Berita UtamaPemprov SulutPendidikan

Gubernur Yulius Sambut Haru Mendikdasmen, Sekolah di Sulut Banjir ‘Oleh-Oleh’ dari Presiden Prabowo

SENYUM HARU UNTUK PENDIDIKAN SULUT. Gubernur Yulius Selvanus bersama Mendikdasmen Abdul Mu'ti saat meresmikan revitalisasi sekolah se-Sulawesi Utara. Dengan anggaran Rp231 Miliar dari Presiden Prabowo, wajah pendidikan di Bumi Nyiur Melambai kini memasuki babak baru yang lebih modern dan asri. (Foto: Ridho L Tobing)SENYUM HARU UNTUK PENDIDIKAN SULUT. Gubernur Yulius Selvanus bersama Mendikdasmen Abdul Mu'ti saat meresmikan revitalisasi sekolah se-Sulawesi Utara. Dengan anggaran Rp231 Miliar dari Presiden Prabowo, wajah pendidikan di Bumi Nyiur Melambai kini memasuki babak baru yang lebih modern dan asri. (Foto: Ridho L Tobing)
SENYUM HARU UNTUK PENDIDIKAN SULUT. Gubernur Yulius Selvanus bersama Mendikdasmen Abdul Mu'ti saat meresmikan revitalisasi sekolah se-Sulawesi Utara. Dengan anggaran Rp231 Miliar dari Presiden Prabowo, wajah pendidikan di Bumi Nyiur Melambai kini memasuki babak baru yang lebih modern dan asri. (Foto: Ridho L Tobing)

Manado, SUDARA.ID – Dunia pendidikan di Sulawesi Utara (Sulut) mendapat perhatian spesial dari Pemerintah Pusat. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., datang membawa “oleh-oleh” berupa program revitalisasi besar-besaran dan bantuan teknologi pendidikan sebagai wujud nyata kepedulian Presiden RI Prabowo Subianto bagi pendidikan di Bumi Nyiur Melambai.

​Kehadiran Mendikdasmen disambut langsung oleh Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, dalam acara Peresmian Revitalisasi Sekolah se-Provinsi Sulawesi Utara dan peluncuran Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo bertajuk “Wujudkan Sekolah ASRI”, yang dipusatkan di TK Negeri 10 Manado, Selasa (21/4/2026).

​Dalam sambutannya, Menteri Abdul Mu’ti menyampaikan salam hangat dari Presiden Prabowo Subianto kepada masyarakat Sulawesi Utara. Ia mengungkapkan bahwa realisasi revitalisasi sekolah secara nasional tahun 2025 telah melampaui target, dan tahun 2026 ini skalanya akan ditingkatkan secara drastis hingga 71.744 satuan pendidikan.

​“Khusus untuk Sulawesi Utara, revitalisasi mencapai 248 satuan pendidikan, dengan rincian 247 sekolah direvitalisasi dan satu unit sekolah baru. Anggaran yang dikucurkan untuk pembangunan ini mencapai Rp231.045.388.927,” jelas Mendikdasmen saat menandatangani prasasti untuk 150 sekolah dari jenjang TK hingga SMK.

​Tak hanya fisik, aspek digitalisasi juga menjadi prioritas. Menteri membeberkan bahwa sebanyak 3.760 unit Interactive Flat Panel (IFP) telah didistribusikan ke berbagai jenjang sekolah di Sulut pada tahun 2025, dan dipastikan akan ada tambahan distribusi di tahun 2026 sesuai janji Presiden.

​Mendikdasmen juga membawa kabar baik bagi para tenaga pendidik. Pemerintah mengalokasikan beasiswa sebesar Rp3 juta per semester bagi guru yang belum bergelar S1/D4 melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

​“Ini adalah bagian dari komitmen Bapak Presiden dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kualifikasi bagi para guru di seluruh Indonesia,” sebut Menteri. Ia juga memaparkan data kelulusan PPPK di Sulut yang mencapai 10.050 orang sepanjang 2021-2024, ditambah 2.078 kelulusan PPPK paruh waktu tahun 2024.

​Sesuai Asta Cita keempat yakni membangun SDM unggul, Pemerintah mulai memberlakukan wajib belajar 13 tahun yang diawali dari jenjang TK.
​“Untuk pertama kali dalam sejarah, murid TK mendapatkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) sebesar Rp450 ribu per tahun. Tahun ini kami alokasikan untuk 888 murid TK di Sulut. Sedangkan secara nasional, penerima PIP meningkat dari 15 juta menjadi 19,6 juta penerima,” tambahnya.

​Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, tak kuasa menyembunyikan rasa syukur dan harunya atas perhatian besar Pemerintah Pusat. Ia menilai bantuan ini sangat tepat sasaran mengingat data BPKP menunjukkan masih tingginya persentase kerusakan bangunan sekolah di wilayahnya.

​“Atas nama masyarakat Sulawesi Utara, kami ucapkan terima kasih atas kunjungan Bapak Menteri yang membawa ‘oleh-oleh’ sangat banyak. Ini sangat mengharukan saya,” tutur Gubernur Yulius.

​Gubernur melaporkan bahwa saat ini kondisi kerusakan gedung sekolah di Sulut mencapai 58% untuk TK-SD, 56% untuk SMP, dan 46% untuk SMA. Dengan adanya intervensi dari pusat, ia optimis kualitas infrastruktur pendidikan di Sulut akan meningkat drastis dalam lima tahun ke depan.

​“Terima kasih Pak atas perubahan dan kerja nyatanya bagi kami di Sulut. Bidang pendidikan memang menjadi prioritas utama kami untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia,” tegas Gubernur penuh semangat.

​Acara ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat Kemendikdasmen, para Kepala Daerah Kabupaten/Kota, Kadis Pendidikan Daerah Sulut Dr. Femmy Suluh, M.Si., Kepala BPMP Sulut Febry Dien beserta jajaran UPT Kemendikdasmen Sulut dan para Kepala Sekolah penerima manfaat revitalisasi.

Exit mobile version