Scroll untuk baca artikel
Example 360x360
Example 728x250
Berita UtamaKesehatanPemprov SulutSosial

Pelantikan PMI Sulut 2026-2031: Sinergi Gubernur Yulius dan Jusuf Kalla Dorong Respons Cepat Kemanusiaan

×

Pelantikan PMI Sulut 2026-2031: Sinergi Gubernur Yulius dan Jusuf Kalla Dorong Respons Cepat Kemanusiaan

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE saat menyambut kedatangan Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat, Muhammad Jusuf Kalla dalam rangka Pelantikan Dewan dan Pengurus PMI Sulut di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Senin (15/6/2026). (Foto: Istimewa)
Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE saat menyambut kedatangan Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat, Muhammad Jusuf Kalla dalam rangka Pelantikan Dewan dan Pengurus PMI Sulut di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Senin (15/6/2026). (Foto: Istimewa)
Example 468x60

Manado, SUDARA.ID – Komitmen memperkuat pelayanan kemanusiaan di Sulawesi Utara memasuki babak baru. Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, bersinergi dengan Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat, Muhammad Jusuf Kalla, mendorong pengurus baru PMI Sulut untuk mengutamakan respons cepat dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan kebencanaan di daerah.

​Sinergi kuat kedua tokoh tersebut teperinci jelas saat Gubernur Yulius mendampingi Jusuf Kalla dalam prosesi pelantikan Dewan Kehormatan dan Pengurus Provinsi PMI Sulawesi Utara Masa Bakti 2026-2031. Agenda sakral organisasi kemanusiaan ini berlangsung khidmat di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Senin (15/6/2026).

Example 300x600

​Pelantikan ini menjadi momentum krusial bagi PMI Sulut untuk memperkokoh perannya sebagai garda terdepan. Bukan sekadar seremonial, Gubernur Yulius langsung melecut semangat jajaran pengurus yang baru dilantik di bawah kepemimpinan Fredrik Demmassabu agar segera mengonsolidasikan kekuatan tanpa harus menunggu terjadinya bencana alam.

​”Saya berharap setelah dilantik langsung berkoordinasi dengan instansi terkait. Kalau bisa segera membuka posko kemanusiaan, donor darah, dan kegiatan sosial lainnya. Ini menjadi tantangan bagi pengurus baru PMI Sulut,” tegas Gubernur Yulius dalam arahannya yang lugas.

Baca juga:   KPU Bitung Gelar Peluncuran Tahapan Pilwako Bitung 2024

​Jenderal purnawirawan tersebut menyatakan bahwa pemerintah daerah siap mendukung penuh dan menyinergikan program kerja daerah dengan kekuatan jaringan kemanusiaan yang dimiliki PMI. Menurut Gubernur, ketangkasan pelayanan di lapangan hanya bisa dicapai melalui kolaborasi yang kokoh antarkomponen masyarakat dan instansi vertikal.

​Dalam sambutannya, Gubernur Yulius juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, di Bumi Nyiur Melambai. Ia menilai, dedikasi pria yang akrab disapa JK tersebut terhadap misi kemanusiaan merupakan teladan yang tidak pernah surut oleh waktu.

​”Terima kasih Bapak Jusuf Kalla yang sudah hadir bersama kami di Sulut. Beliau sudah pensiun (dari pemerintahan), tetapi semangat kemanusiaannya tidak pernah pudar untuk membantu masyarakat,” puji Gubernur Yulius yang disambut tepuk tangan hangat para hadirin.

​Merespons tantangan besar tersebut, Ketua PMI Sulut yang baru dilantik, Fredrik Demmassabu, menyampaikan rasa syukur dan menegaskan kesiapan seluruh jajarannya. Ia memandang amanah lima tahun ke depan ini sebagai sebuah tanggung jawab moral yang besar untuk mengabdi secara tulus.

Baca juga:   Dzikir Akbar Kemerdekaan RI ke-80 di Manado, Andy Rompas: "Saya Harap Sesuai Judul"

​”Ini sebuah anugerah moral yang besar untuk mengabdi tanpa pamrih,” ujar Fredrik.

​Fredrik mengakui bahwa PMI merupakan mitra strategis pemerintah yang tidak dapat berjalan sendiri dalam mengemban tugas-tugas kemanusiaan yang kompleks. Oleh karena itu, dukungan dari pemerintah daerah dan keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci utama.

​”Kami meminta bantuan dan dukungan dari pemerintah serta masyarakat. Mari jadikan PMI sebagai rumah bersama agar kami bisa menjadi yang tercepat memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan,” tuturnya.

​Sementara itu, Ketua Umum PMI Jusuf Kalla dalam amanatnya kembali mengingatkan khitah dasar gerakan Palang Merah yang bertumpu pada asas kemanusiaan universal. Ia menekankan bahwa bantuan harus hadir atas nama kebenaran tanpa memandang latar belakang politik, suku, maupun agama para korban.

​Mengingat wilayah Sulawesi Utara memiliki indeks kerawanan geografis terhadap bencana alam yang cukup tinggi, JK mengingatkan pengurus baru untuk menjaga aset paling berharga organisasi, yaitu kepercayaan publik (public trust).

Baca juga:   Banjir Dukungan Pasangan Elly-Michaela, Ketum REPLYCHA Jun Salim Tilaar: Torang Fokus Menang

​”PMI berada di tengah antara yang memberi bantuan dan yang menerima bantuan. Karena itu, modal utama Palang Merah adalah kepercayaan. Kepercayaan itu harus dijaga dengan sebaik-baiknya,” kata JK mengingatkan.

​Lebih jauh, Jusuf Kalla menegaskan target operasi Palang Merah internasional yang wajib dipatuhi oleh seluruh jajaran pengurus daerah dalam membuktikan dedikasi nyata mereka di lapangan.

​”Prinsip PMI adalah dalam waktu enam jam harus sudah sampai di lokasi bencana di mana pun berada. Itu adalah bukti bahwa kepercayaan yang diberikan harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. Kita tidak mempunyai batas. Sifatnya adalah kemanusiaan yang mencakup semuanya,” pungkas mantan Wakil Presiden tersebut.

​Melalui sinergi taktis yang ditunjukkan oleh Gubernur Yulius dan Jusuf Kalla, kepengurusan PMI Sulut periode 2026-2031 kini dibebani ekspektasi tinggi dari masyarakat. Publik kini menanti pembuktian gerak cepat, kesiapsiagaan bencana, dan kepekaan sosial dari struktur organisasi baru ini demi kemaslahatan seluruh warga Sulawesi Utara.

Example 300250
Example 120x600
Example 300250 Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *