BeritaBisnis & EkonomiPendidikan

Wujudkan Kampus Aman, FEB UNSRAT Gelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan

Dekan FEB UNSRAT, Dr. Victor P.K. Lengkong, memberikan kata sambutan dalam acara Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi di Kampus FEB UNSRAT, Manado. (Foto: Istimewa)Dekan FEB UNSRAT, Dr. Victor P.K. Lengkong, memberikan kata sambutan dalam acara Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi di Kampus FEB UNSRAT, Manado. (Foto: Istimewa)
Dekan FEB UNSRAT, Dr. Victor P.K. Lengkong, memberikan kata sambutan dalam acara Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi di Kampus FEB UNSRAT, Manado. (Foto: Istimewa)

Manado, SUDARA.ID – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi (FEB UNSRAT) menggelar Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi pada Selasa (14/7/2026). Langkah ini menjadi wujud komitmen nyata fakultas dalam menciptakan iklim akademik yang aman, inklusif, serta bebas dari berbagai bentuk kekerasan.

​Agenda yang berlangsung di lingkungan kampus FEB UNSRAT ini diikuti oleh jajaran dosen, tenaga kependidikan, hingga perwakilan mahasiswa.
​Dalam sambutannya, Dekan FEB UNSRAT, Dr. Victor P.K. Lengkong, menegaskan pentingnya membangun ekosistem belajar yang menjunjung tinggi profesionalisme dan rasa saling menghormati. Menurutnya, perlindungan terhadap seluruh sivitas akademika merupakan fondasi utama dalam menjaga kualitas pendidikan.

​”Kita harus memastikan lingkungan belajar di FEB UNSRAT profesional, beretika, dan memberikan perlindungan menyeluruh bagi setiap individu di dalamnya,” ujar Victor.

Kupas Bentuk Kekerasan dan Relasi Kuasa
​Hadir sebagai narasumber utama, Anggota Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) UNSRAT, Dr. Ir. Josephine Louise Pinky Saerang, M.P., memaparkan secara detail peta kerawanan kekerasan di perguruan tinggi.

​Josephine membeberkan pelbagai spectrum kekerasan yang rawan terjadi di lingkungan kampus, mulai dari kekerasan fisik, tekanan psikis, perundungan (bullying), diskriminasi, kekerasan seksual, hingga bahaya penyalahgunaan relasi kuasa antara atasan-bawahan maupun dosen-mahasiswa.

​Tak hanya mengidentifikasi masalah, peserta juga dibekali pemahaman mengenai:
– ​Prinsip Pencegahan: Langkah deteksi dini dan edukasi budaya aman di lingkungan kampus.
– ​Mekanisme Pelaporan: Alur aduan yang sistematis dan terintegrasi dengan Satgas PPK.
– ​Perlindungan Korban: Jaminan kerahasiaan identitas, pendampingan, serta prinsip keadilan dalam proses penanganan kasus.

​Sesi diskusi berlangsung interaktif. Para peserta aktif melayangkan pertanyaan seputar peran konkrit sivitas akademika dalam memutus rantai kekerasan dan menjaga iklim kondusif di area fakultas.

​Melalui sosialisasi ini, FEB UNSRAT berharap seluruh elemen kampus—mulai dari tenaga pengajar hingga mahasiswa—dapat memperkuat budaya akademik yang berlandaskan integritas, etika, dan penghormatan terhadap martabat manusia secara berkelanjutan.

Exit mobile version