Wanea (Manado), SUDARA.ID – Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE membuka sekaligus menjadi saksi pelaksanaan Pencatatan Perkawinan Massal bagi 131 pasangan di Aula Mapalus, Kantor Gubernur Sulut, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan strategis ini digelar dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 dan Hari Kependudukan Sedunia Tahun 2026. Acara tersebut diinisiasi oleh Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil, dan Keluarga Berencana (Disdukcapil-KB) Provinsi Sulut bekerja sama dengan Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Sulut, Kementerian Agama, serta Pemerintah Kabupaten/Kota se-Sulut.
Dalam kesempatan yang sama, Pemprov Sulut juga menyerahkan penghargaan kepada pemerintah kabupaten dan kota pemenang Lomba Inovasi Pelayanan Publik Bidang Administrasi Kependudukan (Adduk).
Dalam sambutannya, Gubernur Yulius menegaskan bahwa pencatatan perkawinan massal bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wujud nyata kehadiran negara dalam menjamin hak-hak konstitusional masyarakat melalui kepastian hukum atas status perkawinan.
”Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menunjukkan komitmen untuk menghadirkan pelayanan publik yang semakin mudah, cepat, dan berpihak kepada masyarakat,” tegas Yulius.
Pintu Masuk Layanan Kesehatan hingga Pendidikan
Gubernur Yulius mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang berhasil memfasilitasi 131 pasangan dari kabupaten/kota se-Sulut hingga memperoleh dokumen kependudukan lengkap secara gratis, mulai dari Akta Nikah, Surat Nikah Gereja, Kartu Keluarga (KK), hingga KTP elektronik terbaru.
Menurut Yulius, kepastian hukum ini menjadi pintu masuk utama bagi masyarakat untuk memperoleh berbagai akses pelayanan dasar dari pemerintah.
”Lebih dari sekadar legalitas formal, dengan tercatatnya perkawinan secara sah, setiap pasangan kini memperoleh dokumen kependudukan lengkap serta kepastian hukum bagi seluruh anggota keluarga. Ini menjadi dasar penting untuk mengakses layanan pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, hingga pelayanan administrasi lainnya,” ujar Yulius.
Ia juga mengingatkan bahwa keluarga merupakan fondasi utama pembangunan daerah. Momentum Harganas ke-33 ini diharapkan menjadi penguat komitmen masyarakat dalam membangun ketahanan keluarga.
”Keluarga yang berkualitas akan melahirkan generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan berkarakter untuk Sulawesi Utara yang unggul,” tambahnya.
Pengelolaan Data dan Akurasi Administrasi Kependudukan
Sejalan dengan peringatan Hari Kependudukan Sedunia, Gubernur Yulius menekankan pentingnya pengelolaan data kependudukan yang akurat. Seluruh peristiwa penting seperti perkawinan, kelahiran, kematian, hingga perpindahan penduduk wajib tercatat dengan baik sebagai basis penyusunan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.
Gubernur Yulius turut mengapresiasi pemerintah kabupaten/kota yang meraih penghargaan dalam Lomba Inovasi Pelayanan Publik Adduk. Namun, ia mewanti-wanti agar inovasi tidak berhenti sebatas ajang kompetisi.
”Inovasi harus menjadi budaya kerja sehingga pelayanan administrasi kependudukan semakin cepat, mudah, inklusif, transparan, dan berbasis digital. Saya instruksikan jajaran Disdukcapil se-Sulut agar terus memperkuat sinergi, meningkatkan profesionalisme, serta memanfaatkan teknologi informasi untuk menghadirkan pelayanan publik yang membahagiakan masyarakat,” tegasnya.
Pesan untuk Pasangan Baru dan Masa Depan Sulut
Secara khusus, Gubernur Yulius memberikan ucapan selamat berbahagia kepada seluruh pasangan peserta nikah massal. Ia berharap keluarga yang diresmikan hari ini mampu menjadi teladan di tengah masyarakat dengan membangun rumah tangga yang harmonis, penuh kasih sayang, dan saling menghormati.
”Mari kita perkuat komitmen bersama mewujudkan tertib administrasi kependudukan serta terus meningkatkan kualitas pelayanan publik di segala lini demi masa depan Bumi Nyiur Melambai yang semakin maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” tutup Gubernur Yulius.
