Manado, SUDARA.ID – Kejayaan Sulawesi Utara (Sulut) sebagai salah satu sentra perkebunan kelapa terbesar dan paling ikonik di Indonesia menapaki babak baru di kancah internasional. Wilayah yang lekat dengan identitas “Bumi Nyiur Melambai” ini resmi didaulat menjadi tuan rumah perhelatan akbar World Coconut Day (WCD) 2026 yang diselenggarakan di Courtyard by Marriott Manado Hotel pada 7 hingga 10 Oktober 2026.
Penunjukan ini sekaligus mempertegas posisi daerah sebagai poros utama industri kelapa dunia di era modern—mengubah warisan alam lokal menjadi pusat perhatian sekaligus kekuatan ekonomi strategis di kancah global.
Ajang bergengsi ini diinisiasi melalui kolaborasi strategis antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama International Coconut Community (ICC). Mengusung tema global “Coconut in Times of Uncertainty: Securing Food, Energy, and Livelihoods” (Kelapa di Tengah Ketidakpastian: Menjamin Pangan, Energi, dan Penghidupan), forum ini menyoroti peran krusial komoditas kelapa dalam memperkuat ketahanan pangan, penyediaan energi terbarukan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat petani di tengah dinamika global.
Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, bersama Direktur Eksekutif ICC, Dr. Jelfina C. Alouw, sebelumnya telah mematangkan persiapan melalui pertemuan koordinasi tingkat tinggi. Dalam kesempatan tersebut, ditekankan pentingnya hilirisasi industri kelapa untuk memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih luas bagi para petani lokal.
Komitmen kepemimpinan di tingkat pusat dan daerah turut mendapat apresiasi global. ICC dijadwalkan akan menganugerahkan penghargaan khusus kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas kebijakan strategis beliau dalam memperluas mandat Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) yang kini mencakup komoditas strategis seperti kelapa dan kakao. Selain itu, Gubernur Yulius Selvanus juga akan menerima penghargaan kehormatan dari ICC atas capaian gemilang dalam mendorong pertumbuhan sektor perkebunan di Sulawesi Utara hingga mencapai angka 48,2%.
Rangkaian Acara Komprehensif
Selama empat hari penyelenggaraan, WCD 2026 akan memadukan agenda bisnis, ilmu pengetahuan, peningkatan kapasitas, hingga pariwisata budaya yang melibatkan delegasi dari 21 negara anggota ICC, para ahli internasional, investor, akademisi, serta petani.
Beberapa agenda utama yang siap digelar meliputi:
1. Konferensi Internasional (International Conference): Diskusi tingkat tinggi yang membahas isu strategis serta peluang global di sektor perkelapaan.
2. Pameran Kelapa Internasional (International Coconut Exhibition): Menampilkan produk inovatif, teknologi pertanian terkini, serta mesin pengolahan kelapa skala global.
3. Pertemuan B2B & Forum Investasi (B2B Meetings & Investment Forum): Mempertemukan langsung pelaku bisnis, eksportir, importir, dan lembaga keuangan untuk membuka peluang kerja sama perdagangan.
4. Program Peningkatan Kapasitas & Lokakarya: Pelatihan praktik terbaik (best practices) bagi pemangku kepentingan serta lokakarya khusus kultur jaringan.
5. Kunjungan Lapangan Teknis (Technical Field Visit): Meninjau langsung praktik terbaik di perkebunan dan fasilitas pengolahan kelapa di Sulawesi Utara.
6. Kegiatan Budaya & Pariwisata: Mulai dari pameran produk hingga Kompetisi Paduan Suara Lagu Kelapa Internasional (International Coconut Choir Competition) yang dirancang untuk menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara.
Melalui perhelatan akbar ini, Sulawesi Utara optimistis dapat memperluas jangkauan pasar produk kelapa lokal ke kancah global, sekaligus mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan berbasis perkelapaan yang berpihak pada kesejahteraan petani. (Ridho L Tobing)
