Scroll untuk baca artikel
Example 360x360
Example 728x250
Berita UtamaMinahasaPemprov Sulut

Proyeksikan Tompaso Jadi Episentrum Berkuda Nasional, Gubernur Yulius: Pacu Prestasi Berdampak Ekonomi

×

Proyeksikan Tompaso Jadi Episentrum Berkuda Nasional, Gubernur Yulius: Pacu Prestasi Berdampak Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sulut Yulius Selvanus bersama Ketua Pengprov Pordasi Sulut, Adhi B. Supit saat gelar Kejuaraan Pacuan Kuda Piala Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) 2026. (Foto: Istimewa)
Gubernur Sulut Yulius Selvanus bersama Ketua Pengprov Pordasi Sulut, Adhi B. Supit saat gelar Kejuaraan Pacuan Kuda Piala Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) 2026. (Foto: Istimewa)
Example 468x60

Minahasa, SUDARA.ID – Gelanggang Maesa Tompaso menjadi saksi bisu bangkitnya kejayaan olahraga berkuda di Bumi Nyiur Melambai. Kejuaraan Pacuan Kuda Piala Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) 2026 yang sekaligus menjadi ajang Seleksi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) sukses digelar.

​Hadir langsung di tengah-tengah antusiasme warga, Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, menegaskan komitmen besar pemerintah daerah untuk menyulap kawasan Tompaso menjadi episentrum olahraga berkuda di level nasional.

Example 300x600

​Tidak tanggung-tanggung, Gubernur membeberkan rencana strategis untuk melakukan penataan total dan peningkatan fasilitas arena, termasuk rencana pembangunan lapangan polo di bagian tengah lintasan.

Baca juga:   Pemkot Bitung Cairkan Insentif RT/Pala dan Kader Kesehatan Tertunggak Tahun 2024

​”Dari Tompaso hari ini, Sulawesi Utara tidak hanya sedang menyiapkan juara-juara baru, tetapi juga sedang memacu pertumbuhan ekonomi daerah menuju Sulawesi Utara yang Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan,” ujar Gubernur Yulius Selvanus.

​Sinergi Baru Pordasi Sulut Menuju Kejurnas Oktober 2026

​Momentum kebangkitan ini kian terasa solid pasca-terpilihnya Adhi B. Supit sebagai Ketua Pengprov Pordasi Sulut periode 2026-2031 melalui Musyawarah Provinsi (Musprov). Sinergi kuat antara kepengurusan baru Pordasi, dukungan penuh pemprov, serta tingginya animo komunitas berkuda lokal diyakini menjadi modal utama Sulut dalam menatap Kejurnas pada Oktober mendatang.

​Bagi Gubernur Yulius, pacuan kuda bukan sekadar perlombaan adu cepat di lintasan. Event ini adalah wadah sakral untuk pembinaan karakter, sportivitas, dan disiplin.

Baca juga:   Basarnas Sulut Dorong Pembentukan Tim Tanggap Darurat di Lokasi Wisata Air, Bahas Isu Kemunculan Buaya Bersama Wali Kota Manado

​”Dari arena inilah diharapkan lahir atlet, joki, dan kuda-kuda terbaik yang mampu mengharumkan nama Sulawesi Utara di tingkat nasional. Semangat kompetisi yang sehat harus terus dijaga agar daerah ini tetap dikenal memiliki tradisi kuat dalam dunia pacuan kuda Indonesia,” tegasnya.

​Multiplier Effect: Olahraga sebagai Mesin Penggerak Ekonomi

​Lebih jauh, jenderal purnawirawan bintang dua ini memaparkan bahwa setiap event olahraga berskala besar memiliki efek domino (multiplier effect) yang luar biasa bagi pembangunan daerah.

Baca juga:   Hardiknas 2025, Yulius Selvanus Tekankan Peran Guru sebagai Agen Pembelajaran dan Agen Peradaban

– ​Sektor UMKM & Perdagangan: Meningkatnya omset pedagang lokal di sekitar arena.

– ​Akomodasi dan Transportasi: Lonjakan keterisian hotel, penginapan, dan jasa transportasi akibat kedatangan tim ofisial serta penonton.

– ​Pariwisata: Menjadi magnet wisata olahraga (sports tourism) yang menjanjikan.

​Gubernur Yulius optimistis, jika Sulut sukses menjadi tuan rumah Kejurnas dan berbagai event nasional ke depan, ribuan tamu akan datang dan memutar roda perekonomian masyarakat secara masif.

​”Karena itu, olahraga harus dipandang sebagai investasi pembangunan yang mampu melahirkan prestasi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan rakyat,” pungkasnya memotivasi.

Example 300250
Example 120x600
Example 300250 Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *