Maumbi (Minahasa Utara), SUDARA.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) dibawah kepemimpinan Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE dan Wakil Gubernur Dr J Victor Mailangkay SH MH, secara resmi meluncurkan inovasi pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) berbasis digital bertajuk BAKU BEKING PANDE YSK-VICTORY (Your Skill & Knowledge – Your Key to Victory). Program ini dihadirkan untuk meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan publik di wilayah Sulut.
Peluncuran inovasi tersebut digelar oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Daerah Provinsi Sulawesi Utara di sela-sela Rapat Koordinasi Pengembangan Kompetensi ASN Tahun 2026 yang berlangsung di Kantor BPSDM Sulut, Senin (26/10/2026).
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Tahlis Gallang, SIP, MM, menegaskan pentingnya terobosan teknologi untuk memperluas jangkauan pembelajaran para pegawai di tengah berbagai keterbatasan.
“Melalui program BAKU BEKING PANDE YSK-VICTORY, Pemprov Sulut mendorong pemanfaatan teknologi digital sebagai solusi untuk memperluas kesempatan belajar bagi ASN, sekaligus menjawab tantangan keterbatasan anggaran pelatihan,” ujar Tahlis saat memberikan arahan pembukaan.
Ia menambahkan bahwa peningkatan kapasitas SDM aparatur merupakan prioritas utama demi menciptakan birokrasi yang responsif dan adaptif. Program ini menyasar sekitar 18.000 pegawai di lingkungan Pemprov Sulut guna memenuhi kewajiban pengembangan kompetensi minimal 20 jam pelajaran (JP) per tahun.
Solusi Pembelajaran Efektif dan Fleksibel
Di kesempatan yang sama, Kepala BPSDM Sulut, Franky Tintingon, membeberkan bahwa belum seluruh ASN mendapatkan kesempatan pelatihan secara optimal akibat besarnya alokasi anggaran pada metode konvensional. Melalui skema pembelajaran digital ini, ruang dan biaya tidak lagi menjadi penghalang.
“Yang dibutuhkan cuma waktu, smartphone, dan kuota,” beber Tintingon di hadapan para peserta rakor.
Tintingon memaparkan, pada tahap awal BPSDM Sulut telah menyiapkan 18 materi pembelajaran digital dengan bobot total 36 JP. Setiap materi berdurasi dua JP dan dikemas secara variatif, mulai dari bahan bacaan, video tutorial, hingga kuis evaluasi. ASN yang dinyatakan lulus berhak menerima sertifikat yang dapat diunggah langsung ke sistem MyASN.
“Kalau satu ASN mengikuti semua, terpenuhi 36 JP dari 18 pembelajaran ini. Jadi, lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan pengembangan kompetensi tahunan,” terang Kepala BPSDM Sulut tersebut.
Menuju Mapalus Corporate University
Inovasi BAKU BEKING PANDE YSK-VICTORY sekaligus menjadi fondasi awal Pemprov Sulut dalam membangun ekosistem pembelajaran terpadu berbasis Mapalus Corporate University dan Government Learning Network. Saat ini, BPSDM tengah menyiapkan Peraturan Gubernur (Pergub) sebagai payung hukumnya.
Tak berhenti di situ, BPSDM Sulut juga memproyeksikan pengembangan aplikasi yang lebih komprehensif pada tahun 2027 mendatang.
“Ini dalam rangka memenuhi kebutuhan gap kompetensi ASN di perangkat daerah. Ke depan, aplikasi ini akan dikembangkan, termasuk dengan pelaksanaan diklat-diklat yang bersesuaian,” tandas Tintingon.
Evaluasi Kinerja dan Penguatan Integritas
Selain peluncuran program digital, Rakor Pengembangan Kompetensi ASN Sulut 2026 ini diisi dengan evaluasi program diklat tahun berjalan serta penyusunan agenda strategis tahun 2027. Acara yang dihadiri para Sekretaris Daerah dan Kepala BKD se-Sulut ini turut menyajikan sesi penyuluhan antikorupsi bersama Dr. Magdalena Wullur.
Langkah komprehensif ini sejalan dengan visi dan misi Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, untuk mentransformasi kapasitas aparatur daerah. Melalui kemudahan akses pembelajaran digital, Pemprov Sulut optimistis dapat mencetak ribuan ASN yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas tinggi dalam melayani masyarakat. (Ridho L Tobing)
















