Bitung, SUDARA.ID – Sebagai bentuk respons cepat dan solidaritas kemanusiaan pasca gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,6 yang mengguncang Kota Bitung pada Kamis (2/4), jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung bergerak serentak menggalang aksi kemanusiaan.
Para abdi negara tersebut secara kolektif dan sukarela mengumpulkan bantuan untuk meringankan beban warga yang terdampak bencana. Aksi ini dipusatkan melalui Posko ASN Peduli Pemkot Bitung yang berlokasi di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bitung.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bitung, Ir. Rudi Theno ST MT MAP, yang juga menjabat sebagai Ketua DP Korpri Bitung, menegaskan bahwa gerakan ini merupakan murni inisiatif dari para ASN sebagai bentuk empati terhadap sesama warga Bitung.
”Ini merupakan bentuk kepedulian ASN bagi saudara-saudara kita masyarakat Kota Bitung yang terkena bencana. Bantuan ini adalah murni inisiatif dan donasi dari ASN sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kasih sesama,” ujar Rudy Theno, Sabtu (4/4/2026).
Rudy menambahkan bahwa tidak ada paksaan dalam nominal maupun bentuk bantuan yang diberikan. Prinsip utamanya adalah kerelaan hati untuk membantu mereka yang sedang kesulitan.
Adapun bantuan yang dikumpulkan di Posko ASN Peduli terdiri dari dua jenis utama:
– Bahan Material Bangunan: Untuk membantu rehabilitasi rumah warga yang rusak.
– Uang Tunai: Yang akan disalurkan untuk kebutuhan logistik dan operasional pemulihan pasca-gempa.
Aksi solidaritas ini terasa semakin bermakna karena bertepatan dengan momentum hari besar keagamaan. Para ASN sepakat bahwa momen ini adalah waktu yang tepat untuk mengimplementasikan nilai-nilai spiritual dalam tindakan nyata.
”Makna Paskah sebagai wujud cinta kasih kepada sesama kita implementasikan dalam hal memberi bantuan kepada sesama,” lanjut Rudy.
Gerakan kemanusiaan ini mendapat dukungan penuh dari pucuk pimpinan Kota Bitung. Walikota Bitung, Hengky Honandar SE, bersama Wakil Walikota Randito Maringka, S Sos, turut berdonasi secara pribadi.
Keikutsertaan Walikota dan Wakil Walikota ini menjadi simbol keprihatinan mendalam sekaligus dorongan moril bagi seluruh jajaran pemerintahan dan masyarakat untuk saling bahu-membahu dalam proses pemulihan Kota Bitung pasca-bencana.
















