Scroll untuk baca artikel
Example 360x360
Example 728x250
AdvetorialBerita UtamaPemprov SulutPendidikan

Dari Literasi, Sulawesi Utara Songsong Masa Depan Peradaban Berkelanjutan

×

Dari Literasi, Sulawesi Utara Songsong Masa Depan Peradaban Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE saat menutup secara resmi Festival Literasi Sulawesi Utara tahun 2026. (Foto: SUDARA.ID)
Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE saat menutup secara resmi Festival Literasi Sulawesi Utara tahun 2026. (Foto: SUDARA.ID)
Example 468x60

Lawangirung (Manado), SUDARA.ID –  Kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari megahnya infrastruktur atau tingginya pertumbuhan ekonomi. Di balik pembangunan yang berkelanjutan, dibutuhkan masyarakat yang memiliki pengetahuan mendalam, kemampuan berpikir kritis, kreativitas tinggi, serta akar budaya yang kuat.‎

‎​Semangat inilah yang mengema dalam puncak Festival Literasi Sulawesi Utara (Sulut) 2026 yang resmi ditutup oleh Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E., di Museum Negeri Sulawesi Utara, Jalan W.R. Supratman, Kelurahan Lawangirung, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Minggu (4/10/2026) malam.

Example 300x600

Mengusung tema besar “Merawat Kearifan dan Menciptakan Narasi untuk Masa Depan Peradaban”, festival yang sukses digelar selama tiga hari (2–4 Oktober 2026) ini menjadi ruang perjumpaan gagasan, karya, dan kolaborasi masyarakat dalam membangun ekosistem literasi di bumi Nyiur Melambai.

Festival Literasi Sulawesi Utara Sulawesi Utara 2026. (Foto: Istimewa)

‎​Literasi: Lebih dari Sekadar Membaca dan Menulis

Di hadapan ratusan pelajar, pegiat literasi, unsur Forkopimda, kepala dinas, serta tamu undangan, Gubernur Yulius Selvanus menegaskan bahwa literasi memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar kemampuan membaca dan menulis. Menurutnya, literasi adalah instrumen utama bagi generasi muda untuk memahami realitas, berpikir kritis, serta membaca perubahan zaman secara bijak.

Baca juga:   DPRD Sulut Resmi Bentuk Pansus Bedah LKPJ Gubernur Tahun Anggaran 2025

‎​”Saya sangat sepakat literasi ini harus dihidupkan, harus digalakkan, membawa anak muda untuk menulis, membaca, menganalisa tulisan, hingga menghasilkan produk berupa ide dan solusi bagi pemerintah, masyarakat, serta negeri yang kita cintai bersama,” ujar Gubernur Yulius dalam arahannya yang disambut antusias oleh para peserta.

‎​Gubernur juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Putra-Putri Literasi Sulawesi Utara (PPLSU) di bawah kepemimpinan Ketua Umum Standius Bara Prima, M.I.Kom., serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, atas konsistensi dan gagasan kreatif mereka dalam menghidupkan gerakan literasi hingga ke akar rumput.

‎​Bahkan, sebagai bentuk komitmen nyata kepemimpinan daerah, Gubernur menyatakan siap memberikan dukungan penuh terhadap setiap langkah progresif yang diinisiasi oleh kaum muda.

‎​”Manakala Standius Bara Prima mempunyai ide untuk menghidupkan literasi di Sulawesi Utara, saya dukung seribu persen,” tegasnya.

Baca juga:   Gubernur Yulius Terima Rapor Pemprov Sulut dari Ombudsman: Opini Kualitas Tinggi Tanpa Maladministrasi

Merawat Identitas, Menatap Masa Depan

Di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang bergerak cepat, kemajuan zaman tidak boleh membuat daerah kehilangan jati dirinya. Festival Literasi Sulawesi Utara 2026 membawa pesan penting bahwa merawat kearifan lokal adalah fondasi untuk menciptakan narasi baru tentang masa depan peradaban.

Gubernur Yulius menilai, ajang Pemilihan Putra-Putri Literasi Sulawesi Utara 2026 tidak kalah membanggakan dibandingkan ajang pemilihan duta daerah lainnya. Para finalis dinilai mampu tampil memukau sekaligus mengekspresikan esensi literasi yang melekat dalam jiwa, pikiran, dan perbuatan sehari-hari.

‎​Rangkaian penutupan festival ini turut dimeriahkan dengan berbagai kegiatan edukatif dan kultural, mulai dari bazar buku, pameran seni, pertunjukan musik, hingga pementasan teater sejarah kepahlawanan pahlawan nasional asal Sulut, Maria Walanda Maramis.

Pementasan teater sejarah kepahlawanan pahlawan nasional asal Sulut, Maria Walanda Maramis. (Foto: SUDARA.ID)

Dari Festival Menjadi Gerakan Berkelanjutan

‎​Penutupan Festival Literasi Sulawesi Utara 2026 bukanlah akhir dari sebuah acara, melainkan momentum awal dari gerakan yang harus terus hidup di sekolah-sekolah, kampus, lingkungan keluarga, komunitas, hingga ruang-ruang publik di seluruh penjuru daerah.

Baca juga:   Gubernur Sulut Batasi Penggunaan Ponsel bagi Pelajar, Guru Dilarang Main HP Saat Mengajar

‎​Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berkomitmen untuk memperluas jangkauan gerakan literasi ini hingga menyentuh masyarakat di pelosok pedesaan melalui sinergi lintas sektor.

“Saya berharap bukan hanya sekadar tampil, tetapi saya ingin terus galakkan literasi ini sampai ke tingkat desa-desa. Mari kita bersama-sama membangun Sulut,” pesan Gubernur Yulius.

Gubernur Sulut Yulius Selvanus saat sesi wawancara didampingi Wagub Victor Mailangkay dan Ketua PPLSU, Standius Bara Prima. (Foto: SUDARA.ID)

Mengakhiri sambutannya sekaligus menutup secara resmi perhelatan akbar tersebut, Gubernur berpesan kepada generasi muda Sulawesi Utara agar senantiasa merawat semangat berkarya dan mencintai bangsa melalui tinta dan gagasan.

“Terus kembangkan dirimu melalui literasi dan bidang-bidang lainnya. Kalau kau cinta literasi, kau cinta Indonesia, maka menulislah, berkaryalah, menganalisalah, dan buatlah buku untuk menjadi sejarah yang tak pernah terlupakan ditelan zaman,” pungkasnya.

‎​Dari literasi, lahir pengetahuan. Dari pengetahuan, tumbuh gagasan. Dari gagasan, lahir karya. Dan dari karya nyata inilah, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama generasi mudanya dengan mantap menyiapkan masa depan peradaban yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan. (Advertorial Pemprov Sulut)‎

Loading

Example 300250
Example 120x600
Example 300250 Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *