Manado, SUDARA.ID – Kolonel CKM (Purn) dr Fredrik P Demmassabu resmi mengemban tongkat estafet kepemimpinan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sulawesi Utara Masa Bakti 2026-2031. Di bawah nakhoda baru, PMI Sulut berkomitmen penuh untuk merevitalisasi peran organisasi menjadi sebuah “rumah bersama” yang inklusif, responsif, dan bergerak tanpa pamrih dalam melayani masyarakat di Bumi Nyiur Melambai.
Amanah besar tersebut resmi dipangku Fredrik setelah dirinya bersama jajaran Dewan Kehormatan dan Pengurus Provinsi PMI Sulut dilantik langsung oleh Ketua Umum PMI Pusat, Muhammad Jusuf Kalla, di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Senin (15/6/2026).
Prosesi sakral yang menandai babak baru gerakan kemanusiaan di Sulut ini turut didampingi langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE.
Dalam sambutan perdana pasca pelantikan, Fredrik Demmassabu tidak mampu menyembunyikan rasa syukur sekaligus keharuan atas kepercayaan besar yang diletakkan di pundaknya untuk memimpin selama lima tahun ke depan. Baginya, mandat ini bukan sekadar jabatan struktural, melainkan sebuah panggilan jiwa.
”Ini sebuah anugerah moral yang besar untuk mengabdi tanpa pamrih,” ungkap Fredrik dengan penuh takzim.
Sebagai nakhoda baru, Fredrik sangat menyadari bahwa tantangan kemanusiaan ke depan—terutama dalam penanggulangan bencana, donor darah, dan aksi sosial—menuntut pergerakan yang cepat dan presisi. Ia menegaskan posisi PMI sebagai mitra strategis pemerintah yang tidak boleh berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus melebur bersama seluruh elemen masyarakat.
Demi mewujudkan pelayanan yang maksimal dan menyentuh langsung akar rumput, Fredrik secara terbuka mengetuk kepedulian publik dan memohon dukungan penuh dari jajaran eksekutif daerah.
”Kami meminta bantuan dan dukungan dari pemerintah serta masyarakat. Mari jadikan PMI sebagai rumah bersama agar kami bisa menjadi yang tercepat memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan dalam tugas-tugas kemanusiaan,” kata Fredrik menegaskan visinya.
Komitmen tinggi yang disuarakan Fredrik ini langsung mendapat respons positif dan tantangan balik dari Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling. Gubernur YSK meminta Fredrik beserta seluruh pengurus baru untuk langsung tancap gas tanpa menunda waktu.
”Saya harap setelah dilantik langsung berkoordinasi dengan instansi terkait. Kalau bisa segera membuka posko kemanusiaan, donor darah, dan kegiatan sosial lainnya. Ini menjadi tantangan bagi pengurus baru PMI Sulut,” tegas Gubernur Yulius, seraya menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk berkolaborasi.
Di sisi lain, Ketua Umum PMI Jusuf Kalla memberikan pembekalan penting bagi kepemimpinan Fredrik ke depan. JK mengingatkan bahwa modal terbesar yang harus dijaga oleh Fredrik adalah kepercayaan masyarakat (public trust), mengingat Sulawesi Utara merupakan daerah dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi.
”Prinsip PMI adalah dalam waktu enam jam harus sudah sampai di lokasi bencana di mana pun berada. Itu adalah bukti bahwa kepercayaan yang diberikan harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. Saudara-saudara yang baru dilantik harus langsung bekerja,” ujar JK mematok standar kerja.
Dengan pelantikan ini, Fredrik Demmassabu kini resmi memimpin gerbong kemanusiaan PMI Sulut. Publik kini menanti sepak terjang dan pembuktian dari visi “rumah bersama” yang diusung Fredrik dalam membawa PMI Sulut menjadi garda terdepan yang tanggap, cepat, dan humanis di tengah masyarakat.
