Berita UtamaBitungKesehatan

Resmikan Hemodialisis RSMN, Gubernur Yulius Atensi Usulan Walikota Hengky Upgrade RSUD Bitung Tipe C

Gubernur Sulut, Mayjend TNI (Purn) Yulius Selvanus SE didampingi Ketua TP PKK Sulut, Ny. Anik Yulius Selvanus saat meresmikan Unit Pelayanan Hemodialisis UPTD Rumah Sakit Manembo-nembo (RSMN) Tipe C Bitung, disaksikan oleh Walikota Bitung, Hengky Honandar SE dan Wakil Walikota Randito Maringka S Sos, bersama Direktur RSUD Manembo-Nembo, Dr. dr. Nicolas Chally Tirayoh, M.Kes, FISQua. (Foto: Istimewa)Gubernur Sulut, Mayjend TNI (Purn) Yulius Selvanus SE didampingi Ketua TP PKK Sulut, Ny. Anik Yulius Selvanus saat meresmikan Unit Pelayanan Hemodialisis UPTD Rumah Sakit Manembo-nembo (RSMN) Tipe C Bitung, disaksikan oleh Walikota Bitung, Hengky Honandar SE dan Wakil Walikota Randito Maringka S Sos, bersama Direktur RSUD Manembo-Nembo, Dr. dr. Nicolas Chally Tirayoh, M.Kes, FISQua. (Foto: Istimewa)
Gubernur Sulut, Mayjend TNI (Purn) Yulius Selvanus SE didampingi Ketua TP PKK Sulut, Ny. Anik Yulius Selvanus saat meresmikan Unit Pelayanan Hemodialisis UPTD Rumah Sakit Manembo-nembo (RSMN) Tipe C Bitung, disaksikan oleh Walikota Bitung, Hengky Honandar SE dan Wakil Walikota Randito Maringka S Sos, bersama Direktur RSUD Manembo-Nembo, Dr. dr. Nicolas Chally Tirayoh, M.Kes, FISQua. (Foto: Istimewa)

Bitung, SUDARA.ID – Walikota Bitung, Hengky Honandar SE, menegaskan komitmennya untuk terus memacu peningkatan fasilitas kesehatan di Kota Cakalang. Langkah strategis ini mendapat angin segar setelah Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE didampingi Ketua TP PKK, Ny Anik Yulius Selvanus, secara resmi membuka Unit Pelayanan Hemodialisis UPTD Rumah Sakit Manembo-nembo (RSMN) Tipe C Bitung, pada Senin (6/7/2026).

Fasilitas baru ini menjadi jawaban konkret atas penantian panjang pasien gagal ginjal di Kota Bitung. Kehadiran unit ini diharapkan mampu memangkas antrean panjang, sekaligus memotong jarak agar masyarakat tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke Kota Manado demi mendapatkan layanan cuci darah berkala.

Walikota ​Hengky Honandar didampingi Ketua TP PKK Kota Bitung, Ny. Ellen Honandar Sondakh SE dan Wakil Walikota Bitung, Randito Maringka S Sos, tampak menyambut hangat kedatangan rombongan Pemprov Sulut, bersama Direktur RSUD Manembo-Nembo, Dr. dr. Nicolas Chally Tirayoh, M.Kes, FISQua. Bagi jajaran Pemerintah Kota Bitung, kehadiran layanan ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum krusial untuk mendorong pemerataan layanan medis yang lebih tinggi.

​Di sela-sela peresmian di Gedung Unit Hemodialisis RSMN, Walikota Hengky Honandar memanfaatkan momentum tersebut untuk menyuarakan aspirasi mendasar warga Bitung. Ia meminta dukungan penuh pemerintah provinsi agar bersedia mengawal peningkatan status RSUD Kota Bitung dari Tipe D naik kelas menjadi Tipe C.

​Langkah taktis Hengky ini langsung mendapat respons positif dari Gubernur Yulius Selvanus, yang berjanji akan ikut mengawal dan mendorong usulan tersebut ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

​”Tadi Pak Walikota sudah menyampaikan harapannya agar RSUD Kota Bitung bisa naik menjadi Tipe C. Kita akan bantu dorong ke Kementerian Kesehatan. Kota sebesar Bitung sudah seharusnya memiliki rumah sakit dengan fasilitas yang lebih memadai,” ungkap Gubernur Yulius, mengamini memperjuangkan komitmen Walikota Bitung tersebut.

​Gubernur bahkan sepakat dengan Hengky bahwa Kota Bitung tidak boleh kalah start dari wilayah kabupaten lain di Sulawesi Utara, seperti Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Utara, Minahasa Tenggara, dan Bolaang Mongondow Timur, yang saat ini juga tengah gencar membangun fasilitas kesehatan daerah.

​Kehadiran unit hemodialisis pertama di RSMN Bitung ini menjadi buah manis dari sinergi yang terus dibangun oleh Hengky Honandar bersama jajaran Pemprov Sulut. Sebelum fasilitas ini ada, masyarakat Bitung yang membutuhkan terapi cuci darah harus menempuh perjalanan melelahkan ke kota Manado, yang menguras energi, waktu, dan biaya yang tidak sedikit.

​Meskipun saat ini baru tersedia empat unit alat hemodialisis bantuan Pemprov dengan kapasitas sekitar delapan pasien per hari, Hengky menilai ini adalah fondasi awal yang sangat berharga. Terlebih, tantangan pelayanan kesehatan di Bitung masih cukup besar karena ada sekitar 180 pasien yang masuk dalam daftar antre rutin.

​Sinergi pembangunan ini juga sejalan dengan komitmen Pemprov Sulut dalam menjaga tren positif Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah yang kini menyentuh angka 76,32, serta Angka Harapan Hidup (AHH) Sulut sebesar 74,44 tahun—tertinggi di Pulau Sulawesi.

​Walikota Bitung berharap, melalui hadirnya layanan cuci darah yang dekat dan bermutu ini, kualitas hidup masyarakat Bitung dapat terus terjaga tanpa perlu dibayangi kesulitan akses geografis maupun biaya akomodasi keluar daerah.

​Catatan Redaksi: Diplomasi Kesehatan Seorang Kepala Daerah

​Dari sudut pandang kebijakan lokal, peresmian Unit Hemodialisis di RSMN Bitung menjadi panggung pembuktian bagi Walikota Hengky Honandar. Di tengah keterbatasan fiskal dan fasilitas daerah, langkah diplomasi politik kesehatan yang dilakukannya kepada Gubernur Sulut membuahkan hasil nyata berupa pemenuhan kebutuhan dasar warganya.

​Bagi penderita gagal ginjal, kehadiran mesin dialisis di kota sendiri adalah tentang mempertahankan hidup dengan lebih bermartabat. Upaya keras Walikota Hengky Honandar yang terus mendesak peningkatan status rumah sakit ke Tipe C menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Bitung tidak ingin sekadar menjadi penonton di tengah laju pembangunan kesehatan Sulawesi Utara. Ini adalah investasi kemanusiaan yang nyata dari seorang kepala daerah untuk melayani rakyatnya dengan prinsip cepat, dekat, dan bermutu.

Exit mobile version