Sitaro, sudara.id – Aktivitas Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, masih berada pada Level II (Waspada) berdasarkan laporan terbaru periode pengamatan 31 Maret 2026.
Data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menunjukkan aktivitas visual dan kegempaan gunung api setinggi 1.784 mdpl tersebut masih cukup tinggi.
Secara visual, gunung terpantau jelas hingga tertutup kabut tipis. Asap kawah berwarna putih dengan intensitas tebal teramati mencapai ketinggian 20 hingga 50 meter di atas puncak.
Pada malam hari, terlihat sinar api dari kawah utara setinggi sekitar 10 hingga 20 meter. Bahkan, sesekali terjadi guguran lava pijar dengan jarak luncur mencapai 1.000 hingga 1.200 meter ke arah selatan hingga barat daya.
Akses Jalan di Sitaro Terputus Akibat Lahar Dingin Gunung Karangetang
Selain itu, terdengar suara gemuruh dengan intensitas lemah hingga kuat dari area gunung.
Hasil pemantauan mencatat berbagai jenis gempa, di antaranya:
103 kali gempa hembusan 15 kali tremor non-harmonik 6 kali gempa vulkanik dangkal 5 kali gempa guguran 1 gempa tektonik lokal dan 4 tektonik jauh
Satu kejadian gempa juga dilaporkan terasa dengan skala I MMI.
PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi bagi masyarakat dan wisatawan, antara lain:
Tidak mendekati area dalam radius 1,5 km dari Kawah Dua (utara) dan Kawah Utama (selatan) Menghindari area sektoral ke arah selatan–barat daya sejauh 2,5 km Waspada terhadap potensi guguran lava dan awan panas yang bisa terjadi sewaktu-waktu
Masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai berhulu dari puncak gunung juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lahar hujan dan banjir bandang.
Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Karangetang masih berada pada Level II (Waspada). Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kesiapsiagaan serta mengikuti informasi resmi dari instansi terkait. Mz
















