Scroll untuk baca artikel
Example 360x360
Example 728x250
Berita UtamaBisnis & EkonomiManadoOtomotifPeristiwa

3 Juta Liter Pertalite Masuk Sulut, Pertamina Siagakan Marshal di SPBU Manado

×

3 Juta Liter Pertalite Masuk Sulut, Pertamina Siagakan Marshal di SPBU Manado

Sebarkan artikel ini
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, dan suasana antrean BBM di SPBU Winangun, Manado, Kamis (15/10/2026). (Foto: Istimewa)
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, dan suasana antrean BBM di SPBU Winangun, Manado, Kamis (15/10/2026). (Foto: Istimewa)
Example 468x60

Manado, SUDARA.ID – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi merespons cepat fenomena antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Manado dan sekitarnya. Sejumlah langkah taktis dan penambahan pasokan BBM jenis Pertalite diterjunkan untuk memastikan pasokan energi kembali stabil dan pelayanan berjalan lancar.

Salah satu penopang utama ketahanan stok saat ini adalah tibanya kapal tanker MT Naura di Integrated Terminal (IT) Bitung. Kapal tersebut membawa kargo tambahan Pertalite sebanyak 3.000 kiloliter (KL) atau setara 3 juta liter yang disiapkan untuk mengintervensi kebutuhan pasokan di wilayah Sulawesi Utara, khususnya kawasan Manado dan sekitarnya.

Example 300x600

‎​Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto menegaskan bahwa langkah percepatan ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam memulihkan kenyamanan masyarakat serta menjaga keandalan distribusi BBM.

Baca juga:   Warganya Kesulitan BBM, Gubernur Sulut Yulius Selvanus Gerak Taktis Intervensi Kelangkaan Pertalite

‎​”Kami memahami antrean yang terjadi di beberapa SPBU sempat mengganggu kenyamanan warga. Oleh karena itu, kami langsung bergerak melakukan build up stock di SPBU, mempercepat pola distribusi, hingga menagfektifkan penataan antrean di lapangan. Dengan masuknya pasokan 3.000 KL Pertalite via IT Bitung, kami optimistis kondisi pelayanan di SPBU akan berangsur pulih dan kembali normal,” ungkapnya, Kamis (15/10/2026).

Monitoring Stok Kritis dan Penebalan Petugas di Lapangan

‎​Tidak hanya memperkuat ketahanan stok BBM, Pertamina Patra Niaga juga menerapkan pola pemantauan intensif di setiap SPBU. Pemantauan digital dan lapangan ini menyasar SPBU yang mengalami lonjakan konsumsi maupun berstatus stok kritis, sehingga proses suplai ulang (refill) dapat dieksekusi lebih cepat tanpa menunggu stok kosong.

Baca juga:   Walikota Hengky Honandar Lantik Kaban BKPSDMD dan Kadis Perdagangan Kota Bitung

Di area pengisian, Pertamina mengerahkan petugas pengatur jalur (marshal) di titik-titik SPBU yang padat. Kehadiran petugas ini bertujuan mengarahkan kendaraan konsumen ke pulau pompa (dispenser) yang kosong, mengurai kemacetan di area masuk SPBU, serta memastikan proses pengisian BBM berlangsung tertib dan efisien.

‎​Perketat Pengawasan Lintas Sektor dan Imbauan Beli Bijak

Baca juga:   HUT Ke 20 Tahun, Fakep Unika De La Salle Manado Edukasi Bahaya Rokok

‎​Guna menjamin BBM subsidi tepat sasaran dan mencegah praktik penimbunan, Pertamina Patra Niaga memperkuat sinergi pengawasan bersama Pemerintah Daerah, aparat penegak hukum (APH), dan BPH Migas. Evaluasi dan penyesuaian pola distribusi akan terus dilakukan secara berkala sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.

Pertamina turut mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh isu liar yang memicu aksi beli secara berlebihan (panic buying).

‎​”Dukungan masyarakat sangat krusial. Kami mengajak warga untuk membeli BBM sesuai kebutuhan harian, tidak melakukan pengisian berulang yang tidak wajar, serta menjaga ketertiban saat mengantre. Bersama-sama kita awasi penyaluran BBM subsidi ini agar benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak,” pungkasnya. (Ridho L Tobing)

Loading

Example 300250
Example 120x600
Example 300250 Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *