Manado, SUDARA.ID – Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E., menghadiri sekaligus menyampaikan sambutan pada Ibadah Pembukaan Sidang Majelis Sinode Istimewa (SMSI) ke-82 Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Tahun 2026. Perhelatan akbar rohani yang mengusung agenda utama revisi Tata Gereja GMIM 2021 ini dipusatkan di Manado Convention Center (MCC), Jalan Pierre Tendean (Boulevard), Kamis (24/9/2026).
Ibadah pembukaan yang menandai dimulainya rangkaian sidang hingga 26 September 2026 mendatang ini dipimpin oleh Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM, Pdt. Dr. Adolf K. Wenas, M.Th. Suasana khidmat dan penuh sukacita turut dirasakan ribuan peserta pengutusan dari berbagai jemaat dan wilayah pelayanan GMIM, baik di dalam maupun di luar negeri.
Dalam bagian dari sambutannya, Gubernur Yulius Selvanus menegaskan bahwa pelaksanaan SMSI ke-82 memiliki arti strategis yang tidak hanya terbatas pada agenda administratif keorganisasian gereja. Lebih dari itu, momentum ini menjadi wadah krusial untuk menetapkan arah kehidupan pelayanan gereja ke depan di tengah dinamika dan perubahan zaman yang kian cepat.
”Gereja terus berhadapan dengan perubahan zaman, mulai dari transformasi sosial yang cepat, perkembangan teknologi yang pesat, hingga tantangan kehidupan keluarga yang semakin kompleks. Tata Gereja perlu senantiasa mampu menjadi pedoman yang menjawab kebutuhan zaman, namun tetap berlandaskan pada Alkitab tanpa kehilangan dasar iman dan identitas GMIM,” ujar Gubernur Yulius di hadapan ribuan peserta sidang.
Gubernur Yulius juga mengapresiasi sinergi dan kontribusi nyata GMIM, sebagai salah satu gereja terbesar di Indonesia dan di Sulawesi Utara, yang selama ini konsisten membersamai langkah pembangunan daerah. Peran aktif GMIM dalam pembinaan spiritual jemaat, bidang pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, hingga pemberdayaan masyarakat dinilai turut memperkuat kualitas sumber daya manusia serta merawat kerukunan di “Bumi Nyiur Melambai”.
Di sisi lain, Gubernur turut memaparkan sejumlah capaian makro pembangunan daerah yang baru saja diperingati melalui momentum HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Utara pada 23 September 2026 kemarin. Tercatat hingga akhir Semester I Tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Sulut berada di angka 5,42 persen, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada angka 76,32, angka kemiskinan berhasil ditekan hingga 6,32 persen pada Triwulan II, serta inflasi daerah terkendali di angka 2,53 persen.
Capaian tersebut, menurutnya, merupakan buah manis dari kerja bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga keagamaan seperti GMIM.
”Yang kita bangun lewat persidangan ini bukan hanya sebuah sistem, bukan hanya aturan, dan bukan sekadar organisasi. Namun, yang kita bangun adalah kehidupan persekutuan orang percaya agar semakin mampu menghadirkan kasih Kristus di tengah dunia,” pesan Gubernur Yulius serukan semangat persaudaraan kepada seluruh peserta sidang.
Pelaksanaan SMSI ke-82 ini menempatkan Wilayah Manado Barat Daya sebagai tuan rumah bersama panitia pelaksana yang diketuai oleh Recky Langie, didampingi Sekretaris Umum Dolfie Daniel Angkouw, M.Si, serta jajaran panitia lainnya yang melibatkan sejumlah jemaat lokal seperti GMIM Imanuel Bahu, Musafir Kleak, Pniel Bahu, hingga Fungsional Kampus Manado.
Hadir pula mendampingi dan mengikuti jalannya ibadah pembukaan tersebut, Anggota DPD RI Adriana Dondokambey, Wali Kota Tomohon Caroll J.A. Senduk, Bupati Minahasa Robby Dondokambey, Bupati Minahasa Selatan Frangky Wongkar, Wakil Wali Kota Manado Richard Sualang, Kakanwil Kemenag Sulut Dr. Drs. H. Ulyas Taha, M.Pd., jajaran Forkopimda Sulut, serta unsur kepala perangkat daerah di lingkungan Pemprov Sulawesi Utara. (Ridho L Tobing)
















