Makassar, SUDARA.ID – Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, menekankan pentingnya penguasaan strategi klasik dalam menghadapi persaingan global yang kian kompetitif bagi generasi muda penerus bangsa, saat memberikan motivasi dalam dialog kepemudaan bersama Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Makassar, di sela-sela kunjungan kerjanya ke Sulawesi Selatan, Kamis (26/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Yulius mengajak generasi muda untuk mengadopsi prinsip ahli strategi legendaris, Sun Tzu, sebagai kompas navigasi di era modern.
Gubernur Yulius menggarisbawahi bahwa tantangan masa depan tidak lagi hanya bersifat fisik, melainkan kompetisi intelektual dan manajerial. Ia mengutip filosofi perang Sun Tzu yang relevan untuk diimplementasikan oleh para mahasiswa.
”Mengutip ucapan Sun Tzu, kita harus mengenal diri sendiri dan musuh kita. Dengan pemahaman yang mendalam, seribu kali kita berperang, seribu kali pula kita akan menang. Ini adalah bekal penting bagi pemuda dalam memenangkan persaingan di era global,” ungkap Gubernur Yulius.
Menurutnya, “mengenal musuh” dalam konteks saat ini berarti memahami dinamika pasar kerja, perkembangan teknologi, dan perubahan geopolitik, sementara “mengenal diri” berarti mengasah kompetensi dan integritas pribadi.
Berbagi pengalaman dari dunia militer hingga birokrasi, purnawirawan jenderal bintang dua ini mengingatkan kader GMKI bahwa kesuksesan berakar pada totalitas. Ia menekankan bahwa setiap posisi yang diemban merupakan ladang pengabdian untuk masyarakat dan negara.
Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, menegaskan bahwa esensi dari setiap penugasan adalah konsistensi dalam memberikan dedikasi terbaik bagi negara. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya bagi setiap elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk senantiasa mengedepankan semangat pengabdian di mana pun mereka ditempatkan, tanpa memandang struktur maupun posisi jabatan.
Lebih lanjut, Gubernur Yulius menggarisbawahi bahwa setiap peran yang diambil harus memiliki fokus utama dalam memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. Menurutnya, dedikasi yang dibarengi dengan hasil kerja konkret merupakan pilar fundamental dalam mengakselerasi pembangunan nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.
Menutup arahannya, Gubernur Yulius menegaskan bahwa pemuda adalah motor penggerak utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Ia mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pemain kunci dalam pembangunan.
”Anak muda adalah harapan bangsa. Persiapkan diri kalian dari sekarang, kembangkan kualitas yang kompetitif agar peran sebagai pendorong pembangunan dapat dimainkan secara maksimal,” tutup orang nomor satu di Sulawesi Utara tersebut.
Paparan motivasi yang disampaikan Gubernur Yulius disambut antusias oleh seluruh peserta sepanjang sesi dialog. Para kader muda bangsa tersebut tampak serius menyerap strategi dari sosok yang dinilai mampu menjembatani disiplin militer dengan visi kepemimpinan sipil yang progresif.
Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menyongsong tantangan global melalui penguatan integritas serta peningkatan kapasitas diri.
















