Berita UtamaNasionalPemerintahan

Sidak Bibit Kelapa di Manado, Mentan Amran Sulaiman ‘Warning’ Para Mitra Usaha

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman didampingi Gubernur Sulut Yulius Selvanus dan Wagub Victor Mailangkay saat melakukan sidak bibit kelapa di Kelurahan Bengkol, Manado, Jumat (1/5). (Foto: Ridho L Tobing)Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman didampingi Gubernur Sulut Yulius Selvanus dan Wagub Victor Mailangkay saat melakukan sidak bibit kelapa di Kelurahan Bengkol, Manado, Jumat (1/5). (Foto: Ridho L Tobing)
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman didampingi Gubernur Sulut Yulius Selvanus dan Wagub Victor Mailangkay saat melakukan sidak bibit kelapa di Kelurahan Bengkol, Manado, Jumat (1/5). (Foto: Ridho L Tobing)

Manado, SUDARA.ID – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pengembangan bibit kelapa di Kelurahan Bengkol, Kota Manado, Jumat (1/5/2026). Dalam kunjungannya, Mentan memberikan peringatan keras kepada mitra usaha dan jajaran internal kementerian setelah menemukan sejumlah ketidaksesuaian di lapangan.

​Sidak ini dilakukan Mentan bersama Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, Wakil Gubernur Victor Mailangkay, jajaran SKPD terkait, serta didampingi para Penyuluhan Pertanian Lapangan (PPL).

​Setibanya di lokasi, Mentan Amran langsung menginstruksikan PPL dan Babinsa untuk melokalisir blok pembibitan guna menghitung jumlah fisik bibit yang ada. Amran tampak geram saat melihat sebagian bibit kelapa tertutup ilalang tinggi dan menemukan ketidaksingkronan data.

​”Laporan yang kami terima sebelum berangkat ke sini ada 48.000 bibit kelapa. Setelah kami sidak, ternyata hanya ditemukan kurang lebih 17.000 bibit. Ini sengaja kami sidak untuk cek kebenarannya,” tegas Amran.

​Selain masalah kuantitas, Mentan juga menyoroti kualitas bibit yang dianggap tidak layak serta pemeliharaan yang buruk. Ia meminta pihak Reskrim Polres dan Kejaksaan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait temuan ini.

​Mentan Amran menegaskan bahwa anggaran sebesar Rp9,95 triliun telah dialokasikan khusus untuk pembibitan (kelapa, tebu, pala, kakao, kopi, dll) agar bisa dibagikan secara gratis kepada rakyat. Ia memperingatkan tidak akan memberi toleransi bagi siapapun yang bermain-main dengan program ini.

​”Kalau ada yang menyimpang di bawah saya, aku pecat! Bukan mutasi, bukan peringatan, tapi saya pecat jadi pegawai. Jangan lagi ada pencitraan, itu perintah Bapak Presiden. Apa adanya di lapangan, kita perbaiki,” ujar Mentan.

​Kepada perusahaan mitra Kementerian Pertanian yang mengelola proyek senilai kurang lebih Rp40 triliun, Amran memberikan peringatan tegas, “Tidak ada setor-setor fee! Jika ditemukan, perusahaan akan saya blacklist dan dipidanakan,” tegasnya.

Mentan menegaskan agar Mitra bekerja dengan benar dan profesional, serta melaporkan jika ada oknum Kementan yang meminta imbalan, karena program ini ditujukan untuk kesejahteraan rakyat.

​Meski kecewa dengan temuan di lapangan, Mentan mengapresiasi kinerja Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus dan Wagub Victor Mailangkay. Sebagai bentuk dukungan atas kepemimpinan yang responsif, Mentan langsung menyetujui permintaan tambahan bantuan.

​”Karena pemerintahannya bagus, Pak Gubernur, Pak Wagub, dan Pak Walikota rajin, tadi minta jagung 15.000 hektar langsung aku setujui,” ungkap Amran.

​Ia menambahkan bahwa kunci kesuksesan swasembada pangan adalah kolaborasi antara Pemerintah Pusat, Daerah, TNI-Polri, dan Kejaksaan. Amran meyakini di tangan Gubernur Yulius yang memiliki latar belakang disiplin tinggi, program pertanian di Sulut akan berjalan maksimal.

​Terkait nasib lokasi pembibitan di Bengkol, Mentan menyerahkan rekomendasi sepenuhnya kepada Gubernur dan Walikota. Ia memastikan penyaluran bibit ke depan akan diperketat dan dicek langsung secara berkala ke seluruh pelosok Indonesia untuk menghindari manipulasi laporan.

Exit mobile version