Bahu (Manado), SUDARA.ID – Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., secara resmi melantik 13 anggota Senat Unsrat yang baru. Upacara pelantikan tersebut berlangsung khidmat di Aula A lantai 4 Gedung Rektorat Unsrat, Rabu (14/10/2026).
Kegiatan penting ini turut dihadiri oleh para Wakil Rektor, Dekan, Ketua – Ketua Lembaga dan Kepala Biro Universitas Sam Ratulangi yang menyaksikan langsung jalannya prosesi pengucapan sumpah dan janji jabatan.
Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk percepatan penyesuaian tata kelola kelembagaan perguruan tinggi dengan Statuta Unsrat 2025.
Adapun 13 anggota senat yang dilantik dalam kesempatan tersebut adalah:
1. Dr. dr. Rocky Wilar, SpA-K
2. dr. Carla Felly Kairupan, PhD
3. Prof. Dr. Ir. Tiltje Andretha Ransaleleh, M.Si.
4. Prof. Dr. Emma Valentina Teresha Senewe, S.H., M.Hum.
5. Prof. dr. Vennetia Ryckerens Danes, M.Sc., Ph.D.
6. Prof. Dr. dr. John Johannes Ezechiel Wantania, Sp.OG (K)
7. Dr. Ir. Heidy Jultje Manangkot, M.Si.
8. Dr. dr. Wulan Pingkan Julia Kaunang, Grad.Dip., M.Kes., D.K.
9. Dr. Ir. Aristotulus Ernst Tungka, S.T., M.T.
10. Dr. Flora Prisilla Kalalo, S.H., M.H.
11. Dr. Joubert Barens Maramis, S.E., M.Si.
12. Dr. Arter Jodi Senduk, S.S., M.Hum.
13. Dr. dr. Chreisye Kardinalia Fransisca Mandagi, M.P.H.
Plt. Rektor Unsrat, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., menegaskan pentingnya momen pelantikan ini bagi keberlangsungan institusi. Saat ditemui awak media usai agenda pelantikan, ia menyebut langkah ini sebagai momentum krusial untuk menjaga kepatuhan aturan kampus.
”Hari ini adalah momentum terbaik untuk kita menata penyesuaian dengan statuta. Dengan terbitnya Statuta 2025, ini kan menjadi masalah ketika tidak sempat disesuaikan sampai tenggat waktu yang diberikan,” ujar Prof. Jamaluddin.
Ia menuturkan bahwa penyesuaian keanggotaan senat ini seharunya direalisasikan sejak pertengahan tahun agar tidak berimplikasi pada keabsahan legalitas kampus.
”Sehingga akan menjadi bermasalah buat UNSRAT kalau tidak ada pergantian atau penyesuaian keanggotaan senat berdasarkan statuta yang diperintahkan harusnya di bulan Juni. Jadi memang ada keterlambatan, tapi lebih bagus terlambat daripada tidak,” tutur Prof. Jamaluddin.
Lebih lanjut, pimpinan Universitas Sam Ratulangi tersebut membeberkan bahwa seluruh tahapan penyesuaian ini telah melewati pembahasan intensif bersama kementerian terkait.
“Dan ini sudah mendapat persetujuan, sudah mendapat, sudah dibahas juga dengan Kemendiktisaintek, dengan Biro Hukum, dengan Irjen, dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, bagaimana mekanismenya dan bagaimana penerapan berbagai syarat-syarat di dalam meng-update senat UNSRAT yang sesuai dengan statuta,” ucap Prof. Jamaluddin memaparkan proses harmonisasi aturan tersebut.
Rasa syukur turut diungkapkan oleh orang nomor satu di Unsrat tersebut atas terselesaikannya keabsahan struktur senat universitas.
“Jadi hari ini kita bersyukur karena senat Universitas Sam Ratulangi tidak ada lagi masalah dengan kesesuaian dengan statuta,” kata Prof. Jamaluddin menegaskan posisi legalitas senat saat ini.
Guna memberi gambaran mengenai urgensi kepatuhan hukum kelembagaan, ia pun memberikan perbandingan situasi yang terjadi di kampus lain.
”Ada contoh beberapa universitas yang sudah melakukan Pilrek malah, ya, sudah ada suara terkumpul tapi dibatalkan. Karena kenapa? Dianggap anggota senatnya tidak sesuai statuta, sehingga bekerja panjang lagi, pemilihan ulang lagi, dipilih,” ungkap Prof. Jamaluddin membeberkan risiko pelanggaran statuta.
Belajar dari dinamika kampus lain, Prof. Jamaluddin memastikan bahwa Unsrat mengambil langkah yang jauh lebih terukur dan taat asas.
”Hari ini kita enggak perlu mengalami hal yang sama karena kita bekerja lebih taktis, strategis, dan berkonsultasi setiap saat kepada Kemendiktisaintek untuk legal formalnya seperti apa. Jadi, ini akan bekerja mulai hari ini untuk statuta, anggota senat berdasarkan statuta baru,” terang Prof. Jamaluddin mengenai efisiensi kerja yang diterapkan.
Langkah ini diambil demi menjaga agenda besar keberlanjutan kepemimpinan di Universitas Sam Ratulangi agar berjalan lancar tanpa hambatan prosedural.
”Target kita sebenarnya adalah bagaimana proses transisi kepemimpinan ini bisa segera kita selesaikan dengan cara yang efektif, yang fair, yang sesuai aturan, tapi juga enggak terlalu lama,” tutur Prof. Jamaluddin menyampaikan target kerja institusi.
Menanggapi jadwal agenda kerja berikutnya, ia mendorong seluruh anggota senat yang baru saja dilantik untuk segera merapatkan barisan dan menyatukan visi pembangunan kampus.
”Jadi, teman-teman di senat saya harapkan di rapat siang nanti, jam 12:00, 1 jam lagi dari sekarang, kita akan mulai memikirkan program, karena rektor itu bagian dari senat, tapi juga rektor bertanggung jawab karena dia yang melantik senat, sehingga ini sebenarnya adalah satu unsur. Kita enggak bicara dikotomi antara senat dengan eksekutif legislatif, enggak ada seperti itu,” kata Prof. Jamaluddin mengarahkan sinergi internal.
Ia menekankan bahwa tidak ada pembagian faksi atau pemisahan kewenangan yang kaku di dalam struktur tata kelola perguruan tinggi.
”Sebenarnya kita tidak ada trias politika atau dwifungsi dan sebagainya, yang ada itu adalah bahwa ini adalah satu organisasi yaitu Universitas Sam Ratulangi, sehingga semua harus satu tujuan, bagaimana tata kelola Universitas Sam Ratulangi ini bekerja sebaik-baiknya berdasarkan aturan yang ada, dan juga tentu dengan kolaborasi antara seluruh pimpinan, seluruh tokoh-tokoh unsur, seluruh komponen yang ada, termasuk mungkin dukungan sivitas akademika dan juga para alumni dan sebagainya untuk melihat, termasuk tentu pengawas, dewan penyantun, kementerian,” lanjut Prof. Jamaluddin menjelaskan pentingnya integrasi seluruh pemangku kepentingan.
Menutup pernyataannya, Prof. Jamaluddin mengajak seluruh jajaran pimpinan dan anggota senat untuk membawa Unsrat kembali melaju pesat serta menyongsong penetapan kepemimpinan definitif.
”Ayo, Unsrat harus bangkit kembali untuk kemudian menetapkan rektor definitif dalam waktu yang tak terlalu lama,” tegas Prof. Jamaluddin mengakhiri keterangannya.
Selain melantik keanggotaan senat, pada kesempatan yang sama Prof. Jamaluddin turut melantik sejumlah pejabat struktural baru di lingkungan Universitas Sam Ratulangi, yakni:
1. Dr. dr. Rocky Wilar, Sp.A(K) – Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni
2. dr. Carla Felly Kairupan, Ph.D. – Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat
3. Dr. Hendrik Gamaliel, S.E., Ak., M.Si. – Wakil Direktur Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Program Pascasarjana
4. Dr. Lingkan Easter Tulung, S.Sos., M.Pub.Pol. – Koorprodi S2 Pengelolaan Sumber Daya Pembangunan Program Pascasarjana
5. Glanny Martial Christiaan Mangindaan, S.T., M.T., Ph.D. – Koorprodi Program Profesi Insinyur Program Pascasarjana
6. Dr. Ir. Diane Deibij Pioh, M.Si. – Koorprodi S3 Ilmu Pertanian Program Pascasarjana
7. Danny David Samuel Mukuan, S.Sos., M.Si. – Koorprodi Ilmu Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
(Ridho L Tobing)
