Manado, SUDARA.ID – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado kian mengukuhkan posisinya sebagai kiblat akademik di Kawasan Timur Indonesia. Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, kampus berlambang Sitou Timou Tumou Tou ini sukses menjadi magnet bagi para petinggi negara dengan menggelar tiga kali kuliah umum yang menghadirkan Menteri, Wakil Menteri, hingga Gubernur Akademi Militer (Akmil).
Puncaknya terjadi pada Jumat (26/6/2026), saat Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, memberikan kuliah umum bertajuk “Diplomasi Indonesia Di Tengah Dinamika Global” di Lantai 4 Gedung Rektorat Unsrat.
Merespons intensitas kunjungan pejabat pusat yang luar biasa ini, Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng., IPU., ASEAN Eng., secara terbuka mengungkap adanya peran besar dan sinergi strategis dari Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Unsrat.
Sinergi Rektor dan Gubernur Yulius Selvanus
Menurut Prof. Berty Sompie, lompatan reputasi Unsrat di panggung nasional tidak lepas dari pengawalan dan pengaruh kuat Gubernur Yulius Selvanus di tingkat pusat.
”Ini suatu kebanggaan bahwa mereka melihat Unsrat sebagai universitas unggul dan terbesar di Sulawesi Utara. Jadi kita juga berterima kasih kepada Gubernur, bapak Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, yang adalah Ketua Dewan Pembina kita,” ujar Prof. Berty, Jumat (26/6/2026).
Apresiasi tinggi juga diberikan Rektor atas kehadiran Menlu Sugiono. Kunjungan ini mencetak sejarah tersendiri karena Unsrat dipilih sebagai universitas pertama yang dikunjungi secara resmi oleh Menlu dalam rangkaian perjalanan akademiknya. Ditambah lagi, salah satu juru bicara Menlu di Kementerian Luar Negeri merupakan alumni terbaik Unsrat.
Kehadiran Menlu Sugiono tidak hanya membawa bobot akademis, tetapi juga dampak konkret bagi masa depan mahasiswa Unsrat. Menlu merespons cepat program kerja sama internasional yang sedang dirintis Unsrat, diantaranya:
– Beasiswa ke Wuhu, China: Menlu Sugiono langsung menyetujui pembiayaan untuk dua orang mahasiswa Unsrat guna melanjutkan studi ke Wuhu, China.
– Beasiswa Khusus Hubungan Internasional: Kemlu akan memberikan endorsement dan beasiswa khusus untuk Program Studi Hubungan Internasional (HI) Unsrat.
”Pak Menlu langsung responsif dengan membiayai dua orang mahasiswa untuk ke Wuhu, China, karena kita punya program itu. Pak dekan minta tambah, langsung direspons,” ungkap Prof. Berty dengan nada bangga.
Konstruksi Diplomasi di Tengah Geopolitik Global
Dalam kuliah umum tersebut, Menlu Sugiono membedah tekanan multidimensional yang sedang dihadapi dunia saat ini, mulai dari ketegangan geopolitik, transformasi digital yang masif, hingga ancaman perubahan iklim. Ia menuntut mahasiswa Unsrat untuk tidak sekadar menjadi penonton.
”Peran mahasiswa dalam menyikapi situasi ini adalah bagaimana mereka mampu mengaplikasikan ilmu yang didapat bagi hal-hal yang sifatnya konkret, dalam rangka mencerna serta memecahkan masalah-masalah yang menjadi tantangan global tersebut,” tegas Menlu Sugiono.
Di sisi lain, Prof. Berty Sompie menambahkan bahwa letak geografis Unsrat yang berhadapan langsung dengan kawasan Asia-Pasifik memberikan keunggulan komparatif yang sangat besar. Sinergi antara pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Gubernur Yulius dan pihak rektorat diproyeksikan akan terus membuka ruang kerja sama internasional yang lebih luas di bidang pendidikan, penelitian, hingga ekonomi berkelanjutan.
Melalui momentum ini, Unsrat berkomitmen penuh untuk terus mencetak generasi muda berwawasan global yang siap bertindak sebagai agent of change di panggung internasional.
















