Berita UtamaPemprov Sulut

Gubernur Yulius Kunci Kesiapan PSEL Ilo-Ilo di Rakortas Kementerian: Sampah Sulut Siap Jadi Listrik

​SINERGI PSEL: Gubernur Sulut Yulius Selvanus (kedua dari kiri) saat mengikuti Ratas Percepatan PSEL bersama sejumlah Menteri Kabinet di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta (31/3/2026). (Foto: Istimewa/Dok.SUDARA.ID)​SINERGI PSEL: Gubernur Sulut Yulius Selvanus (kedua dari kiri) saat mengikuti Ratas Percepatan PSEL bersama sejumlah Menteri Kabinet di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta (31/3/2026). (Foto: Istimewa/Dok.SUDARA.ID)
​SINERGI PSEL: Gubernur Sulut Yulius Selvanus (kedua dari kiri) saat mengikuti Ratas Percepatan PSEL bersama sejumlah Menteri Kabinet di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta (31/3/2026). (Foto: Istimewa/Dok.SUDARA.ID)

Jakarta, SUDARA.ID – Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, mengunci kepastian implementasi proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Regional Sulawesi Utara. Hal ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) bersama Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Lingkungan Hidup Dr. Hanif Faisol Nurofiq, dan Wamenagri Bima Arya di Jakarta, Selasa (31/03/2026).

Dalam pertemuan tingkat kementerian tersebut, Gubernur Yulius memaparkan kesiapan total Pemprov Sulut, terutama terkait lahan seluas 10 hektar di Ilo-Ilo, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara. Lahan ini telah mengantongi Sertifikat Hak Pakai dari Kementerian ATR/BPN RI dan dokumen studi kelayakan (Feasibility Study) yang telah divalidasi oleh BPKP serta BPK RI.

Selain kesiapan lahan, Gubernur Yulius memastikan koordinasi lintas daerah telah rampung sepenuhnya. Lima daerah penyangga, yakni Kota Manado, Kota Bitung, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa Utara, dan Kabupaten Minahasa, telah berkomitmen menjamin stabilitas suplai sampah harian untuk operasional PSEL.

Keseriusan ini telah dituangkan dalam Surat Pernyataan Jaminan Suplai Sampah resmi sebagai bentuk dukungan nyata terhadap ketahanan energi dan kebersihan lingkungan di Sulawesi Utara.

Sementara itu, ​Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memberikan apresiasi atas langkah proaktif Gubernur Sulut. Ia menekankan bahwa pembangunan PSEL merupakan arahan langsung Presiden untuk menangani persoalan sampah nasional secara sistematis, terutama di daerah dengan timbunan tinggi.

​”Atas arahan Bapak Presiden, dilakukan percepatan pembangunan PSEL untuk menyelesaikan kedaruratan sampah. Target waktu yang diberikan untuk operasionalisasi penuh adalah pada akhir tahun 2027,” tegas Zulhas.

​Pemerintah pusat telah menyiapkan berbagai opsi teknologi, mulai dari Waste to Energy, Refuse-Derived Fuel (RDF), hingga pengolahan kompos.

Dengan sinergi yang kuat antara pusat dan daerah, Gubernur Yulius optimistis proyek PSEL Ilo-Ilo akan menjadi solusi jangka panjang bagi kualitas lingkungan dan kemandirian energi di Sulawesi Utara.

Exit mobile version