Berita UtamaPemprov Sulut

Program 10.800 Bedah Rumah Sulut Serap Ribuan Pekerja Lokal: Hunian Layak, Ekonomi Bergerak!

Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE saat gelar Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan, di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Rabu (30/9/2026). Rakor strategis ini membahas tentang pelaksanaan program 10.800 unit Bedah Rumah, Sanitasi Bersih, dan Rusun MBR di Sulawesi Utara. (Foto: Istimewa)Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE saat gelar Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan, di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Rabu (30/9/2026). Rakor strategis ini membahas tentang pelaksanaan program 10.800 unit Bedah Rumah, Sanitasi Bersih, dan Rusun MBR di Sulawesi Utara. (Foto: Istimewa)
Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE saat gelar Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan, di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Rabu (30/9/2026). Rakor strategis ini membahas tentang pelaksanaan program 10.800 unit Bedah Rumah, Sanitasi Bersih, dan Rusun MBR di Sulawesi Utara. (Foto: Istimewa)

Manado, SUDARA.ID – Geliat pembangunan sektor perumahan di Sulawesi Utara menunjukkan lompatan masif yang tidak hanya mengubah wajah permukiman warga, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi daerah. Berkat sinergi erat dengan pemerintah pusat, Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E., sukses mengamankan kuota program bedah rumah untuk Bumi Nyiur Melambai hingga menembus angka 10.800 unit, yang siap menyerap ribuan tenaga kerja lokal.

‎​Langkah progresif ini terungkap dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan bersama Plt. Dirjen Perumahan Pedesaan, Rini Dyah Mawarty, yang dihelat di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Rabu (30/9/2026). Rakor strategis tersebut mempertemukan jajaran Pemprov Sulut dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), pemerintah kabupaten/kota, perbankan, hingga para pelaku usaha.

Lonjakan Signifikan Program Bedah Rumah

‎​Berdasarkan data per 30 September 2026, lonjakan fantastis tercatat pada program Bedah Rumah. Sebanyak 10.800 unit rumah masyarakat kini tersentuh bantuan perbaikan dengan alokasi Rp20 juta per unit. Angka ini meroket tajam hingga 1.346 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya merealisasikan 747 unit.

‎​Gubernur Yulius Selvanus menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur hakikatnya harus berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat. Karena itu, program ini dirancang bukan sekadar memperbaiki fisik bangunan, melainkan memastikan masyarakat dapat merasakan manfaat nyata melalui hunian yang layak, lingkungan yang sehat, serta akses pembiayaan perumahan yang semakin terbuka, sekaligus menggerakkan perputaran ekonomi warga.

Cakupan Komprehensif Sektor Perumahan

‎​Lebih dari sekadar perbaikan rumah swadaya, cakupan pembangunan perumahan di Sulawesi Utara juga merambah ke berbagai sektor penunjang kesejahteraan secara komprehensif:

– ​Sanitasi Bersih: Sebanyak 81 unit fasilitas sanitasi baru dan peningkatan fasilitas eksisting dihadirkan untuk menjamin lingkungan warga yang lebih sehat.

‎- ​Hunian Vertikal (Rusun MBR): Sebanyak 44 unit Rumah Susun bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah telah dibangun di kawasan Paniki, Manado, demi menyediakan hunian terjangkau.

‎- ​Pembiayaan FLPP: Dari total alokasi 14.845 unit Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), sebanyak 1.757 unit telah terealisasi dengan nilai pembiayaan mencapai Rp216 miliar, membuka lebar akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan tetap.

‎- ​Kredit Program Perumahan (KPP): Sebanyak 791 debitur KPP telah terealisasi, memberikan stimulus nyata bagi ekosistem perumahan seperti toko bangunan, kontraktor, hingga UMKM lokal.

‎​Seluruh rangkaian program masif ini diperkirakan turut menggerakkan sektor ketenagakerjaan daerah. Diperkirakan sekitar 21.600 tenaga kerja lokal terlibat langsung dalam pelaksanaannya, membuat perputaran anggaran pembangunan benar-benar dirasakan dan menghidupkan ekonomi masyarakat di akar rumput.

Progres dan Pengawasan Lapangan

‎​Sebelumnya, dalam laporan progres yang disampaikan kepada Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, melalui pertemuan daring pekan lalu, terungkap beberapa pencapaian penting:

‎- ​Program Bedah Rumah: Berdasarkan data per 22 September 2026 yang disampaikan Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (P3KP) Sulawesi I, Erpika Ansela Surira, realisasi program ini telah mencapai 41,83% atau sebanyak 4.533 unit dari total kuota 10.800 unit.

– ​Sanitasi: Realisasi penyediaan sanitasi di Bolaang Uki Pesisir, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, mencapai 24,52% dari total kuota 200 unit (sementara penanganan kawasan kumuh masih dalam tahap pengadaan).

‎- ​Rusun MBR: Progres fisik pembangunan 1 tower Rusun MBR di Kota Manado dengan kapasitas 44 unit telah mencapai 0,54%.

‎​Pelaporan ini menjadi bagian dari pemantauan intensif guna memastikan pelaksanaan program perumahan berjalan sesuai target, sekaligus mempercepat penyediaan hunian yang layak bagi masyarakat di Provinsi Sulawesi Utara.

‎​Melalui sinergi yang solid dan berkelanjutan antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh pemangku kepentingan, Pemprov Sulawesi Utara optimis jangkauan program kerakyatan ini akan terus meluas. Gubernur Yulius Selvanus memastikan, langkah besar ini menjadi fondasi kokoh untuk mewujudkan Sulawesi Utara yang semakin maju, sejahtera, dan berkeadilan bagi seluruh warganya. (Ridho L Tobing)

Exit mobile version