Manado, SUDARA.ID – Insiden kebakaran lahan melanda area sekitar landas pacu (runway) Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara, pada Selasa (6/10/2026). Peristiwa ini sempat melumpuhkan aktivitas penerbangan sementara akibat kepulan asap dan proses pemadaman intensif yang dilakukan oleh tim gabungan.
Kepala Otoritas Bandara Wilayah VIII (Ka. Otban Wil. VIII) Manado, Ambar Suryoko, membenarkan adanya peristiwa yang mengancam keselamatan penerbangan tersebut. Ia menjelaskan bahwa titik api awalnya berasal dari luar kawasan bandara sebelum akhirnya merembet ke dalam pagar pengaman.
“Bahwa pada hari ini Selasa tanggal 6 Oktober 2026, sekitar pukul 11.01 LT telah terjadi kebakaran rumput di area sekitar gedung AFL (dalam airside) di ujung runway 18 Bandara Sam Ratulangi Manado. Berdasarkan informasi, sumber api berasal dari area luar bandara,” terang Ambar, Selasa (6/10/2026).
Menghadapi situasi darurat itu, unit pemadam kebakaran langsung dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melokalisir api agar tidak mendekati fasilitas vital penerbangan.
“Saat laporan ini dibuat kebakaran masih terjadi dan sementara dilakukan pemadaman oleh PK Bandara SamRat, TNI-AU, dan PK Pemerintah Kota Manado,” jelas Ambar.
Akibat insiden kebakaran ini, operasional penerbangan di Bandara Sam Ratulangi mengalami gangguan serius. Sebanyak lima penerbangan terjebak dan terpaksa dialihkan jalurnya demi keamanan penumpang serta awak pesawat:
1. Penerbangan Keberangkatan (Departure): 2 trafik tertahan, yakni Lion Air rute Manado (MDC) – Surabaya (SUB) dan Wings Air rute Manado (MDC) – Ternate (TTE).
2. Penerbangan Kedatangan (Arrival): 3 trafik dialihkan (divert) ke Bandara Djalaluddin Gorontalo (GTO), meliputi Super Air Jet rute WDB – MDC, Garuda Indonesia rute Cengkareng (CGK) – MDC, serta Transnusa rute Sorong (SOQ) – MDC.
Sebagai langkah antisipasi lanjutan demi keamanan navigasi udara, otoritas terkait langsung mengambil tindakan tegas dengan menutup sementara operasional bandara serta menerbitkan pemberitahuan resmi bagi pilot.
”Terkait kejadian ini Bandara Sam Ratulangi ditutup sementara selama 3 jam dan pihak Perum LPPNPI telah mengeluarkan NOTAM nomor A3815/26 tentang Runway Closed,” kata Ambar.
Kendati sempat memicu kepanikan, situasi berangsur kondusif menjelang sore hari. Berdasarkan keterangan terbaru saat berita ini diturunkan, tim gabungan telah berhasil menjinakkan si jago merah pada pukul 17.00 WITA, dan pihak bandara bersiap melakukan pengecekan menyeluruh sebelum kembali membuka operasional penerbangan secara normal.
”Saat ini api sudah mulai padam. Sedang dilakukan evaluasi bersama bandara dan AirNav terhadap fasilitas bandara; apabila clear, sebentar lagi akan beroperasi normal,” pungkas Ambar. (Ridho L Tobing)
