Sitaro, sudara.id – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) bencana banjir bandang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, memasuki hari ketiga, Rabu (7/1/2026). Hingga kini, Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian terhadap dua korban yang dilaporkan hilang.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Manado menyampaikan bahwa dua korban yang masih dalam pencarian masing-masing bernama Andris Pianaung dan Leonel Pianaung. Berdasarkan data sementara, total korban terdampak banjir bandang berjumlah 19 orang, dengan 17 orang dinyatakan meninggal dunia dan dua lainnya masih belum ditemukan.
Pada Rabu pagi sekitar pukul 08.00 Wita, Tim SAR Gabungan melaksanakan briefing dan pembagian tugas sebelum bergerak menuju lokasi pencarian di Desa Laghaeng dan Desa Bahu Sondang. Pencarian dilakukan dengan metode pembagian sektor berdasarkan Last Known Position (LKP) masing-masing korban.
Selanjutnya, pada pukul 10.00 Wita, digelar Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana di Posko Tanggap Darurat Pemerintah Kabupaten Sitaro. Dalam rapat tersebut dilaporkan adanya satu pengungsi yang meninggal dunia akibat sakit di Puskesmas Ulu Siau.
Tim Sar Gabungan Kerahkan Drone Thermal, Pencarian Korban Hilang Banjir Bandang Sitaro Berlanjut
Pada pukul 11.40 Wita, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan satu korban bernama Clayton Azriel Tatambihe. Korban kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Namun, upaya pencarian selanjutnya terkendala kondisi cuaca. Hujan disertai angin kencang dengan kecepatan sekitar 10–30 knot melanda wilayah pencarian, khususnya di Desa Bahu Sondang. Hingga pukul 18.00 Wita, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan dua korban lainnya. Operasi SAR pun dihentikan sementara dan direncanakan dilanjutkan kembali pada Kamis (8/1/2026) pukul 08.00 Wita.
Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas Sulawesi Utara, Kodam XIII/Merdeka, Polda Sulawesi Utara, BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro, Polres Sitaro, Kodim Sangihe, Koramil Sitaro, Pos AL Siau, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat.
Untuk mendukung pencarian, Tim SAR Gabungan mengerahkan sejumlah peralatan, termasuk rescue truck dan rescue car, motor trail, peralatan komunikasi dan medis, peralatan mountaineering, ekstrikasi, collapse structure, posko SAR, genset portable, emergency lighting, drone thermal, excavator, ladder, dan peralatan pendukung lainnya.
Banjir Bandang Terjang Kepulauan Sitaro, Polisi Evakuasi Warga dan Catat Korban Jiwa
Basarnas menegaskan komitmennya untuk terus melaksanakan operasi pencarian secara maksimal dengan mengedepankan semangat We Are Family, Satu Jiwa Satu Rasa, demi menemukan seluruh korban dan membantu masyarakat yang terdampak bencana. Mz
