AdvetorialBerita UtamaPemprov Sulut

Satu Tahun Jaga Amanah, Yulius-Victor Tegaskan Komitmen “Satu Komando” Bangun Sulawesi Utara

Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE didampingi Ketua TP PKK Sulut, Ny. Anik Yulius Selvanus, bersama Wakil Gubernur Sulut, Dr J Victor Mailangkay SH MH didampingi Wakil Ketua TP-PKK Sulut, Ny. Dr Merry E Mailangkay Kalalo SH MH. (Foto: Ist)Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE didampingi Ketua TP PKK Sulut, Ny. Anik Yulius Selvanus, bersama Wakil Gubernur Sulut, Dr J Victor Mailangkay SH MH didampingi Wakil Ketua TP-PKK Sulut, Ny. Dr Merry E Mailangkay Kalalo SH MH. (Foto: Ist)
Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE didampingi Ketua TP PKK Sulut, Ny. Anik Yulius Selvanus, bersama Wakil Gubernur Sulut, Dr J Victor Mailangkay SH MH didampingi Wakil Ketua TP-PKK Sulut, Ny. Dr Merry E Mailangkay Kalalo SH MH. (Foto: Ist)

Manado, SUDARA.ID – Genap satu tahun kepemimpinan Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, dan Wakil Gubernur Dr. J. Victor Mailangkay SH MH, menakhodai Bumi Nyiur Melambai. Momen refleksi atas perjalanan tahun pertama pengabdian pada periode 2025–2029 tersebut dinyatakan melalui suatu gelar acara syukuran yang digelar pada Kamis (5/3/2026).

​Dalam sambutannya, Gubernur Yulius Selvanus menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan di Sulawesi Utara selama satu tahun terakhir merupakan buah dari komitmen bersama dalam prinsip “Satu Komando”. Baginya, satu tahun pertama ini adalah fondasi krusial untuk menghadapi tantangan masa depan yang lebih dinamis.

​”Satu tahun ini hanyalah fondasi awal. Tantangan ke depan akan jauh lebih berat dan dinamis,” ujar Gubernur Yulius dengan nada optimis di hadapan para undangan.

Gelar syukur satu tahun Kepemimpinan YSK-Victory. (Foto: Ist)

Gubernur Yulius yang tampil di podium didampingi Wakil Gubernur Victor Mailangkay, menegaskan bahwa peringatan satu tahun kepemimpinan YSK-Victory bukanlah panggung untuk berpuas diri, melainkan momen penguatan tekad untuk menuntaskan amanah rakyat dengan transparansi dan kerja keras.

“Hari ini, melalui momen syukur ini, kita menoleh sejenak bukan untuk berpuas diri atau berbangga hati, melainkan untuk menguatkan kembali tekad bahwa amanah besar ini harus terus kami jalankan dengan penuh ketulusan hati, transparansi, dan kerja keras hingga tuntas teratasi,” tutur Gubernur Yulius dengan nada reflektif namun penuh ketegasan.

Duet Kepemimpinan Sulut, YSK-Victory. (Foto: Ist)

​Berbeda dengan laporan birokrasi pada umumnya, dalam momen syukuran tersebut Gubernur Yulius memilih untuk tidak memaparkan deretan angka capaian teknis. Ia menekankan bahwa indikator keberhasilan yang paling nyata adalah penilaian langsung dan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat.

“Biarlah data itu menjadi catatan administratif, karena bagi kami, yang paling berhak menilai adalah masyarakat sendiri. Suka atau tidak suka dengan apa yang kami kerjakan, itu adalah bagian dari dinamika pembangunan yang wajar,” ujar Gubernur.

​Ia mengibaratkan pembangunan setahun terakhir sebagai sebuah “simpul yang saling terikat”, di mana kemajuan infrastruktur fisik harus berjalan seirama dengan peningkatan kesejahteraan ekonomi mikro di tingkat masyarakat bawah.

​Satu tahun kepemimpinan “YSK-Victory” juga menonjolkan harmoni antara dua latar belakang yang berbeda. Disiplin tinggi dari latar belakang militer Gubernur Yulius bersinergi dengan kematangan Wakil Gubernur Victor Mailangkay di dunia hukum dan politik. Meski memiliki “warna” yang berbeda, keduanya berkomitmen untuk tetap berada dalam satu ritme demi pembangunan daerah.

“Satu tahun ini juga menjadi waktu bagi kami untuk banyak belajar. Saudara semua tahu, Saya punya latar belakang militer yang sangat kental, nilai disiplin, ketegasan, dan kecepatan adalah napas Saya. Sementara Pak Victor, beliau memiliki latar belakang ilmu hukum dan pengalaman politik yang sangat kuat, matang, dan bijaksana. Kami adalah dua pribadi dengan warna yang berbeda, namun kami terus belajar setiap waktu untuk tetap dalam satu ritme demi langkah yang seirama dalam pembangunan ini,” ungkap Gubernur secara terbuka mengenai dinamika kepemimpinannya.

​Selain sinergi internal, Gubernur juga memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk menjaga integritas dan menjauhkan diri dari praktik korupsi.

​”Pegang teguh niat baik dan pastikan melalui proses yang benar. Tidak boleh ada jalan pintas yang merusak tatanan,” tegasnya.

Apresiasi YSK-Victory untuk sinergi “Satu Komando”. (Foto: Ist)

​Di akhir arahannya, Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat Sulawesi Utara sebagai “laboratorium toleransi”. Ia menekankan pentingnya semangat gotong-royong dan nilai-nilai Mapalus dalam menjaga keamanan dan kedamaian daerah.

Bagi pasangan dengan akronim YSK-Victory ini, satu tahun pengabdian yang telah terlewati merupakan pijakan krusial untuk melangkah lebih jauh. Syukuran ini pun diakhiri dengan harapan besar agar sinergi antara pemerintah dan masyarakat semakin solid, demi mewujudkan visi Sulawesi Utara yang lebih maju, sejahtera, dan berkelanjutan di tahun-tahun mendatang. (Advetorial)

Exit mobile version