Manado, SUDARA.ID – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas kepemimpinan Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus. Hal ini disampaikan Mentan di sela kegiatan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pengembangan bibit kelapa di Kelurahan Bengkol, Kota Manado, Jumat (1/5/2026).
Meski dalam sidak tersebut Mentan menemukan sejumlah masalah pada penyediaan bibit oleh mitra usaha, ia menegaskan bahwa sinergitas yang dibangun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut di bawah komando Yulius Selvanus merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia.
Sebagai bentuk kepercayaan terhadap tata kelola pemerintahan di Sulut, Mentan Amran langsung mengabulkan permohonan bantuan tambahan yang diajukan oleh Gubernur Yulius dan jajarannya.
”Ini Pak Gubernur karena rajin, Pak Wagub rajin, Pak Pangdam-nya rajin semua, silakan minta lagi. Tadi minta jagung 15.000 hektar, aku kasih, langsung setujui! Inilah karena pemerintahannya bagus,” ujar Amran.
Menurut Mentan, keberhasilan program pertanian nasional sangat bergantung pada kolaborasi di tingkat daerah. Ia menilai Gubernur Yulius mampu membangun harmoni antara Pemerintah Provinsi dengan Forkopimda, TNI-Polri, dan Kejaksaan.
Mentan Amran juga menyoroti latar belakang Gubernur Yulius Selvanus yang dinilainya menjadi modal kuat dalam memimpin Sulut. Kedisiplinan dan ketegasan sang Gubernur diyakini mampu mengawal program strategis pertanian hingga ke level paling bawah.
”Sukses itu dari keyakinan. Beliau (Gubernur Yulius Selvanus) ini background-nya lebih keras latihannya lagi. Tidak gampang itu jadi Bintang Dua. Pak Wagub juga, Pak Walikota, semua kolaborasi untuk Indonesia,” puji Mentan.
Amran menambahkan bahwa keberhasilan swasembada yang dicapai dalam waktu singkat, dari target 4 tahun menjadi 1 tahun, adalah hasil kerja nyata para kepala daerah yang rajin turun ke lapangan seperti Gubernur Sulut.
Di hadapan Gubernur Yulius dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay, Mentan menegaskan bahwa bantuan bibit gratis untuk rakyat harus dikawal ketat dari praktik pungli dan manipulasi.
”Penyaluran ini nanti jika sudah diambil alih oleh pemerintah setempat (Pemprov Sulut), InsyaAllah akan bagus. Terkait lokasi temuan bibit hari ini, semua tergantung rekomendasi Pak Gubernur dan Pak Walikota. Kami akan tambah bantuan sesuai permintaan Pak Gubernur,” katanya.
Mentan menutup pernyataannya dengan pesan tegas bagi seluruh pihak yang mencoba menghambat pembangunan pertanian. Ia menegaskan bahwa kolaborasi erat di Sulawesi Utara adalah perisai utama dalam melawan segala bentuk gangguan, termasuk fitnah.
”Republik ini merdeka karena kita bersatu. Memang kadang ada yang mengganggu, abaikan saja. Kita butuh kritik konstruktif sebagai guru terbaik, tapi jangan fitnah! Fokus kita adalah Merah Putih, dan di Sulawesi Utara, kolaborasi ini adalah garda terdepan untuk kesejahteraan rakyat,” pungkas Amran dengan nada optimis.
