Manado, SUDARA.ID – Sebuah kejutan besar mewarnai partai puncak Liga 4 PSSI Piala Gubernur Sulut 2025/2026. Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, secara resmi mengumumkan bahwa sang jawara, Persma 1960 Manado, dan sang runner-up, Bolsel FC, keduanya akan diberangkatkan untuk bertarung di kancah Liga 4 Nasional PSSI.
Pengumuman mengejutkan tersebut disampaikan Gubernur Yulius saat menutup perhelatan akbar sepak bola Sulut di Stadion Klabat, Manado, Minggu (19/4/2026) sore, usai Persma 1960 Manado menaklukkan Bolsel FC dengan skor 2-0.
Dalam sambutannya sebelum menyerahkan trofi, Gubernur Yulius memberikan apresiasi tinggi kepada 12 klub peserta, PSSI Sulut, panitia, serta suporter yang telah menjaga kondusivitas selama turnamen berlangsung. Namun, suasana stadion mendadak riuh saat Gubernur memberikan instruksi khusus kepada kedua tim finalis.
”Hari ini kita sama-sama saksikan Persma juara nomor satu dan Bolsel FC nomor dua. Selamat buat kalian. Jangan berhenti hanya sampai di sini, karena ini awal karier kalian menuju tingkat nasional,” ujar Gubernur Yulius di hadapan ribuan penonton.
Secara mengejutkan, Gubernur menegaskan bahwa Bolsel FC meski menempati posisi kedua, tetap mendapatkan kepercayaan untuk mewakili daerah.
”Terima kasih Bolsel! Kalian nomor dua, tapi saya berangkatkan kamu ikut (Liga 4 Nasional) PSSI! Kalian akan membawa pesepakbolaan Sulawesi Utara ke kancah nasional,” serunya yang langsung disambut gemuruh tepuk tangan dari tribun penonton.
Gubernur juga sempat menggoda jajaran pimpinan daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) yang tampak tegang selama jalannya laga. Ia memuji dedikasi mereka dalam memajukan sepak bola di tingkat kabupaten.
”Selamat Bupati, Selamat Wakil Bupati, saya melihat tadi tegang sekali. Saya mau kasih tahu (kejutan ini) tadi, tapi nanti ajalah,” ujar Gubernur disambut tawa hadirin.
Kepada para atlet, Gubernur Yulius berpesan agar tetap rendah hati dan terus berlatih lebih keras. Ia menegaskan bahwa target utama pemerintah provinsi bukan sekadar juara di tingkat lokal, melainkan menguasai panggung nasional.
”Saya ingin pesepakbolaan Sulawesi Utara bangkit! Kita akan taklukkan itu semua pesepakbolaan nasional,” tegasnya optimistis seraya meminta punggawa kedua klub untuk saling berpelukan sebagai simbol sportivitas.
Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Gubernur mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendorong semangat olahraga hingga mencapai partai final. Ia menilai, jalannya kompetisi yang sportif menjadi bukti kematangan Sulut dalam berorganisasi dan berkompetisi.
”Dua belas tim bertanding di lapangan hijau ini telah melaksanakan pertandingan secara sportif. Ini menandakan pesepakbola Sulawesi Utara bangkit!” pungkasnya.
Dengan hasil ini, baik Persma 1960 Manado maupun Bolsel FC kini memikul tanggung jawab besar sebagai duta Sulawesi Utara untuk bersaing dengan klub-klub terbaik dari seluruh penjuru Indonesia di kompetisi Liga 4 Nasional mendatang.
