Ragam

Remaja Masjid dan Panji Yosua Kawal Pawai Paskah di Manado, Wujud Nyata Toleransi

Remaja Masjid dan Panji Yosua Kawal Pawai Paskah di Manado, Wujud Nyata Toleransi. (Ft : Rolando Ferdian / sudara.id)

Manado, sudara.id – Semangat toleransi antarumat beragama kembali ditunjukkan di Manado. Remaja Masjid Firdaus Boulevard bersama Panji Yosua turut ambil bagian dalam pengamanan Pawai Paskah Jemaat Gereja Abraham Sario, Sabtu (4/4/2026).

Kegiatan ini juga melibatkan pemerintah setempat dan aparat kepolisian, dipimpin Lurah Titiwungen Selatan Allen Fabiano Ngantung serta Kapolsek Sario Iptu Ronald Hinonanung.

Pengamanan dilakukan sebagai bentuk nyata kebersamaan dan toleransi antarumat beragama di Kota Manado yang dikenal dengan julukan kota toleransi.

Pawai Paskah diikuti oleh 13 kolom Jemaat Gereja Abraham Sario. Peserta berjalan kaki menyusuri sejumlah ruas jalan utama, mulai dari Jalan Sam Ratulangi, Lapangan KONI, Jalan Piere Tendean Boulevard, hingga kembali finis di Gereja Abraham Sario.

Boulevard Ramadhan Fest Season 6 Sukses Digelar, Remaja Nurul Falah Sindulang Raih Juara Lomba Musik Sahur

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman dan lancar berkat sinergi berbagai pihak yang terlibat.

Lurah Titiwungen Selatan, Allen Fabiano Ngantung, menyampaikan apresiasi kepada Remaja Masjid Firdaus yang telah berpartisipasi dalam pengamanan kegiatan tersebut.

“Terima kasih banyak buat adik-adik Remaja Masjid Firdaus yang sudah menjaga dan mengawal jalannya kegiatan Pawai Obor GMIM Abraham Sario Sentra sehingga boleh berjalan dengan baik dan lancar. Biarlah kebersamaan ini akan terus kita jaga,” ujarnya.

Ia juga berharap nilai kebersamaan dan toleransi yang telah terjalin dapat terus dipertahankan dalam kehidupan bermasyarakat.

Meriah dan Penuh Hikmad, “Gebyar Kemerdekaan Part 2 2025” Sajian Spesial dari Remaja Masjid Firdaus

Kegiatan ini menjadi simbol kuat kerukunan antarumat beragama di Manado. Kolaborasi antara remaja masjid dan komunitas gereja menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk saling menjaga dan menghormati.

Semangat “Torang Samua Basudara” kembali ditegaskan sebagai identitas masyarakat Sulawesi Utara yang menjunjung tinggi persaudaraan dan toleransi. Mz

Exit mobile version