas dengan agenda utama Teater Kolosal Perjuangan Robert Wolter Mongisidi.
