Berita Utama

Penghormatan Terakhir DPRD Sulut untuk Eks Legislator Ir Berty Solang: Sosok Dedikatif Pertanian Daerah

Penghormatan Terakhir DPRD Sulut melepas jenazah mantan anggota DPRD Sulut periode 2009-2014, Ir. Lexie Berty Napoleon Solang di Ruang Rapat Paripurna Gedung Cengkih, Manado, Rabu (25/3/2026). (Foto: Ridho L Tobing)Penghormatan Terakhir DPRD Sulut melepas jenazah mantan anggota DPRD Sulut periode 2009-2014, Ir. Lexie Berty Napoleon Solang di Ruang Rapat Paripurna Gedung Cengkih, Manado, Rabu (25/3/2026). (Foto: Ridho L Tobing)
Penghormatan Terakhir DPRD Sulut melepas jenazah mantan anggota DPRD Sulut periode 2009-2014, Ir. Lexie Berty Napoleon Solang di Ruang Rapat Paripurna Gedung Cengkih, Manado, Rabu (25/3/2026). (Foto: Ridho L Tobing)

Manado, SUDARA.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar upacara persemayaman sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi mantan anggota DPRD Sulut periode 2009-2014, Ir. Lexie Berty Napoleon Solang. Prosesi tersebut berlangsung khidmat di Ruang Rapat Paripurna Gedung Cengkih, Manado, Rabu (25/3/2026).

​Upacara pelepasan ini dihadiri oleh jajaran Wakil Ketua DPRD Sulut, Royke Anter dan Stella Runtuwene, bersama anggota dewan lintas fraksi dan komisi. Hadir pula jajaran Sekretariat DPRD Sulut yang dipimpin langsung oleh Plt. Sekretaris DPRD Sulut, Weliam Niklas Silangen.

Mewakili Pimpinan Dewan, Royke Anter memberikan penghormatan terakhir yang diikuti oleh seluruh jajaran legislator dan staf Setwan Sulut melalui nyanyian pujian bagi almarhum yang dikenal sangat berdedikasi.

​Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Ketua Fraksi Partai Gerindra Sulawesi Utara, Louis Schramm, memimpin prosesi pelepasan jenazah politikus yang akrab disapa Berty Solang tersebut. Secara khusus, jajaran Fraksi Gerindra yang terdiri dari Louis Carl Schramm, Julitje Margareta Maringka, dan Gracia Yubelinda Oroh, memberikan apresiasi atas jasa almarhum bagi daerah.

​”Untuk dedikasi dan pengabdian Pak Berty buat negara, buat daerah Sulawesi Utara khususnya, kami mengucapkan terima kasih. Dengan demikian, kami melepaskan kepergian Ir. Lexie Berty Napoleon Solang,” ujar Schramm dengan penuh haru sembari menyampaikan belasungkawa mendalam agar keluarga yang ditinggalkan diberi penghiburan.

​Profil dan Jejak Pengabdian Ir. Berty Solang
​Dalam suasana duka tersebut, putra tercinta almarhum, Orion Solang, membacakan riwayat hidup sang ayah yang menggambarkan sosok multi-talenta. Lahir di Ratahan pada 26 April 1960, Ir. Lexie Berty Napoleon Solang merupakan putra sulung dari enam bersaudara pasangan almarhum Yesaya Po Solang dan almarhumah Yuliana Lan Pongulu.

Sosok yang dikenal hangat ini membangun keluarga bahagia bersama Pdt. Priskila Tampemawa dan dikaruniai dua orang putra, Orion Solang, B.Sc serta Dion Andreas Solang, ST.

​Perjalanan hidup almarhum diwarnai dengan segudang prestasi sejak usia muda. Menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Silian, Tombatu, dan Amurang, Berty muda sempat mencatatkan namanya sebagai Runner-up Nyong dan Noni Sulut utusan Kecamatan Amurang, hingga menyandang gelar bergengsi Nyong Kepribadian Sulut.

Kecintaannya pada dunia agraria kemudian membawanya menyelesaikan studi di Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado.

​Dedikasi Berty di sektor pertanian Sulawesi Utara diakui secara nasional. Beliau dikenal luas sebagai salah satu pionir pengembangan tanaman buah di Sulawesi Utara, termasuk budidaya semangka, tomat apel, dan melon.

Atas inovasi dan kerja kerasnya, Berty menerima penghargaan prestisius dari Presiden Republik Indonesia sebagai Petani Nelayan Andalan Teladan Nasional pada tahun 1991.

Selain bertani, beliau juga aktif melatih generasi muda dan kelompok tani melalui Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S).

​Di ranah organisasi dan politik, kiprah almarhum begitu mentereng. Berty tercatat pernah menjabat sebagai Ketua KTNA Sulawesi Utara selama tiga periode, Wakil Ketua KTNA Nasional tahun 2008, hingga Wakil Ketua HKTI Sulawesi Utara.

Amanah masyarakat membawanya duduk sebagai Anggota DPRD Sulawesi Utara periode 2009-2014 dari Daerah Pemilihan Minsel-Mitra melalui Partai Gerindra, di mana beliau juga menjabat sebagai Wakil Ketua Partai Gerindra Sulawesi Utara.

​Namun, sejak tahun 2019, almarhum diketahui berjuang melawan penyakit jantung. Pada rentang Desember 2025 hingga Maret 2026, kondisi kesehatan beliau menurun akibat tumor paru-paru.

Setelah menjalani perawatan intensif di RSUP Kandou, RS ODSK, dan RS Siloam, Ir. Lexie Berty Napoleon Solang menghembuskan napas terakhir di RSUP Kandouw Manado pada 22 Maret 2026 pukul 17.52 Wita di usia 65 tahun.

​”Kami percaya Papa Lexie sekarang telah bebas dari rasa sakitnya dan senang bersama Bapa di Sorga. Terima kasih untuk dukungan semua pihak bagi keluarga kami,” tutup Orion Solang mengakhiri pembacaan riwayat hidup sang ayah.

Exit mobile version