Kairagi Satu (Manado), SUDARA.ID – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Vionita Kuera, tampil menyuarakan harapan dan cita-cita masyarakat kawasan perbatasan dalam Rapat Paripurna DPRD Sulut di Kairagi Satu, Manado, Rabu (2/9/2026). Bertindak sebagai juru bicara Daerah Pemilihan (Dapil) Nusa Utara, Vionita menyerahkan secara langsung berkas laporan hasil reses yang merangkum aspirasi warga Kabupaten Kepulauan Sangihe, Talaud, dan Sitaro.
Dalam forum persidangan resmi tersebut, Vionita menegaskan bahwa pembangunan di wilayah garda terdepan Indonesia membutuhkan perhatian berkesinambungan dan keberpihakan anggaran yang nyata.
”Masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe, Talaud, dan Sitaro mengharapkan Pemerintah Sulawesi Utara untuk dapat menjawab harapan dan cita-cita dalam perbaikan pembangunan, baik di bidang infrastruktur, pendidikan, kesejahteraan sosial, perekonomian, hingga keuangan,” ujar Vionita di hadapan Pimpinan DPRD dan Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE.
Dorong Alokasi Dana APBD dan APBN untuk Wilayah Kepulauan
Vionita menekankan pentingnya penguatan alokasi anggaran, baik berupa bantuan fisik maupun non-fisik, guna memangkas ketimpangan antarwilayah di Sulawesi Utara. Menurutnya, percepatan pembangunan di kawasan kepulauan sangat bergantung pada dorongan pendanaan yang bersumber dari APBD Provinsi maupun dukungan APBN dari pemerintah pusat.
”Kami mengharapkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dapat mengalokasikan dana melalui APBD Provinsi Sulut atau APBN, baik dalam bentuk fisik maupun non-fisik. Kiranya aspirasi masyarakat ini menjadi perhatian kita bersama dan dapat direalisasikan semata-mata untuk kesejahteraan rakyat,” tegasnya.
Komitmen Kawal Rincian Aspirasi Warga Nusa Utara
Legislator asal wilayah perbatasan ini menyampaikan bahwa seluruh rincian usulan masyarakat dari berbagai sektor—mulai dari fasilitas pendidikan, sarana kesehatan, prasarana jalan, hingga akses konektivitas antar-pulau—telah didokumentasikan secara rinci dalam dokumen laporan reses Dapil Nusa Utara.
”Untuk rincian lengkapnya, seluruh aspirasi masyarakat dalam semua bidang tersebut sudah tercantum dalam laporan ini dan kami serahkan langsung kepada Pemprov Sulut untuk ditindaklanjuti,” tuturnya menutup penyampaian.
Dokumen hasil reses Nusa Utara tersebut kemudian diserahkan secara resmi kepada Pimpinan DPRD Sulut dan Gubernur Yulius Selvanus sebagai bahan masukan strategis dalam penyusunan prioritas pembangunan daerah tahun mendatang.
















