Yogyakarta, SUDARA.ID – Karakter petarung sejati sukses dipertontonkan Persma 1960 Manado. Menghadapi laga hidup-mati pada matchday pamungkas Grup S babak 32 besar Liga 4 Nasional, tim kebanggaan masyarakat Sulawesi Utara ini sukses menyegel tiket lolos ke babak 16 besar setelah menumbangkan PSP Padang dengan skor tipis 1-0 di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Senin (15/6/2026).
Kemenangan dramatis ini sekaligus mengubur ambisi PSP Padang yang juga mengincar slot ke fase gugur. Sebaliknya bagi Persma, hasil ini menjadi pembuktian mentalitas baja mereka yang sempat terseok-seok di papan klasemen.
Disiplin Tinggi dan Mentalita Baja
Sejak peluit pertama dibunyikan, tensi pertandingan langsung memuncak. Berada dalam situasi wajib menang, skuad berjuluk Badai Biru ini langsung berinisiatif menekan. Gol tunggal kemenangan yang dinanti-nanti akhirnya lahir pada menit ke-17 lewat sepakan Riandy Subuh. Memanfaatkan skema serangan yang dibangun dengan determinasi tinggi, ia sukses melepaskan tembakan ke sisi kanan gawang PSP Padang yang gagal dijangkau oleh penjaga gawang lawan.
Setelah unggul, ujian sesungguhnya bagi Persma baru dimulai. PSP Padang yang tertinggal langsung mengurung pertahanan Persma. Namun, disiplin organisasi permainan dan ketenangan lini belakang yang dikomandoi punggawa Manado berhasil mementahkan setiap gelombang serangan lawan hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.
Apresiasi untuk Dukungan Penuh dari Daerah
Keberhasilan bangkit dari situasi sulit ini disambut emosional oleh manajemen. Direktur Persma 1960 Manado, Meyvo Rumengan, yang mengawal langsung perjuangan tim di Yogyakarta, tidak dapat menyembunyikan rasa syukur dan harunya.
”Apresiasi tertinggi untuk perjuangan tanpa lelah para pemain di lapangan. Terima kasih juga kepada Gubernur Sulawesi Utara, Pak YSK, yang selalu mendukung dan mensupport Persma dalam segala hal. Dukungan total ini menjadi bahan bakar motivasi yang sangat besar bagi tim untuk terus berprestasi dan membawa nama harum Sulawesi Utara di pentas nasional,” ujar Meyvo usai laga.
Senada dengan Meyvo, Ketua Panitia Pelaksana Liga 4 Piala Gubernur Sulut, Fighter Aprilia, turut memberikan ucapan selamat atas capaian luar biasa ini. Menurutnya, kelolosan ini menjadi bukti bahwa sepak bola Sulawesi Utara kembali menggeliat dan siap berbicara banyak di level nasional.
Tantangan Lebih Berat di 16 Besar
Keluar dari lubang jarum babak 32 besar bukan akhir dari cerita. Di babak 16 besar nanti, Persma 1960 Manado dipastikan akan menghadapi lawan-lawan yang secara kualitas jauh lebih mapan dan diunggulkan.
Namun, melihat grafik permainan yang terus meningkat serta pulihnya mental bertarung anak-anak Manado, asa masyarakat Sulawesi Utara untuk melihat tim kesayangannya melangkah lebih jauh hingga promosi ke kasta tertinggi tetap menyala kerlap-kerlip di ufuk kompetisi. Perjuangan baru saja dimulai!
















