Bitung, SUDARA.ID – Pemerintah Kota Bitung terus mematangkan langkah digitalisasi hingga ke tingkat tapak. Melalui kolaborasi bersama sektor perbankan, Pemkot Bitung resmi meluncurkan rangkaian program pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis digital di tingkat kelurahan.
Kelurahan Paceda, Kecamatan Madidir, menjadi titik awal pelaksanaan program strategis ini pada Rabu (29/7/2026), bertempat di Kantor Lurah Paceda.
Lurah Paceda, Herold Gerard Every Barauntu, A.Md., mengungkapkan bahwa inisiatif ini dirancang untuk menjawab perubahan pola konsumsi masyarakat sekaligus mendukung visi Bitung sebagai Smart City yang diusung oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Bitung.
”Saat ini tren transaksi nontunai meningkat pesat. Banyak warga yang mulai bertransaksi hanya menggunakan telepon genggam. Mau tidak mau, pelaku UMKM harus beradaptasi agar tidak tertinggal,” ujar Barauntu.
Dorong Pembayaran Digital Bebas Biaya
Menyambut dorongan digitalisasi tersebut, Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Bitung hadir sebagai mitra strategis untuk mempercepat adopsi pembayaran digital bagi para pedagang lokal.
Manager Funding BRI Bitung, Muchamad Tamam, menegaskan komitmen perbankan dalam mendukung program Smart City Pemkot Bitung melalui pilar digitalisasi ekonomi. Dalam sosialisasi tersebut, pihaknya mengenalkan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai solusi utama transaksi bagi UMKM.
”QRIS merupakan inovasi kebanggaan Indonesia yang sangat ramah bagi pelaku usaha kecil. Khusus transaksi di bawah Rp500 ribu, tidak dikenakan biaya alias gratis. Ini sangat cocok untuk UMKM,” jelas Tamam.
Tamam menambahkan, proses pengajuan QRIS bagi para pedagang dibuat sangat mudah dan cepat. Pelaku usaha cukup menyiapkan dokumen dasar berupa KTP, nomor ponsel aktif, alamat pos-el (email), serta buku rekening bank.
”Kami siap menjemput bola. Bagi komunitas pedagang yang ingin beralih ke transaksi digital, silakan hubungi kami dan tim BRI akan turun langsung melakukan sosialisasi serta pendampingan,” tambahnya.
Mewujudkan Smart Economy dari Kelurahan
Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kominfo Kota Bitung, Altin Abram Tumengkol, S.I.P., M.Si., menegaskan bahwa program ini sejalan dengan arahan Wali Kota Bitung agar pembangunan ekonomi daerah berfokus dan dimulai dari tingkat kelurahan.
”Konsep Smart City tidak hanya soal teknologi, tetapi bagaimana teknologi digital dapat meningkatkan kualitas hidup warga dan efisiensi layanan publik. Salah satu pilar utamanya adalah Smart Economy, yakni memberikan dukungan teknologi bagi UMKM, pasar digital, dan industri lokal,” terang mantan Camat Madidir tersebut.
Ia menilai peneraapan QRIS akan membuat transaksi usaha mikro menjadi jauh lebih praktis, fleksibel, dan aman dari risiko uang palsu maupun kendala uang kembalian.
Ke depan, Dinas Kominfo Bitung berkomitmen untuk terus menjembatani perluasan digitalisasi UMKM di seluruh wilayah kota. Pihaknya tengah menyiapkan infrastruktur lanjutan guna mendorong daya saing produk lokal.
”Kami sedang menyiapkan aplikasi berbasis website yang khusus difungsikan sebagai platform promosi produk-produk UMKM lokal. Harapannya, produk unggulan dari Bitung dapat dikenal lebih luas, tidak hanya di pasar lokal tetapi juga nasional,” pungkas Tumengkol.
