Berita UtamaManadoPolitik

Musda XI: MEP Terpilih Jadi Ketua Golkar Sulut Gantikan CEP, Bahlil Ingatkan Jangan Ada Politik Panjat Pinang

PUNCAK MUSDA XI: Penyerahan pataka oleh pimpinan sidang kepada Michaela Elsiana Paruntu (MEP) menandai pengesahan dirinya sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulut terpilih periode 2025-2030. (Foto: Ridho L Tobing)PUNCAK MUSDA XI: Penyerahan pataka oleh pimpinan sidang kepada Michaela Elsiana Paruntu (MEP) menandai pengesahan dirinya sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulut terpilih periode 2025-2030. (Foto: Ridho L Tobing)
PUNCAK MUSDA XI: Penyerahan pataka oleh pimpinan sidang kepada Michaela Elsiana Paruntu (MEP) menandai pengesahan dirinya sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulut terpilih periode 2025-2030. (Foto: Ridho L Tobing)

Manado, SUDARA.ID – Michaela Elsiana Paruntu (MEP) resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Utara (Sulut) periode 2025-2030. Keputusan ini ditetapkan dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sulut yang digelar di Grand Kawanua International City (GKIC) Convention Center, Manado, Sabtu (11/4/2026).

​MEP mengunci posisi tersebut setelah meraih dukungan 100 persen atau suara bulat dari seluruh pemilik suara, yang terdiri dari DPD II kabupaten/kota, unsur DPP, hingga organisasi sayap partai. Dengan dukungan tanpa celah ini, MEP resmi menggantikan posisi Christiany Eugenia Paruntu (CEP) untuk menahkodai partai berlambang pohon beringin di Bumi Nyiur Melambai.

​Surat pengesahan dibacakan langsung oleh Sekretaris Pimpinan Sidang, Raski Mokodompit. Sidang paripurna ini dipimpin oleh Hakim Komarudin (unsur DPP), didampingi Raski Mokodompit (unsur DPD I), Edwin Nelwan (unsur DPD II), Herdi Korompot (unsur DPD II), dan Jerry Main (unsur Ormas).

​Prosesi penyerahan pataka Partai Golkar kepada MEP menjadi simbol dimulainya era baru kepemimpinan Golkar Sulut. Dalam sambutannya, MEP menegaskan bahwa mandat ini merupakan amanah besar yang menuntut soliditas seluruh kader.

​“Ini adalah amanah besar dari seluruh kader Golkar Sulut. Saya mengajak kita semua tetap bersatu, solid, dan bekerja bersama demi kemenangan Partai Golkar ke depan. Kita berkomitmen menjalankan visi-misi melayani masyarakat,” ujar MEP dengan tegas.

​Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, yang hadir membuka Musda, memberikan arahan krusial terkait arah gerak partai. Bahlil mengingatkan kader untuk menerapkan prinsip “bertanding untuk bersanding” dan menjauhi perpecahan internal. ​Ia secara khusus menyentil fenomena negatif yang ia istilahkan sebagai “Politik Panjat Pinang”.

​”Jangan berkelahi, kompak saling mendukung. Jangan pakai teori politik panjat pinang; satu naik, rame-rame kase turun (menarik ke bawah). Tidak ada sebuah kekuatan politik yang bisa menjalankan misi dan targetnya tanpa adanya persatuan,” tandas Bahlil.

Bahlil juga memperingatkan pengurus dan kader golkar agar menjaga loyalitas tunggal kepada pimpinan terpilih dan tidak melakukan manuver di luar aturan organisasi. “Kalau ada ‘gerakan tambahan’, kita selesaikan lewat mekanisme aturan organisasi yang ada,” imbuhnya lugas.

​Di bawah kepemimpinan MEP, Bahlil mematok target tinggi bagi DPD I Golkar Sulut. Fokus utamanya adalah memperkuat posisi di legislatif daerah pada kontestasi politik mendatang.

​Target Utama Kepengurusan MEP 2025-2030:

– ​Pimpinan Dewan: Memastikan seluruh 15 kabupaten/kota di Sulut memiliki pimpinan dewan dari fraksi Golkar (saat ini baru mencapai 11 daerah).

– ​Konsolidasi Akar Rumput: Memperkuat mesin partai hingga tingkat desa/kelurahan.

– ​Peningkatan Kursi: Menambah perolehan kursi legislatif secara signifikan di tingkat provinsi maupun daerah.

Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia (tengah) dan Christiany Eugenia Paruntu (CEP) (kiri), saat sesi wawancara di Arena Musda ke-11 DPD Partai Golkar Sulawesi Utara di GKIC Convention Center Manado, Sabtu (11/4/2026). (Foto: Ridho L Tobing)

Momen terpilihnya MEP secara resmi menandai berakhirnya masa jabatan kepemimpinan Christiany Eugenia Paruntu (CEP) sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Utara. Dalam suasana penuh haru dan kebersamaan, CEP menyampaikan pesan-pesan menggugahnya kepada seluruh kader:

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh ketua-ketua DPD Partai Golkar yang ada di 15 kabupaten/kota yang selama ini telah bekerja bersama. Tujuh tahun memang berlalu dengan sangat cepat dalam kepemimpinan saya. Saya harapkan kita selalu solid, meski dinamika itu selalu ada,” hatur CEP dengan nada haru.

Ia pun menaruh harapan besar agar tongkat estafet kepemimpinan yang baru dapat membawa perubahan positif bagi partai.

​”Semoga kepemimpinan baru mampu membawa Partai Golkar semakin maju, semakin solid, dan semakin dekat dengan rakyat,” doa CEP penuh optimisme.

Merujuk pada sosok Ketua Umum Bahlil Lahadalia, CEP mengajak seluruh kader untuk menyelaraskan langkah dengan visi pemimpin muda baik di tingkat pusat maupun DPD I di Provinsi Sulut.

​”Pak ketua umum kita dari generasi muda, maka kita harus dukung kepemimpinan generasi muda ke depan agar maju untuk membawa Indonesia yang lebih maju,” tegasnya memotivasi para kader.

CEP mengingatkan kembali bahwa Partai Golkar adalah rumah bersama yang harus dijaga kehormatannya melalui persatuan yang kokoh.

​”Kami yakin dan percaya, kita harus ingat bahwa kita ini ada di rumah kita sendiri, Partai Golkar, yang harus kita besarkan. Kita harus bersatu untuk menatap masa depan,” imbuh CEP dengan penuh keyakinan.

Sebagai penutup yang rendah hati, ia menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan yang mungkin terjadi selama masa kepemimpinannya.

​”Jika selama ini saya ada kekurangan dalam memimpin, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada kalian semua,” tuturnya dengan tulus sembari mengakhiri sambutan.

Kehadiran MEP sebagai representasi generasi milenial di kursi kepemimpinan diharapkan menjadi katalisator bagi Partai Golkar Sulut. Di bawah nahkoda baru, partai berlambang beringin ini ditargetkan tampil lebih kompetitif, adaptif, dan solid dalam menghadapi eskalasi dinamika politik di Sulawesi Utara.

 

Exit mobile version