Scroll untuk baca artikel
Example 360x360
Example 728x250
Berita UtamaBisnis & EkonomiPemerintahanPemprov Sulut

Ekonomi Sulut Tumbuh Impresif, Gubernur Yulius Selvanus Ingatkan untuk Tidak Cepat Puas

×

Ekonomi Sulut Tumbuh Impresif, Gubernur Yulius Selvanus Ingatkan untuk Tidak Cepat Puas

Sebarkan artikel ini
Catatan pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Utara tahun 2025. (Foto: Ist)
Catatan pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Utara tahun 2025. (Foto: Ist)
Example 468x60

Manado, SUDARA.ID – Bumi Nyiur Melambai, Sulawesi Utara tidak sekadar bersolek dengan pesona alamnya, tetapi juga menunjukkan taji kekuatannya di panggung ekonomi nasional, bukan sekadar bertahan di tengah arus tantangan ekonomi global, melainkan melaju kencang menantang gelombang.

Saat ini, dibawah Kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus, Provinsi Sulawesi telah mampu mencatat pertumbuhan impresif di sektor ketenagakerjaan, penurunan angka kemiskinan, hingga ketimpangan kesejahteraan yang semakin mengecil.

Example 300x600

Berdasarkan catatan teranyar yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulut tahun 2025 mencapai Rp 204,75 triliun, atas dasar harga berlaku, dan sebesar Rp 113,66 triliun, atas dasar harga konstan 2010.

Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara tahun 2025 tercatat tumbuh sebesar 5,66 persen (c-to-c) dibanding tahun 2024, sebuah pencapaian yang mengukuhkan posisinya sebagai “Pintu Gerbang Pasifik” yang kian terbuka lebar.

Geliat pertumbuhan ekonomi yang signifikan ini tidak lepas dari topangan pilar-pilar utama sektor perekonomian, diantaranya dibidang produksi industri pengolahan, yang telah bertindak sebagai pemeran utama, dengan pertumbuhan tertinggi 9,97 persen.

Kemudian, ekspor yang melonjak tajam sebesar 28,42 persen, seperti nadi yang mulai berdenyut kencang, telah membawa Sulut merambah pasar dunia dengan komoditas unggulan yang mampu bersaing di tingkat global.

Baca juga:   Olly Dondokambey Diperiksa Tipidkor Polda Sulut Tekait Pemberian Dana Hibah GMIM 2020-2023

Sulawesi Utara tidak lagi hanya menonton sejarah, tapi ia sedang menulisnya. Tercatat pergerakan pertumbuhan ekonomi Sulut semakin agresif di akhir tahun 2025.

Pada Triwulan IV 2025, ekonomi Sulut tumbuh 5,95 persen (y-on-y), melalui sektor penyediaan akomodasi, makan dan minum, yang menunjukan pesonanya dengan pertumbuhan sebesar 20,67 persen, menghidupkan kembali sektor jasa yang sempat tertidur, dan menandai bangkitnya pariwisata dan geliat UMKM kuliner sebagai magnet bagi para pelancong lokal maupun mancanegara.

Pertumbuhan ekonomi ini juga didorong oleh lonjakan belanja pemerintah sebanyak 21,75 persen, yang didukung pertumbuhan pesat sektor jasa lainnya sebesar 20,61 persen, sehingga secara kuartalan (q-to-q), ekonomi Sulut tumbuh 7,02 persen.

Tidak hanya sampai disitu, ‎kabar baik juga datang dari sektor ketenagakerjaan, dengan jumlah angkatan kerja mencapai 1,43 juta orang pada November 2025, meningkat dibanding bulan sebelumya di bulan Agustus.

‎Penduduk bekerja naik menjadi 1,35 juta orang, dengan penyerapan tenaga kerja terbanyak berada di sektor pengadaan listrik, air, dan gas. Sementara
porsi pekerja formal juga semakin membaik, dengan tingkat pencapai sebesar 46,93 persen, menandakan kualitas pekerjaan di Sulut semakin stabil.

‎Dan, yang paling krusial adalah, angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 5,78 persen, atau berkurang 0,21 persen poin, yang berarti bahwa ada semakin banyak warga Sulut yang sudah terserap di dunia kerja.

Selain agresifnya geliat pertumbuhan ekonomi, kabar baik juga datang dari persentase tingkat kesejahteraan sosial yang menuai koreksi positif.

Tercatat, ‎persentase penduduk miskin pada September 2025 adalah sebesar 6,62 persen, terkoreksi turun 0,09 persen poin dibanding bulan Maret.

‎Di wilayah perkotaan, angka kemiskinan turun cukup signifikan menjadi 3,95 persen. Meski begitu, wilayah perdesaan masih menjadi perhatian dengan angka 10,11 persen.

‎Sementara itu, tingkat ketimpangan pengeluaran (gini ratio) turun menjadi 0,341, lebih rendah dibanding periode sebelumnya. Ini menunjukkan distribusi pendapatan masyarakat semakin merata.

‎Berdasarkan ukuran Bank Dunia, kelompok 40 persen terbawah kini menikmati hampir 19,90 persen total pengeluaran, sinyal bahwa manfaat pertumbuhan mulai terasa lebih luas.

Baca juga:   Indosat Ooredoo Hutchison dan Transsion Perluas Inklusi Digital Indonesia Lewat Kemitraan Strategis

Namun demikian, menanggapi capaian tersebut, Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE mengajak seluruh stakeholder untuk tidak cepat puas.

‎Gubernur mendorong pentingnya kolaborasi pemerintah, forkopimda, swasta dan masyarakat agar pertumbuhan positif ini dapat terus terjaga dan berkelanjutan.

“‎Pertumbuhan ekonomi Sulut sudah berada di jalur yang baik. Tugas kita bersama adalah mengawal dan menjaganya agar manfaatnya benar-benar dirasakan seluruh masyarakat,” tandas Gubernur Yulius Selvanus, Jumat (6/2/2026).

Baca juga:   Yulius Selvanus Resmikan Rumah Pemenangan YSK di Koka Minahasa

Pencapaian kesejahteraan ini bukan hanya sekadar angka, namun merupakan bukti bahwa strategi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bukanlah sekadar retorika di balik meja formal, tapi ada keberanian dan ketegasan serta kemauan untuk berinovasi, dan kesiapan hati untuk melayani.

Kombinasi pilar-pilar utama penyangga perekonomian yang semakin solid di tahun 2025, membuktikan bahwa di bawah kepemimpinan yang bervisi, dan kerja keras rakyat yang tak kenal lelah, Sulawesi Utara kini telah memiliki fondasi kokoh sebagai modal dalam menatap tahun-tahun mendatang dengan segala tantangannya, khususnya dalam melaksanakan program pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di tahun 2026.

Example 300250
Example 120x600
Example 300250 Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *