Manado, SUDARA.ID – Walikota Bitung, Hengky Honandar SE, bergerak taktis dalam memastikan gerbang kemajuan pendidikan di Kota Cakalang terbuka lebar. Hadir langsung dalam pertemuan strategis bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., Walikota Hengky menyaksikan langsung realisasi ribuan bantuan pendidikan dan proyek revitalisasi sekolah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto untuk Sulawesi Utara.
Didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Bitung, Fonny Tumundo SPd MPd, Walikota Hengky turut mengawal pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto yang bertajuk “Wujudkan Sekolah ASRI”. Kehadiran ini mempertegas komitmen Pemkot Bitung dalam mensinergikan visi daerah dengan Asta Cita ke-4: Membangun SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Kota Bitung membuktikan diri sebagai daerah yang responsif dalam menyerap manfaat pusat. Sepanjang tahun 2025, melalui koordinasi intensif Walikota Hengky, sebanyak 11 satuan pendidikan di Bitung dari jenjang TK, SD, hingga SMP telah sukses direvitalisasi menjadi lebih modern dan layak.
Kadis Dikbud Fonny Tumundo menjelaskan bahwa kesuksesan ini merupakan buah dari akurasi data administrasi. “Alokasi 11 sekolah tahun lalu didapatkan melalui mekanisme penilaian sistem Dapodik yang akurat. Kami sangat bersyukur atas perhatian pusat,” ujar Fonny di sela-sela kegiatan di TK Negeri 10 Manado, Selasa (21/4/2026).
Menatap tahun 2026, Bitung bergerak lebih agresif. “Data usulan revitalisasi sekolah-sekolah di Bitung sudah masuk ke Kemendikdasmen. Fokus kita adalah memastikan sekolah-sekolah di Bitung semakin bagus semuanya, baik dari sisi fisik maupun fasilitas digital,” tambahnya optimis.
Tak hanya soal infrastruktur, kunjungan Mendikdasmen kali ini membawa kabar gembira bagi tenaga pendidik dan orang tua murid di Bitung. Pemerintah mengalokasikan beasiswa sebesar Rp3 juta per semester bagi guru yang ingin menuntaskan gelar S1/D4 melalui program Rekognisi Pembelajaran Langsung (RPL).
“Program ini sudah dibuka pendaftarannya. Ini kesempatan emas bagi guru-guru kita di Bitung untuk meningkatkan kualifikasi dan kesejahteraannya,” sebut Menteri Abdul Mu’ti dalam paparannya.
Selain itu, akses bantuan pendidikan bagi siswa kurang mampu melonjak drastis. Secara nasional, penerima Program Indonesia Pintar (PIP) naik dari 15 juta menjadi 19,6 juta penerima. Khusus untuk murid TK, kini tersedia bantuan PIP sebesar Rp450 ribu per tahun, sebuah kebijakan bersejarah untuk mendukung program wajib belajar 13 tahun.
Sejalan dengan target Presiden Prabowo, Kemendikdasmen memprioritaskan pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) untuk jenjang Taman Kanak-kanak di wilayah yang belum memiliki fasilitas tersebut. Hal ini menjadi peluang bagi Pemkot Bitung untuk memastikan setiap kelurahan memiliki minimal satu TK Negeri, guna memperkuat fondasi pendidikan sejak usia dini.
Selain fisik, Bitung juga diproyeksikan menerima tambahan unit Interactive Flat Panel (IFP) guna menunjang kelas digital, memperkuat posisi Bitung sebagai kota digital terdepan di Sulawesi Utara.
Puncak haru terasa saat Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, memberikan sambutan mewakili seluruh jajaran kepala daerah, termasuk Walikota Bitung.
“Atas nama masyarakat Sulawesi Utara, kami ucapkan terima kasih atas kunjungan Bapak Menteri yang membawa ‘oleh-oleh’ sangat banyak untuk kami. Ini sangat mengharukan saya,” ungkap Gubernur Yulius penuh syukur.
Gubernur menegaskan bahwa kehadiran program pusat ini adalah solusi nyata atas tantangan infrastruktur daerah. “Terima kasih Pak atas kerja nyatanya bagi kami di Sulut. Dengan intervensi ini, kami optimis dalam lima tahun ke depan, wajah pendidikan dari TK hingga SMA di seluruh wilayah kita, termasuk Bitung, akan bertransformasi menjadi lebih baik,” pungkasnya.
Dengan pengawalan langsung Walikota Hengky Honandar, Kota Bitung kini berada di jalur cepat menuju peradaban pendidikan yang modern, inklusif, dan asri.
