Berita UtamaPendidikanPolitik

Bahas Pemilu di TIDAR Sulut, Ferry Liando: Politik Itu Kemanusiaan, Bukan Sekadar Kekuasaan

Ferry Liando menegaskan pentingnya orientasi kesejahteraan masyarakat di atas kepentingan kekuasaan saat menjadi narasumber dalam kegiatan PD TIDAR Sulut di Hotel FourPoint Manado, Minggu (26/4/2026). (Foto: Ridho L Tobing)Ferry Liando menegaskan pentingnya orientasi kesejahteraan masyarakat di atas kepentingan kekuasaan saat menjadi narasumber dalam kegiatan PD TIDAR Sulut di Hotel FourPoint Manado, Minggu (26/4/2026). (Foto: Ridho L Tobing)
Ferry Liando menegaskan pentingnya orientasi kesejahteraan masyarakat di atas kepentingan kekuasaan saat menjadi narasumber dalam kegiatan PD TIDAR Sulut di Hotel FourPoint Manado, Minggu (26/4/2026). (Foto: Ridho L Tobing)

Manado, SUDARA.ID – Pakar Kepemiluan dari Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Ferry Daud Liando, mengingatkan para aktor politik agar tidak terjebak dalam persepsi sempit mengenai kontestasi politik. Menurutnya, kemenangan dalam Pemilu maupun Pilkada bukanlah tiket untuk mengubah nasib pribadi, melainkan instrumen untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

​Hal tersebut ditegaskan Liando saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Politik yang digelar PD Tunas Indonesia Raya Sulawesi Utara (PD TIDAR Sulut) di Ballroom FourPoint Hotel Manado, Minggu (26/4/2026).

​Dalam paparan materinya yang bertajuk Sistem Pemilu di Indonesia, Liando menjelaskan bahwa meski perebutan kekuasaan adalah realitas politik, hal tersebut bukanlah tujuan akhir. “Jika ada yang berpikir bahwa pemilu berorientasi pada kekuasaan, itu tidak salah. Tapi tujuan pemilu tidak semata-mata pada kekuasaan. Kekuasaan itu adalah arena pertarungan ide atau gagasan tentang kebijakan apa yang sesungguhnya harus diciptakan untuk memberi dampak pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Liando.

​Ia juga menekankan perbedaan mendasar antara mengelola pemerintahan dengan mengelola sektor industri. Jika industri berorientasi pada profit, maka kekuasaan politik murni untuk tujuan mulia. “Jangan memanfaatkan kekuasaan politik hanya untuk kekayaan atau popularitas. Kekuasaan itu harus dimanfaatkan untuk tujuan mulia yakni menyejahterakan masyarakat,” tegas Dosen Kepemiluan Fisip Unsrat tersebut.

​Terkait perdebatan format ideal pemilu, Liando menilai bahwa masalah utama demokrasi kita sebenarnya bukan terletak pada pilihan sistem tertentu, melainkan pada sejauh mana penguatan kelembagaan partai politik dilakukan melalui proses kaderisasi yang matang. Jika partai politik berhasil menjalankan fungsi kaderisasi dengan baik, maka siapapun calon yang nantinya terpilih dipastikan akan memiliki kualitas mumpuni tanpa terpengaruh jenis sistem yang digunakan.

​”Apapun sistem pemilu yang akan kita pilih, kekurangannya tetap ada. Sehingga dapat disimpulkan bahwa masalah pemilu bukan terletak pada pilihan atas sistem tertentu,” kuncinya.

​Kegiatan pelatihan ini turut menghadirkan sejumlah tokoh strategis sebagai narasumber, di antaranya Sekretaris Partai Gerindra Sulut, Harvani Boki, dan Ketua Tim Investasi Sulut, Jemmy Asiku. Melalui pelatihan ini, PD TIDAR Sulut diharapkan mampu mencetak kader pemimpin muda yang memahami bahwa politik adalah pengabdian untuk kemanusiaan.

Exit mobile version