Manado, SUDARA. ID – Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus memastikan lembaran baru kinerja Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara tahun 2026 dimulai dengan penegakan disiplin ASN dan kerja nyata dari tiap sektor SKPD dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi, khususnya dalam hal pelayanan kepada masyarakat.
“Ini hari pertama kita bekerja. Kita mulai dari disiplin dan kejujuran. Kita buka buku baru, dan buku ini akan kita isi dengan tinta emas,” tegas Yulius, saat gelar apel perdana Pemprov Sulut, di Lapangan Apel Kantor Gubernur Sulut, Senin (5/1/2026).
“Buku kosong ini akan kita isi dengan kerja nyata. Bukan laporan formalitas. Bukan rutinitas tanpa hasil,” tandanya dihadapan ratusan aparatur sipil negara (ASN) peserta apel.
Gubernur menyampaikan, penegasan terkait disiplin dan kehadiran para ASN pada apel perdana ini merupakan fondasi utama yang menunjukan kesiapan birokrasi Pemprov Sulut dalam melaksanakan setiap tugas dalam melayani rakyat.
Untuk itu, Gubernur pun meminta satu per satu kepala SKPD melaporkan kehadiran para pegawai mereka, yang beberapa diantaranya langsung dikoreksi dan diperjelas ditempat.
Dilakukannya hal tersebut oleh Gubernur menunjukan pentingnya keakuratan laporan sebagai ukuran awal kejujuran dan tanggung jawab pimpinan perangkat daerah, tanpa embel-embel formalitas kerja seremonial, namun dengan kinerja yang terukur dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Sulawesi Utara, mengingat para ASN adalah wajah pemerintah di garda terdepan pelayanan publik, sehingga setiap kelambanan dan kelalaian akan berdampak langsung pada kepercayaan masyarakat.
“Pelayanan adalah ukuran kehadiran negara. Kalau pelayanan lemah, kepercayaan publik ikut melemah,” ujarnya.
Ia juga menegaskan soliditas kepemimpinan bersama Wakil Gubernur Victor Mailangkay. Pemerintahan harus berjalan dalam satu irama, satu komando, dan satu tujuan.
“Kita harus seirama. Tidak ada kerja sendiri-sendiri,” tegasnya.
Gubernur menutup arahannya dengan penekanan bahwa kinerja ASN Sulut berada dalam pantauan pemerintah pusat. Tugas dari kementerian bukan sekadar administrasi, melainkan amanah yang harus dituntaskan secara bertanggung jawab.
“Kita dinilai. Hasil kerja kita terlihat,” tandasnya.
Apel pagi itu ditutup tanpa sorak sorai. Namun pesan yang ditinggalkan jelas dan tegas: 2026 adalah tahun disiplin ketat, kerja terukur, dan pembuktian kualitas birokrasi Sulawesi Utara di hadapan rakyat dan negara.
















