Manado, SUDARA.ID – Aksi heroik belasan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Manado saat menjinakkan si jago merah di Mega Mall Manado pada Sabtu (16/5/2026) malam lalu, menuai apresiasi tertinggi dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, secara khusus mengundang 11 personel Damkar yang terlibat langsung dalam aksi penyelamatan dramatis tersebut ke Wisma Negara Bumi Beringin, Senin (18/5/2026), untuk menerima penghargaan khusus.
Dalam pertemuan penuh haru tersebut, Gubernur Yulius membeberkan alasannya tidak hadir langsung di lokasi kejadian saat kebakaran hebat itu melanda pusat perbelanjaan terpadat di Manado tersebut. Langkah itu diambilnya lewat perhitungan matang agar tidak memecah fokus petugas di lapangan.
”Saya memang tidak ke lokasi karena khawatir kehadiran pejabat justru akan mengganggu jalannya pemadaman dan mobilitas petugas, mengingat massa saat itu sangat padat. Namun, saya memerintahkan jajaran untuk turun langsung dan saya pribadi terus memonitor kerja keras kalian hingga evakuasi selesai,” ujar Gubernur Yulius di hadapan para personel Damkar.
Mantan Jenderal bintang dua TNI ini mengaku terenyuh sekaligus bangga melihat militansi para petugas yang rela bertaruh nyawa di tengah kepulan asap pekat demi memastikan keselamatan warga yang terjebak.
”Kalian telah menjalankan tugas pokok dengan benar, berani, dan berhasil. Ini harus menjadi contoh bagi semua aparat pelayanan publik. Saya bangga dan berterima kasih,” tegasnya.
Soroti Tantangan Tata Kota Manado
Mengingat karakteristik Kota Manado yang diwarnai kawasan padat penduduk dengan akses jalan yang relatif sempit, Gubernur Yulius mengingatkan bahwa tantangan korps baju pemadam ke depan akan semakin berat. Ia meminta kapasitas teknis dan ketangkasan personel terus diasah lewat latihan yang berkesinambungan.
Tak hanya untuk tim Damkar, Gubernur juga melayangkan desakan kepada manajemen Mega Mall Manado untuk memberikan penghargaan serupa kepada tim keamanan (security) mall. Security dinilai sukses melakukan mitigasi awal dan memimpin evakuasi pengunjung dengan tenang sebelum armada Damkar tiba.
Duka di Balik Penghargaan
Di tengah momentum apresiasi tersebut, rona duka tetap tidak bisa disembunyikan. Gubernur Yulius secara terbuka menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas adanya satu korban jiwa dalam insiden kebakaran tersebut.
”Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya atas adanya satu korban meninggal dunia. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” pungkasnya.
Penghargaan langsung dari orang nomor satu di Sulawesi Utara ini diharapkan tidak sekadar menjadi simbol, melainkan menjadi suntikan moral dan motivasi bagi seluruh petugas lapangan yang saban hari bekerja di garis depan dengan risiko tinggi demi keselamatan publik.
