Manado, SUDARA.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) kembali menggelar ibadah rutin bersama jajaran Sekretariat Dewan (Setwan) dan Forum Wartawan DPRD (Forward) Sulut, Senin (18/5/2026).
Momentum religius ini menjadi wadah refleksi sekaligus pengingat bagi para wakil rakyat dalam menjalankan tugas legislatif.
Ibadah yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Ketua DPRD Sulut Royke Anter, Ketua Fraksi Partai Gerindra Louis Carl Schramm, serta sejumlah legislator lainnya seperti Julyeta Runtuwene, Inggried Sondakh, dan Gracia Oroh.
Dalam khotbahnya, Pendeta Melky Tamaka memberikan refleksi mendalam yang menyentuh esensi pengabdian kepada masyarakat. Ia mengingatkan bahwa setiap kerja dan ketulusan para wakil rakyat tidak pernah luput dari pengawasan Sang Pencipta.
”Teruslah bekerja dan berbuat bagi masyarakat, Allah sementara memandang kita. Bukan hanya memandang mata dan kepala secara fisik, tetapi juga mata hati,” pesan Pdt. Tamaka.
Ia berharap pesan mulia ini dapat menjadi cerminan bagi seluruh pihak yang hadir dalam mengarungi aktivitas kerja sehari-hari. Di akhir khotbah, Pendeta secara khusus mendoakan segenap pimpinan, anggota DPRD, jajaran Setwan, hingga mitra kerja Forward Sulut agar selalu diberi kekuatan dan hikmat dalam bertugas.
Merespons refleksi tersebut, Wakil Ketua DPRD Sulut Royke Anter yang mewakili pimpinan dewan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pelayanan spiritual yang dibawakan oleh Pdt. Tamaka. Bagi Royke, firman Tuhan yang disampaikan laksana alarm pengingat bagi nurani para wakil rakyat.
Dengan gaya bicaranya yang khas dan merakyat, Royke menganalogikan firman tersebut sebagai pengingat untuk segera berbenah jika ada hal yang keliru.
”Alarm kalo so ba bunyi, Firman tu se ingat, mesti bangun kalo tidur. Kalo ada bikin salah mesti rubah,” ujar Royke.
Politisi partai Demokrat tersebut juga menekankan bahwa esensi dari ibadah bukan sekadar formalitas yang didengar lalu dilupakan, melainkan harus dipelihara dan diaplikasikan dalam wujud kerja nyata demi kepentingan masyarakat Sulawesi Utara.
”Ibadah bukan cuma dengar abis itu lupa, tapi dipelihara, dijaga sehingga di hari-hari selanjutnya kita boleh kembali diingatkan terkait tugas dan tanggung jawab kita dalam bekerja di lembaga DPRD ini,” lanjutnya.
Menutup penyampaiannya, Royke mengajak seluruh elemen di DPRD Sulut untuk terus menjaga kebersamaan, soliditas, dan saling menopang dalam kebaikan demi kemajuan daerah.
”Saya selalu berharap kita semua baku-baku bae, baku-baku bantu, baku-baku dukung, tentu dijauhkan dari hal-hal yang tidak baik, karena torang samua basudara,” kunci legislator Sulut tersebut.
