Scroll untuk baca artikel
Example 360x360
Example 728x250
Berita UtamaLingkunganPemprov Sulut

Karhutla Gunung Awu Sangihe, Gubernur Yulius Instruksikan Lokalisir Jalur Api dan Kirim Logistik

×

Karhutla Gunung Awu Sangihe, Gubernur Yulius Instruksikan Lokalisir Jalur Api dan Kirim Logistik

Sebarkan artikel ini
PENANGANAN TERPADU KARHUTLA GUNUNG AWU: Kolase Gubernur Yulius Selvanus (foto utama), Bupati Sangihe Michael Thungari saat memadamkan api (inset atas), aksi personel gabungan memblokade jalur api (inset kanan), serta kesiapan bantuan logistik di Sangihe (inset bawah). (Foto: Istimewa/Dok.SUDARA.ID)
PENANGANAN TERPADU KARHUTLA GUNUNG AWU: Kolase Gubernur Yulius Selvanus (foto utama), Bupati Sangihe Michael Thungari saat memadamkan api (inset atas), aksi personel gabungan memblokade jalur api (inset kanan), serta kesiapan bantuan logistik di Sangihe (inset bawah). (Foto: Istimewa/Dok.SUDARA.ID)
Example 468x60

Manado, SUDARA.ID – Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE mengambil langkah taktis guna mempercepat penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Gunung Awu, Kabupaten Kepulauan Sangihe. Usai menerima laporan langsung dari Bupati Kepulauan Sangihe, Gubernur menginstruksikan tim gabungan untuk segera memblokade dan melokalisir area yang tidak terjangkau armada pemadam kebakaran demi mencegah pergerakan api meluas.

​Langkah isolasi ini menjadi prioritas mengingat topografi Gunung Awu yang terjal dan curam, serta keterbatasan akses kendaraan pemadam menuju titik lokasi kebakaran.

Example 300x600

​“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Saya minta seluruh jajaran bergerak cepat, terkoordinasi dan jangan bekerja sendiri-sendiri. Pastikan titik api terus dipantau, cegah api meluas ke perkebunan dan permukiman masyarakat, serta siapkan seluruh dukungan yang dibutuhkan di lapangan,” tegas Yulius.

​Menindaklanjuti arahan kepala daerah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Provinsi Sulawesi Utara Jemmy Ringkuangan, AP, M.Si. menekankan pentingnya skema penanganan yang terintegrasi di bawah satu kendali komando.

Baca juga:   Menakar Realisasi Visi-Misi Yulius-Victor Sepanjang 2025, Menuju Sulawesi Utara Berkelanjutan

​“Arahan Bapak Gubernur jelas: kita harus bergerak dengan satu data, satu komando dan satu gerak. Data titik api, luas terdampak, arah rambatan, kondisi cuaca, personel serta kebutuhan peralatan harus terus diperbarui. Dari data itulah kita menentukan langkah operasional dan dukungan yang diperlukan,” ujar Ringkuangan.

​Ringkuangan menjelaskan bahwa selain memperkuat sekat bakar dan melindungi pemukiman warga, penutupan sementara jalur pendakian Gunung Awu juga terus diberlakukan demi menjamin keselamatan masyarakat.

​“Karhutla adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah hadir, aparat bergerak, dan masyarakat harus ikut menjaga. Target kita jelas: api dikendalikan, masyarakat dilindungi, dan kawasan Gunung Awu kita selamatkan,” pungkas Ringkuangan.

​Selain strategi teknis secara terpadu di medan bencana, Gubernur Yulius turut menginstruksikan pengiriman bantuan logistik untuk menunjang kebutuhan operasional seluruh petugas dan relawan di lapangan. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Utara, Adolf Tamengkel, mengonfirmasi pihaknya terus menjaga koordinasi intensif dengan BPBD Kabupaten Kepulauan Sangihe, TNI, dan Polri.

Baca juga:   Biar Nggak Gaptek dan Kena Tipu, Lansia di Sulut Diajarkan Cara Bijak Bertransaksi Digital

​”Pasca terjadi bencana alam Karhutla di Gunung Awu Sangihe, kami sudah mendapatkan info dari BPBD Sangihe dan kita selalu intens berkomunikasi,” ujar Tamengkel.

​Guna memperkuat sinergi di lapangan, Pemprov Sulut telah berkonsolidasi dengan Karo Ops Polda Sulut. Instruksi tersebut ditindaklanjuti Polres Kepulauan Sangihe dan Kodim setempat untuk bergerak bersama masyarakat sekitar.

​Sesuai arahan langsung Gubernur, Tamengkel diperintahkan bertolak langsung ke Sangihe guna menyalurkan bantuan natura (bahan pangan) bagi personel yang bertugas. Tak hanya logistik pangan, Pemprov Sulut juga menyiagakan perlengkapan pemadam portabel berupa jet shooter yang dikirim melalui jalur laut menggunakan KM Barcelona.

Baca juga:   Harapan Besar akan Kepemimpinan Baru, Yulius Selvanus Penuhi Undangan Komunitas Anak Muda di Hari Sumpah Pemuda

​”Kami juga sudah diperintahkan Pak Gubernur Provinsi Sulut untuk turun langsung membawa bantuan natura di sana. Karena yang sementara penanganan di sana butuh juga bantuan makan,” kata Tamengkel.

​Tamengkel membeberkan bahwa tantangan geografis berupa wilayah kepulauan dan medan ekstrem menjadi kendala utama dalam mobilisasi armada dan peralatan.

​”Sejak awal kami berkoordinasi, namun terus terang karena kendala lautan juga, terus medan di sana juga curam. Kalau mau kirim Damkar saja sulit,” terangnya.

​Langkah taktis serta dukungan logistik yang disalurkan tak hanya bertujuan memadamkan kobaran api, tetapi juga menjaga keselamatan dan stamina para personel yang bertaruh nyawa di lereng Gunung Awu. Komitmen lintas sektor ini diharapkan menjadi benteng utama dalam melindungi masyarakat Sangihe dari dampak bencana.

Loading

Example 300250
Example 120x600
Example 300250 Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *