Bitung, SUDARA.ID – Tim Gabungan Polres Bitung bergerak taktis meredam aksi tawuran antar kelompok (tarkam) yang pecah di Kompleks Unyil, Kelurahan Pateten Tiga, Kecamatan Maesa, Senin (27/4/2026) dini hari. Dalam operasi kilat tersebut, polisi berhasil meringkus lima terduga pelaku beserta belasan senjata tajam mematikan.
Bentrokan yang terjadi sekitar pukul 02.10 WITA tersebut sempat mencekam setelah sejumlah pemuda melakukan penyerangan menggunakan batu dan senjata tajam. Merespons laporan darurat via Call Center 110, Tim Tarsius di bawah pimpinan Aipda Angky Koagow bersinergi dengan Tim Patroli Timur pimpinan Ipda Jumli Lintuhaseng, S.Sos, langsung terjun ke lokasi.
Meski para pelaku sempat kocar-kacir melarikan diri saat petugas tiba, polisi melakukan penyisiran saksama. Strategi pengepungan di titik-titik pelarian membuahkan hasil. Dalam waktu 40 menit, lima pria berhasil dibekuk di wilayah Kompleks Tinombala, Kelurahan Pateten Dua.
Adapun identitas kelima terduga pelaku yang berhasil diringkus petugas adalah ZW alias Is (35), OM (22), SS (20), AM (19), dan MH (23). Di balik penangkapan tersebut, polisi turut menyita sejumlah senjata tajam yang digunakan untuk meneror warga, yakni barang bukti berupa dua bilah pisau penikam, 13 buah anak panah wayer, serta tiga buah pelontar panah wayer.
Berdasarkan hasil interogasi awal, motif penyerangan disinyalir merupakan aksi balas dendam. Para pelaku mencari seseorang yang diduga memiliki konflik masa lalu dengan kelompok mereka.
Kasat Reskrim Polres Bitung, AKP Ahmad Anugrah, SIK., MH, menyatakan bahwa seluruh pelaku kini tengah menjalani pemeriksaan intensif untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.
”Polres Bitung tidak akan mentolerir segala bentuk aksi kekerasan. Kami menindak tegas para pelaku sesuai hukum yang berlaku. Saat ini, mereka beserta barang bukti telah diamankan untuk proses penyidikan lebih lanjut,” tegas AKP Ahmad Anugrah.
Di sisi lain, Katim Tarsius Aipda Angky Koagow menambahkan bahwa respons cepat dan koordinasi antar unit menjadi kunci utama sehingga konflik tidak meluas dan menelan korban jiwa.
“Begitu menerima laporan, kami langsung bergerak dan berkoordinasi dengan Tim Patroli Timur. Upaya pengejaran dan penyisiran dilakukan secara terukur sehingga para pelaku berhasil diamankan tanpa menimbulkan dampak yang lebih besar,” beber Katim Tarsius.
Pasca-kejadian, situasi di Pateten Tiga dilaporkan telah kembali kondusif. Kasat Reskrim Polres Bitung, AKP Ahmad Anugrah, SIK., MH, menghimbau masyarakat, terutama elemen pemuda, agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang memicu konflik, selalu berupaya menyelesaikan masalah secara bijak tanpa melalui jalur kekerasan, serta tetap proaktif melapor kepada pihak kepolisian jika melihat pergerakan massa yang mencurigakan di lingkungan mereka.
Polres Bitung memastikan akan meningkatkan frekuensi patroli preventif di titik-titik rawan guna menjamin rasa aman warga Kota Cakalang dari ancaman aksi kriminalitas jalanan.
















