Berita UtamaLingkunganManadoPemprov Sulut

Gubernur Yulius Pimpin HLH 2026: Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Sulut Masuk Kategori Sangat Baik

SINERGI HIJAU: Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus memimpin langsung aksi korvei dan penanaman mangrove pada peringatan HLH 2026 di kawasan Malalayang Beach Walk (MBW) II, Manado, Jumat (5/6/2026). (Foto: Istimewa)SINERGI HIJAU: Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus memimpin langsung aksi korvei dan penanaman mangrove pada peringatan HLH 2026 di kawasan Malalayang Beach Walk (MBW) II, Manado, Jumat (5/6/2026). (Foto: Istimewa)
SINERGI HIJAU: Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus memimpin langsung aksi korvei dan penanaman mangrove pada peringatan HLH 2026 di kawasan Malalayang Beach Walk (MBW) II, Manado, Jumat (5/6/2026). (Foto: Istimewa)

Manado, SUDARA.ID – Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E., mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif mengambil peran dalam menjaga kelestarian alam. Langkah ini dinilai krusial sebagai investasi jangka panjang demi menjamin ruang hidup yang layak bagi generasi masa depan Bumi Nyiur Melambai.

​Pesan mendalam tersebut ditegaskan Gubernur Yulius saat memimpin langsung Apel Peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia 2026 tingkat Provinsi yang dipusatkan di kawasan Malalayang Beach Walk (MBW) II, Manado, Jumat (5/6/2026).

​Menurut Yulius, urusan menjaga kelestarian alam bukanlah tugas eksklusif pemerintah semata, melainkan sebuah tanggung jawab kolektif yang menuntut sinergi nyata dari seluruh lapisan masyarakat.

​”Ketika kita menjaga alam, sesungguhnya kita sedang menjaga masa depan anak cucu kita. Roda pembangunan daerah tidak boleh mengorbankan ekologi. Keduanya harus berjalan beriringan dan seimbang,” tegas Gubernur Yulius dalam sambutannya.

​Tren Kenaikan IKLH Sulut

​Bukti komitmen Pemprov Sulut dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan tergambar berdasarkan parameter berkala, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Sulawesi Utara, yang menunjukkan tren kenaikan signifikan. Saat ini, raihan rata-rata IKLH Sulut berada di angka 80,93 poin (Kategori Sangat Baik).

​Sektor kualitas udara dan kebersihan air laut tercatat menjadi kontributor paling dominan dalam mendongkrak performa hijau di wilayah Sulawesi Utara.

​Berikut rincian pencapaian IKLH Sulawesi Utara yang dipaparkan oleh Gubernur:

– ​Indeks Kualitas Udara: 84,47%

– ​Indeks Kualitas Air Laut: 83,79%

– ​Indeks Kualitas Air: 77,29%

– ​Indeks Kualitas Tutupan Lahan: 76,75%

​Aksi Nyata Respon Isu Global

​Menyelaraskan dengan tema global tahun ini, “Inspired by Nature: For Climate, For Our Future” (Terinspirasi oleh Alam. Untuk Iklim. Untuk Masa Depan Kita) serta tema nasional “Mari Kita Bekerja untuk Iklim”, Gubernur Yulius mengingatkan masyarakat untuk mulai bergerak dari tindakan sederhana.

​Beberapa aksi nyata yang digelorakan meliputi:

– ​Pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.

– ​Menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

– ​Melindungi ekosistem pesisir pantai.

​Usai prosesi upacara, Gubernur Yulius langsung mengomandoi transisi kegiatan seremonial menuju aksi lapangan (korvei). Kegiatan diawali dengan pengenaan seragam pengawas lingkungan secara simbolis serta penyerahan alat pembersih pantai kepada para petugas.

​Aksi konkret kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon mangrove secara serentak di 7 titik pesisir pantai strategis, yang membentang luas mulai dari kawasan Malalayang hingga ke wilayah Sindulang, Kecamatan Tuminting.

​Kompak Dikawal Pejabat Lintas Sektor

​Gerakan ekologis yang diinisiasi oleh Gubernur Yulius ini mendapat dukungan penuh dan pengawalan ketat dari jajaran pejabat lintas sektor. Hadir mendampingi Gubernur di lokasi ​Ketua TP PKK Sulut, Ny. Anik Yulius Selvanus. Wakil Gubernur, Dr. Victor Mailangkay, S.H., M.H. Sekprov Sulut bersama jajaran unsur Forkopimda Sulut.

​Sinergi kuat juga ditunjukkan oleh Pemerintah Kota Manado selaku tuan rumah. Walikota Manado Andrei Angouw turut hadir mengawal jalannya aksi bersih-bersih ini bersama Sekot dr. Steaven Dandel, M.Ph., Kepala Dinas Lingkungan Hidup Manado Pontowuisang Kakauhe, pengelola MBW Stevanus D. Polii, serta jajaran camat dan lurah setempat guna memastikan gerakan pelestarian pantai ini berdampak masif.

Exit mobile version