Manado, SUDARA.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) dengan semangat sinergi di Kota Manado, Senin (4/5/2026). Mengusung tema kolaborasi, momentum ini difokuskan pada upaya peningkatan kesejahteraan pekerja di seluruh wilayah Bumi Nyiur Melambai.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, bersama jajaran Forkopimda, pimpinan sektor perbankan, serta perwakilan berbagai elemen serikat buruh.
Dalam sambutannya, Gubernur Yulius Selvanus memberikan apresiasi atas perubahan paradigma peringatan May Day di Sulawesi Utara. Menurutnya, pergeseran dari aksi demonstrasi jalanan menjadi ajang silaturahmi dan dialog terbuka menunjukkan kematangan demokrasi di sektor industri.
”Kami sangat mengapresiasi perubahan pola ini. May Day kini menjadi ajang evaluasi dan konsolidasi antara buruh, pengusaha, dan pemerintah untuk membangun hubungan industrial yang harmonis,” ujar Gubernur.
Gubernur menegaskan bahwa stabilitas ketenagakerjaan merupakan pilar utama dalam memacu pertumbuhan ekonomi daerah. Ia mendorong komitmen tripartit—pemerintah, pengusaha, dan pekerja—untuk menjaga iklim kerja yang kondusif guna menarik minat investasi.
Selain stabilitas, Pemprov Sulut juga menitikberatkan pada penyiapan sumber daya manusia yang unggul. Beberapa poin utama yang ditekankan antara lain:
– Peningkatan Kompetensi: Menyiapkan tenaga kerja yang memiliki daya saing di level global.
– Iklim Kondusif: Memastikan hubungan kerja yang minim konflik untuk menjamin keberlanjutan usaha.
– Kesejahteraan Rakyat: Memastikan pemanfaatan kekayaan alam daerah berdampak langsung pada taraf hidup buruh.
Menutup pidatonya, Gubernur Yulius menekankan pentingnya menjaga semangat kekeluargaan untuk mencapai visi pembangunan daerah yang jangka panjang.
”Visi kami jelas, menuju Sulawesi Utara yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan. Mari kita jaga semangat kolaborasi ini agar kekayaan alam kita benar-benar kembali untuk kesejahteraan rakyat,” tegasnya.
Peringatan May Day 2026 di Sulawesi Utara diakhiri dengan sesi dialog terbuka. Dalam sesi tersebut, perwakilan serikat buruh menyampaikan aspirasi secara langsung kepada jajaran pemerintah provinsi dalam suasana yang hangat dan kondusif.
