Scroll untuk baca artikel
Example 360x360
Example 728x250
Berita

Gerakan FISIP Unsrat Anti Narkoba, Ferry Liando: Strategi Asing Lemahkan Indonesia

×

Gerakan FISIP Unsrat Anti Narkoba, Ferry Liando: Strategi Asing Lemahkan Indonesia

Sebarkan artikel ini
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Dr. Ferry Daud Liando, S.I.P., M.Si., dalam rangkaian kegiatan Sosialisasi Bahaya Narkoba yang diinisiasi kerja sama antara FISIP Unsrat dan Garda Nusantara Sulawesi Utara di Gedung Menara FISIP Unsrat, Senin (28/9/2026). (Foto: Ridho L Tobing)
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Dr. Ferry Daud Liando, S.I.P., M.Si., dalam rangkaian kegiatan Sosialisasi Bahaya Narkoba yang diinisiasi kerja sama antara FISIP Unsrat dan Garda Nusantara Sulawesi Utara di Gedung Menara FISIP Unsrat, Senin (28/9/2026). (Foto: Ridho L Tobing)
Example 468x60

Bahu (Manado), SUDARA.ID – Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Dr. Ferry Daud Liando, S.I.P., M.Si., menegaskan bahwa peredaran dan penyalahgunaan narkotika bukan sekadar masalah kriminalitas biasa atau penyakit sosial. Lebih dari itu, kejahatan terstruktur ini merupakan bagian dari strategi negara asing untuk melemahkan kedaulatan Indonesia.

‎​Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Sosialisasi Bahaya Narkoba yang diinisiasi kerja sama antara FISIP Unsrat dan Garda Nusantara Sulawesi Utara di Gedung Menara FISIP Unsrat, Senin (28/9/2026).

Example 300x600

“Narkoba ternyata adalah strategi suatu negara untuk melemahkan negara yang lain, terutama negara yang memiliki sumber daya alam yang luar biasa seperti Indonesia,” ujar Ferry di hadapan sekitar 300 mahasiswa yang memadati ruangan.

Incar Kekayaan Alam Lewat Generasi Muda

‎​Ferry menjelaskan, kekayaan alam Indonesia yang melimpah sejak dulu kerap menjadi daya tarik bagi bangsa asing untuk melakukan kolonialisasi. Karena perlawanan secara militer tidak pernah berhasil meruntuhkan persatuan dan kesatuan bangsa, pihak asing, menurutnya, mengalihkan strategi melalui jalur nonmiliter.

Baca juga:   Kapolda Sulut Bersama Forkopimda Pantau Stok dan Harga Pangan di Pasar Bersehati Manado

‎​Sasaran utama dari strategi pelemahan ini adalah generasi muda dan kalangan mahasiswa. Dengan merusak kemampuan kognitif, mental, serta produktivitas anak muda melalui narkoba, rantai kepemimpinan bangsa di masa depan diproyeksikan akan hancur dari dalam.

“Kalau anak-anak muda sudah jatuh dengan narkoba, kita tidak lagi memiliki pemimpin-pemimpin yang kuat di masa depan. Kalau terjadi kekacauan dan kita tidak kompak, dengan mudah kelompok asing akan menguasai Indonesia beserta kekayaan alamnya,” tegasnya.

‎​Waspadai Berbagai Modus Operandi

Dalam kesempatan yang sama, Ferry juga membeberkan sejumlah modus operandi sindikat peredaran gelap narkoba yang kerap menyasar kalangan muda, mulai dari memanfaatkan kondisi psikologis seseorang yang sedang frustasi, memberikan produk secara gratis di awal untuk memicu ketergantungan, hingga modus pertemanan dan percintaan terselubung bisnis haram.

Baca juga:   Rekam Jejak Mentereng, Ferry Liando Juri Debat Hukum Pemilu Bawaslu 2026

Ia mengingatkan para mahasiswa agar selektif dalam memilih pergaulan serta membentengi diri dengan pencapaian akademik, pengembangan skill, dan karakter yang kuat.

“Keunggulan mahasiswa diukur dari tiga hal: kepintaran, memiliki skill komunikasi dan relasi sosial yang baik, serta karakter dan pengalaman kepemimpinan yang matang. Orang tidak akan bisa pintar lagi kalau sudah terjerumus narkoba,” pesan akademisi yang juga mantan jurnalis ini.

‎​Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Garda Nusantara Sulut, Standius Bara Prima, M.I.Kom., bersama Katim P2M pencegahan dan pemberdayaan masyarakat BNN Manado Diane Kawatu, hadir sebagai narasumber utama untuk memberikan motivasi sekaligus membedah secara mendalam ancaman narkoba melalui kerangka biopsikososial:

‎- ​Aspek Biologis: Merusak organ vital tubuh secara permanen akibat stimulasi kimiawi berlebih.

‎- ​Aspek Psikologis: Memicu gangguan mental, halusinasi berat, hingga dorongan destruktif bagi jiwa pengguna.

‎- ​Aspek Sosial dan Ekonomi: Merenggangkan hubungan keluarga, memicu penurunan prestasi akademik, hingga menjerumuskan ke jurang kriminalitas.

Baca juga:   Donny Rumagit Sesali RSUP Kandouw Tidak Transparansi Soal Tim Dokter

Sebagai solusi taktis, Garda Nusantara memperkenalkan Konsep 5P, yang mencakup Pencegahan (edukasi masif), Pengawasan (skrining lingkungan kampus), Pendampingan (dukungan sebaya ala Gen Z), Pelaporan (koordinasi aktif dengan aparat dan BNN), serta Partisipasi kolektif seluruh elemen sivitas akademika.

‎Setelah sesi dialog interaktif, ​acara ini ditutup dengan dua agenda krusial:

Pelantikan Satuan Tugas (Satgas) Gerakan Anti Narkoba Garda Nusantara FISIP Unsrat dan Deklarasi Gerakan Sejuta Relawan Anti Narkoba Garda Nusantara Sulawesi Utara.

‎​Kegiatan sosialisasi ini turut dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. Alfon Kimbal, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Dr. Donal Monintja, Ketua Garda Nusantara Sulut Miracle Sengkey, serta Ketua Panitia Jessica Sendouw.

Ferry menyampaikan apresiasi tinggi atas dipilihnya FISIP Unsrat sebagai pelopor Kampus Anti Narkoba Garda Nusantara pertama di Sulawesi Utara. Ia berharap kolaborasi strategis ini mampu menjadikan mahasiswa Unsrat sebagai agen perubahan yang bersih dari narkoba dan siap menjadi pemimpin masa depan yang unggul. (Ridho L Tobing)

Loading

Example 300250
Example 120x600
Example 300250 Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *