Bitung, SUDARA.ID – Pemerintah Kota Bitung bergerak cepat memperkuat benteng pertahanan ekonomi daerah di tengah dinamika pasar tahun 2026. Langkah strategis ini ditandai dengan dibukanya secara resmi High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Bitung oleh Walikota Bitung, Hengky Honandar, S.E.
Forum tertinggi pengendalian inflasi ini digelar sebagai respon proaktif pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memastikan daya beli masyarakat tetap aman.
Dalam arahannya, Walikota Hengky Honandar menegaskan bahwa HLM TPID bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan wadah koordinasi krusial untuk memetakan tantangan ekonomi ke depan. Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci utama dalam meredam gejolak harga komoditas pokok di pasaran.
”Kita harus memastikan seluruh instansi bergerak seirama. Fokus utama kita adalah menjaga ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan keterjangkauan harga agar masyarakat tidak terbebani,” ujar Hengky saat membuka kegiatan tersebut.
Pertemuan strategis ini juga dihadiri langsung oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Joko Supratikto, S.E., M.M. Kehadiran pucuk pimpinan BI Sulut ini mempertegas komitmen kolaborasi moneter dan fiskal di tingkat daerah, khususnya dalam memformulasikan kebijakan penanganan inflasi yang berbasis data dan tren pasar terkini.
Selain itu, forum ini turut dihadiri oleh unsur Forkopimda Kota Bitung, jajaran kepala perangkat daerah, pimpinan instansi vertikal, serta pemangku kepentingan terkait lainnya.
Melalui penguatan sinergi antara Pemkot Bitung, Bank Indonesia, dan seluruh stakeholder di awal tahun 2026 ini, TPID Kota Bitung diharapkan dapat melahirkan rekomendasi kebijakan yang taktis dan efektif. Langkah konkret ini ditargetkan mampu menjaga stabilitas makroekonomi daerah secara berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat Bitung.
